Sajian Makanan Khas Momen Idul Adha dari Berbagai Negara

Aug 13, 2019 6:30 AM

Momen Idul Adha tahun 2019 jatuh pada 11 sampai 14 Agustus mendatang. Fastival penting dalam kalender Islam ini disebut "Lebaran Haji" atau "Lebaran Qurban". Bagi setiap muslim yang mampu, disarankan untuk menjalani sunnah qurban dengan mengurbankan hewan seperti kambing, sapi ataupun unta. 

Dalam momen ini, tentunya umat muslim menyambut dengan gembira. Tradisi di setiap daerah dalam momen Idul Adha pun terus dijaga, termasuk dalam hal masakan. Daging qurban jelas menjadi bahan utama sajian dalam momen ini.

Sebagian besar Muslim akan mengonsumsi daging merah dalam kapasitas tertentu setelah hewan dikorbankan - biasanya domba, kambing, atau sapi. Hewan itu akan dibagi menjadi tiga bagian, dengan satu bagian diberikan kepada orang yang membutuhkan, satu dibagi di antara tetangga, kerabat dan saudara, kemudian sepertiga terakhir dimasak dan dimakan oleh keluarga.

Baca juga: Tradisi Iftar di Berbagai Belahan Dunia, Ada Kuliner Roti Ular!

Sebut saja sate kambing, tongseng, gulai dll menjadi menu utama makanan dalam hari raya Idul Adha di Indonesia. Lantas, bagaimana dengan sajian dalam momen Idul Adha di negara lain? Berikut ulasannya!


Maqluba



Hidangan tradisional ini populer di negara-negara Timur Tengah - terdiri dari sayuran goreng, daging (biasanya ayam, kalkun atau domba) dan nasi yang dimasak bersama dalam pot yang kemudian dibalik terbalik untuk dijadikan kue gurih besar.


Kari, Tagine, dan Semur



Terlepas seseorang merupakan vegetarian atau pemakan daging, pesta Idul Adha kemungkinan akan mencakup berbagai jenis masakan seperti kari, tagine atau semur tergantung pada masakan di mana perayaan itu berlangsung. Di Yordania misalnya, Mansaf merupakan hidangan tradisional Arab yang terbuat dari domba yang dimasak dengan saus yoghurt kering yang difermentasi dan disajikan dengan nasi atau gandum bulgur akan dikonsumsi pada hari pertama Idul Adha.

Baca juga: Makan Daging Kambing Ternyata Tidak Selamanya Bikin Darah Tinggi


Nasi Biryani



Baik menggunakan ayam, daging ataupun sayuran, nasi biryani seakan menjadi hidangan wajib bagi masyarakat di negara-negara Timur-tengah saat momen lebaran. Biryani sendiri merupakan hidangan naso campur dengan asal-usulnya berasal antara umat Islam di rumpun India. Nasi setengah matang yang dicampurkan dengan kari, menjadi nasi yang siap dihidangkan dengan daging kambing, ayam ataupun sayuran.


Bolani



Di Afghanistan, Bolani adalah makanan populer dalam momen lebaran. Sajian ini terdiri dari roti pipih diisi dengan berbagai isian mulai dari kentang sampai lada hijau. Kemudian biasanya roti ini dipanggang atau digoreng untuk membuat kerak tipis, sebelum disajikan dengan yoghurt. Afghanistan Perayaan Idul Fitri cenderung sangat berfokus pada anak-anak, dan bolani dinikmati oleh seluruh keluarga.

Baca juga: Restoran Tertua Di Dunia Yang Penuh Sejarah


Ma'amoul



Kue-kue pendek ini diisi dengan kacang, kurma atau buah ara dan memberikan catatan manis yang lezat untuk mengakhiri pesta. Mereka biasanya dibentuk menjadi bola, kubah atau kue kering, dan piring yang penuh biskuit sering dipertukarkan antara tetangga dan kerabat sebagai hadiah.


Seviyan



Di Asia Selatan, seviyan kheer (juga dikenal sebagai sheer kurma) sering dimakan untuk sarapan setelah sholat Ied. Panganan ini dibuat dengan memasak bihun (pasta gandum tipis) dengan mentega, susu dan gula, serta sejumlah rempah-rempah, kacang atau kunyit . Hidangan ini populer di Idul Fitri juga, di mana perayaan cenderung lebih berfokus pada makanan manis daripada gurih berbeda dengan Idul Adha.