Waspada, Ini Penyebab Banyak Orang Indonesia Kena Diabetes

Jan 24, 2020 9:00 AM

Tidak banyak disadari oleh penduduk Indonesia pada umumnya, sebenarnya diabetes menjadi salah satu “momok” di negara ini. Menurut laporan Federasi Diabetes Internasional pada 2015, jumlah pengidap diabetes di Indonesia yang berusia 20-79 tahun diperkirakan mencapai 10 juta orang. Tetapi hanya separuh dari mereka yang menyadari kondisinya. Tentunya angka ini tidak sedikit dan kemungkinan terus melonjak ditilik dari lifestyle anak muda belakangan ini. Lantas, kenapa begitu tinggi angka jumlah orang Indonesia yang mengalami diabetes? Beberapa hal ini mungkin bisa menjadi jawaban atas pertanyaan tersebut.

Baca juga:Kopi Dapat Menjadi Obat Bagi Penderita Depresi

Terbiasa makan nasi tiga kali sehari

http://www.suara.com/ Terbiasa makan nasi tiga kali sehariSource: http://www.suara.com/
Terbiasa makan nasi tiga kali sehari

Ya! Nasi putih sudah dianggap makanan wajib hingga orang Indonesia akan bilang belum makan jika belum menyantap nasi. Apalagi sudah dibiasakan sejak kecil untuk makan nasi tiga kali sehari. Sebuah penelitian menemukan bahwa orang yang makan nasi putih lebih dari lima kali dalam sepekan akan berisiko 17 persen lebih tinggi mengalami diabetes tipe 2. Diabetes ini yang paling banyak diderita orang Indonesia. Diabetes tipe 2 adalah kondisi di mana kadar gula dalam darah melebihi nilai normal Angka resiko itu jauh diatas kelompok yang hanya makan nasi sebulan sekali.

Resiko pun akan meningkat 10 persen pada orang yang setiap hari makan nasi putih dalam porsi besar. Tak heran jika orang-orang Asia yang bisa mengonsumsi nasi hingga 3-4 porsi sehari paling lazim terkena diabetes.Kenapa terjadi pada konsumsi nasi? Karena skor indeks glikemik nasi putih cukup tinggi yaitu sekitar 86, dibandingkan makanan pokok lainnya seperti beras merah (55). Selain itu, nasi adalah bentuk karbohidrat sederhana yang mudah dicerna oleh tubuh. Dua faktor inilah yang membuat sebuah makanan meningkatkan gula darah dengan cepat.

Baca juga: Pria Yang Tidur Terlalu Lama, Akan Mudah Terserang Diabetes


Hobi Minum Teh dan Kopi


http://www.liputan6.com/ Terlalu banyak minum kopi dan tehSource: http://www.liputan6.com/
Terlalu banyak minum kopi dan teh

Kebanyakan orang Indonesia memiliki kebiasaan minum kafein minimal satu kali sehari, apalagi dengan maraknya kopi kekinian. Sebenarnya bukan teh atau kopi yang menjadi penyebab diabetes, namun seberapa banyak gula pasir yang dimasukkan ke dalam gelas yang jadi biang kerok diabetes. Penambahan gula pun tidak terbatas hanya pada minuman yang mungkin kamu minum 1-2 kali dalam sehari.

Hampir pada seluruh makanan yang biasa ditemui di jalan hingga mall memiliki kandungan gula yang tinggi. Hampir semua makanan dan minuman tersebut ditambahi pemanis untuk membuat rasanya menjadi nikmat. Gula sendiri adalah jenis karbohidrat sederhana yang cepat menaikkan gula darah. Baik itu gula pasir, gula batu, gula sirup maupun jenis gula buatan lainnya. Jadi mengonsumsi banyak gula tetap saja berisiko menderita obesitas dan diabetes.

Baca juga: Terlalu Lama Duduk Bikin Gemuk

Malas gerak


http://blog.tribunnews.com/ Malas gerak bikin diabetesSource: http://blog.tribunnews.com/
Malas gerak bikin diabetes

Indonesia pernah jadi sorotan karena warganya termasuk paling malas berjalan kaki menurut penelitian dari Universitas Stanford.  Indonesia di posisi bontot dengan rekor hanya 3.513 langkah per hari. Tak jarang orang Indonesia tetap memilih naik motor dibanding harus jalan kaki ke tempat berjarak 200 meter.

Mager alias malas gerak sebenarnya menjadi api dalam sekam. Sebenarnya ada ancaman tersembunyi bagi kesehatan bila kebanyakan duduk yaitu penggunaan otot-otot besar di tubuh akan menurun. Akibatnya, kebutuhan tubuh akan gula dan lemak menurun karena tubuh mengira tidak perlu energi untuk bahan bakar bergerak. Padahal meski Anda tak banyak memakai otot, asupan kalori umumnya tidak akan berkurang. Akibatnya akan terjadi penumpukan lemak, peningkatan kadar gula darah dan kolesterol yang memicu diabetes serta penyakit jantung dan stroke.