Waspada Ini Bahaya Memakan Kerang Hijau

Aug 1, 2019 7:00 AM

Terlepas dari rumor yang beredar tentang bahaya mengonsumsi kerang hijau, nyatanya masih banyak masyarakat yang menyukai hidangan olahan dari kerang hijau. Dari direbus dan dikonsumsi dengan saus sambal, kerang hijau juga biasa diolah dengan bumbu saus padang yang menggugah selera. 

Dalam hal ini kerang hijau menjadi kerang yang paling tahan terhadap polutan asing tersebut. Tidak seperti kerang jenis lain yang nomaden (hidup berpindah-pindah), kerang ini mampu bertahan hidup menetap dan bersifat sebagai filter feeder (penyaring) layaknya sebuah vacuum cleaner. 

Baca Juga: Karena Seafood Punya Golongan, Penyebabnya Pun Beragam!

Artinya, kerang ini menyerap tak hanya makanannya (plankton), tapi juga apa saja yang ada di sekitarnya, termasuk logam berat yang berbahaya. Tak heran, bila akhirnya tercetus ’larangan’ untuk mengonsumsi kerang ini. Namun, seberapa bahaya sih konsumsi kerang hijau?


source www.bukalapak.com kerang hijauSource: www.bukalapak.com
Kerang hijau

Bahaya Kerang Hijau


Menurut Dr. Ir. Etty Riani seperti dilansir dari Femina, pendidik dan peneliti dari Departemen Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, IPB, Bogor, kerang termasuk organisme laut yang tahan banting. Kerang merupakan golongan mollusca, yaitu hewan lunak yang diapit cangkang keras dan tidak memiliki organ hati untuk menghancurkan benda asing, termasuk racun yang masuk ke dalam tubuhnya.

Akibatnya, semua benda asing ditampung di dalam dagingnya. Dalam hal ini kerang hijau, menjadi kerang yang paling tahan terhadap polutan asing tersebut. Kerang ini mampu bertahan hidup menetap dan bersifat sebagai filter feeder (penyaring) layaknya sebuah vacuum cleaner.

Seperti yang sudah dijabarkan pada pembuka artikel ini, kerang hijau menyerap tak hanya makanannya (plankton), tapi juga apa saja yang ada di sekitarnya, termasuk logam berat yang berbahaya.


source www.republika.co.id bahaya kerang hijauSource: www.republika.co.id
Bahaya kerang hijau

Kerang di perairan Indonesia juga sering kali tercemar oleh logam berat seperti merkuri. Logam berat ini tak boleh dikonsumsi ibu hamil, karena dapat menyebabkan cacat janin atau penyakit autis pada calon bayi. Sayangnya, untuk mengetahui bahwa kerang itu telah tercemar atau belum itu sulit, karena tidak terdapatnya ciri khusus yang dapat membedakannya.

Meski begitu, kita dapat menghindari konsumsi kerang yang telah tercemar merkuri, yaitu dengan tidak membeli kerang yang berasal dari perairan yang mengandung banyak limbah industri (baik limbah cair maupun limbah yang berasal dari asap pabrik). 

Menurut penelitian, kerang hijau lebih dikenal sebagai kerang yang bersifat ‘vacuum cleaner’ karena kerang jenis ini menjaring logam-logam berat seperti, Pb (timbal), kadmium (Cd) maupun tembaga (Cu). Sementara, kerang darah lebih parah lagi karena hidup di dalam lumpur, kerang darah bahkan dapat memakan sedimen.

Baca Juga: Suka Makan Beras Mentah? Hati-hati Kalo Gak Mau Jadi Seperti Ini

Bila Anda sering mengonsumsi kerang-kerang yang telah terkontaminasi ini, berangsur-angsur logam-logam berat tersebut akan masuk ke dalam tubuh dan tidak dapat dicerna atau bahkan dikeluarkan, dengan kata lain akan terpendam di dalam tubuh. Logam-logam ini akan menjadi racun di dalam tubuh dan nantinya dapat meningkatkan risiko penyakit mematikan seperti kanker.

Manfaat Kerang Hijau


source www.halodoc.com manfaat kerang hijauSource: www.halodoc.com
Manfaat kerang hijau

Selain bahaya dari kerang hijau ternyata ada manfaatnya, yaitu meningkatkan kesuburan pria dan wanita asalkan dikonsumsi dalam jumlah besar. Hal ini karena kandungan zinc cukup tinggi, 20 persen Angka Kecukupan Gizi (AKG), di mana zinc berperan besar dalam konsepsi atau pertemuan sel telur dan sperma. 

Zinc juga membantu siklus menstruasi wanita lebih lancar dan kualitas sel telur lebih baik. Selain itu dapat mengurangi rasa sakit dibutuhkan dalam bentuk suplemen, namun kerang yang dikonsumsi harus berkualitas baik, misalnya seperti dari Selandia Baru, bukan kerang dari sini (Lokal), dan biasanya dalam bentuk konsentrat. 

Baca Juga: Makan Pedas Mengurangi Sensitivitas Lidah, Apa Saja Dampak Lainnya?

Selain itu, seberapa banyak jumlah konsumsi kerang yang baik, menurut Verawati berdasar penelitian adalah sebanyak 2 gram sekali makan atau 3 hingga 5 buah kerang, itu untuk di Jakarta.