Washoku, Diet Unik yang Mengharuskan Makan Banyak Nasi

Aug 25, 2019 4:00 AM

Keinginan besar untuk melakukan diet memang kerap terpikirkan oleh banyak orang. Namun, kesulitan saat mulai melakoninya kerap menjadi batu sandungan. Macam-macam cara diet pun bermunculan. Di Jepang, terdapat metode diet cukup unik yakni Washoku, diet ini terbilang unik karena justru mengharuskan orang yang diet untuk makan banyak nasi.

Meski sampai saat ini diet unit washoku belum diteliti, sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal PLOS One menemukan bahwa nasi yang merupakan pusat diet tradisional Jepang, makan banyak nasi dapat membantu meningkatkan kesehatan mental. Sebuah tim peneliti dari Fakultas Kedokteran Universitas Hokkaido dan Tenshi College di Jepang melakukan survei untuk menganalisis kebiasaan diet dan kesehatan mental dan fisik penduduk Jepang.

Penelitian diet washoku ini didasarkan pada 278 orang yang sehat secara fisik dan mental dan berusia setidaknya 40 tahun. Tim peneliti kemudian mengevaluasi konsumsi harian makanan pokok para peserta seperti nasi, makanan berbasis beras, roti, mie, dan sereal untuk tiga makanan utama mereka: sarapan, makan siang, dan makan malam.

Baca juga: Lagi Diet? Ini Menu Makan Malam Rendah Kalori yang Perlu Kamu Konsumsi


Washoku, Diet Unik yang Mengharuskan Makan Banyak NasiSource: HuffPost
Diet washoku dianggap diet paling nikmat.

Studi ini mengungkapkan bahwa peningkatan kualitas tidur dan kualitas hidup secara keseluruhan terkait dengan konsumsi beras. Namun, asupan mie dan roti tidak menunjukkan asosiasi yang sama. Sementara itu, makan kombinasi nasi dan miso atau sup tempe kedelai - makanan pokok Jepang lainnya - juga dapat meningkatkan kesehatan fisik dan mental.

Temuan ini mendukung studi longitudinal sebelumnya yang melihat perubahan dalam diet Jepang setiap 15 tahun, dari 1960 hingga 2005. Dalam studi sebelumnya, ditemukan bahwa diet Jepang yang terdiri dari lebih banyak nasi dan sup miso sebagian besar bertanggung jawab untuk mencegah penurunan kognitif. Miso mengandung flavonoid yang membantu meningkatkan fungsi otak dan kemampuan belajar serta meningkatkan daya ingat.

Para peneliti juga mengatakan bahwa penelitian saat ini menunjukkan hubungan antara asupan beras dan kesehatan fisik dan mental, dengan kontribusi tidak langsung dari asupan makanan lain sebagai mediator. "Makanan yang dikaitkan dengan peningkatan kesehatan adalah komponen dari diet tradisional Jepang," catat para peneliti.

Baca Juga: Sebuah Penelitian Ungkap Fakta Terbaru, Menangisi Mantan Bisa Turunkan Berat Badan


Washoku, Diet Unik yang Mengharuskan Makan Banyak NasiSource: ItalianFood
Sup menjadi pendamping diet washoku

Washoku mendasarkan rasa dari bahan-bahannya - Berbeda dengan diet Barat, diet tradisional Jepang tidak menggunakan zat tambahan untuk meningkatkan rasa. Sebagai gantinya, rasa diperoleh dari semua bahan melalui teknik yang berbeda.

Baca juga: Awas! Inilah yang Terjadi Jika Seseorang Terlalu Banyak Mengkonsumi Protein

Alih-alih mengkonsumsi gula, sake manis atau mirin digunakan sebagai pemanis untuk masakan Jepang, diet ini mengandung 58 gram (g) gula per 100 g, dibandingkan dengan 98 g gula per 100 g gula putih. Ini juga mengandung indeks glikemik yang lebih rendah, yang menunjukkan bahwa energi dari konsumsi mirin akan bertahan lebih lama dan menjaga kadar gula stabil. Diet tradisional Jepang terutama terdiri dari bahan-bahan vegetarian, yang utamanya direbus.

Washoku sendiri sangat sederhana karena hidangannya tidak perlu banyak rasa tambahan; rasa alaminya hanya diperoleh dari bahan-bahan alami. Ichi ju san sai, gaya Washoku paling standar, terdiri dari satu hidangan utama, dua lauk, nasi, dan sup miso. Setiap makan berisi nasi dan sup miso, dan hidangan utama dengan lauk. Hidangan utama biasanya ikan atau daging sebagai sumber protein, sedangkan lauk biasanya mengandung sayuran, jamur, dan rumput laut.

Tertarik mencoba?