Lemak di Area Paha Lebih "Sehat" Untuk Wanita Dewasa Dibanding Lemak di Perut

July 27, 2019 7:00 AM

Lemak di dalam tubuh seringkali menjadi musuh kita karena bisa menyebabkan penampilan menjadi lebih besar dari normalnya. Berbagai cara dilakukan untuk mengurangi lemak tubuh agar postur tubuh menjadi lebih ideal.

Namun tak selamanya lemak di tubuh itu membawa pengaruh buruk bagi kelangsungan hidup kita. Lemak yang awalnya memiliki fungsi untuk menyelimuti daging dan tulang agar tetap hangat saat kondisi dingin pun ternyata juga memiliki andil dalam kelangsungan hidup wanita-wanita meskipun itu adalah musuh terbesarnya.

Jika selama ini lemak menjadi musuh besar bagi para wanita, namun menurut penelitian dari European Heart Journal menunjukkan bahwa lemak yang ada di daerah paha dan kaki wanita yang mengalami postmenopausal lebih bisa melindungi dari bahaya penyakit jantung ketimbang lemak yang ada di daerah perut. Bahkan menurut mereka tingkat kerentanan wanita terhadap penyakit jantung sebagian besar dimiliki oleh mereka yang miliki lemak di perut ketimbang yang punya lemak di paha maupun kaki.

Baca Juga: Hindari Warna Kuning Jika Kamu Ingin Langsing!


Lemak pahaSource: Alamy
Menurut penelitian, wanita yang memiliki lemak di area kaki lebih banyak cenderung "aman" dari penyakit yang berhubungan dengan jantung.
Dikutip dari BBC, wanita yang memiliki lemak yang dominan berada di perut diidentikkan dengan "wanita berbadan apel" sedangkan yang mempunyai lemak di paha dianggap sebagai "wanita berbadan buah pir". Selain itu para ilmuwan menghimbau para wanita untuk menanggalkan lemak di perut dan setidaknya menjadi yang "berbadan buah pir" atau miliki lemak dominan di daerah kaki.

Dengan melakukan studi yang melibatkan 2600 wanita yang miliki berat badan sehat dari BMI atau indeks massa tubuh yang berusia 18 hingga 25 tahun, para peneliti melihat adanya kecenderungan lebih sehat miliki lemak di paha daripada di perut. Dalam studi ini mereka menemukan wanita "apel" yang miliki lebih banyak lemak di sekitar perut, memiliki risiko penyakit kardiovaskular lebih dari tiga kali lipat dibandingkan dengan wanita "pir" alias wanita dengan lemak di sekitar pinggul dan paha.

Alasan mengapa memiliki lemak di perut bukanlah hal yang baik adalah karena jenis lemak yang disimpan di sekitar organ perut, yang disebut lemak visceral bisa meningkatkan resiko masalah metabolisme seperti diabetes tipe 2 dan penyakit kardiovaskular yang berarti rentan terkena penyakit yang berhubungan dengan jantung. Sudah banyak yang tahu jika penyakit jantung adalah salah satu penyakit pembunuh terbesar manusia di seluruh dunia.

Baca Juga: Perempuan Gemuk Cocok Jadi Istri Idaman, Setuju?


Lemak di perutSource: medicalnewstoday.cpm
Lemak di perut wanita konon memicu adanya penyakit yang menyangkut dengan kardiovaskular dan diabetes
Berbanding terbalik dengan lemak yang menyelimuti daerah paha dan kaki tak begitu memiliki dampak kepanjangan dengan organ penting di tubuh. Meski begitu para peneliti belum mengetahui mengapa hal itu bisa terjadi.

Profesor Qi Binqi dari Albert Einstein College of Medicine, New York memberikan sebuah pendapat yang menyarankan para wanita untuk menyeimbangkan lemak yang ada di perut dan paha dengan baik atau mengurangi kapasitas lemak di perut agar rasio lemak perut di kaki dan perut cukup seimbang. Hal itu patut dilakukan karena pada wanita usia paruh baya lemak perutnya bisa meningkat jika dibarengi dengan gaya hidup yang tidak sehat.

Solusi yang harus dilakukan oleh para wanita agar terhindar dari penyakit kardiovaskular adalah dengan lakukan olahraga dan makan makanan dengan nutrisi yang baik. Namun Profesor Qi masih belum menemukan jenis olahraga apa yang dapat membantu dalam mengatasi masalah tersebut secara efektif.

Baca Juga: Makan Banyak Tetap Kurus, Apakah Sehat?


Lemak di perutSource: spotebi.com
Dengan lakukan berbagai olahraga dan diet, lemak perut dan lemak kaki menjadi lebih bisa dikontrol rasionya.

Dokter Sonya Babu-Narayan dari British Heart Foundation, mengatakan bahwa penelitian ini dapat mengungkap hubungan yang menarik antara tempat penyimpanan lemak dan resiko serangan jantung dan stroke, tetapi tidak dapat memberi tahu kami mengapa itu bisa terjadi.

"Penelitian untuk mengungkap bagaimana distribusi lemak tubuh terkait dengan penyakit-penyakit seperti yang dilakukan akhir-akhir ini diyakini dapat mengungkapkan cara-cara baru untuk mencegah dan mengobati pembunuh terbesar di dunia di masa mendatang." ujar Dr. Sonya Babu-Narayan seperti yang dikutip dari BBC.

Dengan adanya penelitian tersebut membuat para wanita yang memiliki lemak berlebih di paha tidak terlalu risau ketimbang yang memiliki lemak di area perut. Namun tetap waspada terhadap kemungkinan buruk yang akan dialami jika tak mampu menurunkan kadar lemak di tubuh dengan cepat.