Viral 'Kocheng Oren', Benarkah Kucing Berbulu Oranye Punya Perilaku Lebih Agresif?

Jul 26, 2019 3:00 AM

Sosial media selalu khas dengan sesuatu yang viral atau yang dapat menarik perhatian banyak netizen. Belakangan ini, jagat sosial media diramaikan dengan istilah 'kocheng oren' yang merujuk pada hewan kucing berbulu oranye. Kebanyakan orang menyebut jika kucing jenis ini memiliki tingkah yang agresif layaknya seorang manusia.

Beberapa akun khususnya di instagram bahkan rajin memposting foto-foto tingkah laku kucing berbulu oranye yang terlihat antik ketimbang kucing-kucing dengan warna bulu lainnya. Dari sini, muncul pertanyaan, benarkah 'kocheng oren' yang dimaksud oleh netizen tersebut memang benar sesuai dengan fakta yang ada? apakah kucing berwarna oranye memang bertindak lebih agresif? Infia.co akan mencoba menjelaskan dari sisi ilmiahnya.

Baca Juga: Kucing Mengeong Hanya Kepada Manusia, Kenapa Ya?

Benarkah Kucing Memiliki Karakter yang Berbeda-beda?


kucing oranyeSource : pictame.com
Kucing Berbulu Oranye

Kucing adalah salah satu makhluk hidup dimana memiliki kemiripan dengan manusia. Mereka juga memiliki karakter yang berbeda antara satu kucing dengan kucing lainnya. Terdapat beberapa faktor yang membuat kucing bisa bertindak berbeda dengan sesama jenisnya. Faktor-faktor yang dimaksud adalah ras, jenis kelamin, dan lingkungan tempat tinggal. Sebagai contoh, kucing dengan ras persia memang dikenal lebih suka berdiam diri di rumah daripada harus keluyuran ke tempat lain.

Konsep serupa juga berjalan sama bagi kucing dengan jenis kelamin jantan dan betina. Kucing dengan jenis kelamin jantan umumnya akan bertindak lebih agresif, ganas, dan atraktif dalam aktivitasnya. Berbeda dengan kucing betina yang lebih pemalas dan tidak terlalu banyak bergerak layaknya kucing jantan. Pengaruh tempat tinggal kucing juga mengambil peranan besar atas tingkah laku mereka. Kucing kampung yang liar terbiasa untuk mencari makan dengan mengejar tikus. Itulah mengapa mereka juga mampu bergerak lebih kencang ketimbang kucing peliharaan yang memang sudah diberikan jatah makan secara teratur oleh majikannya.

Baca Juga: Inilah Alasan Kenapa Kucing Takut Air


Apakah Warna Bulu Juga Mempengaruhi Tingkah Laku Kucing?


tingkah kucingSource : berbagisemangat.com
Tingkah Laku Kucing Oranye

Menurut penelitian yang pernah dilakukan pada tahun 2015 lalu, warna bulu kucing memang dapat mempengaruhi perilaku dari kucing itu sendiri. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kucing calico (mempunyai bulu berwarna putih, oranye, dan hitam) serta kucing tortoiseshell (mempunyai bulu campuran hitam dan oranye) memang bertindak lebih aktif ketimbang kucing dengan warna bulu lainnya. Kucing dengan bulu berwarna oranye justru dianggap lebih kalem serta lebih suka bermanja dengan orang-orang di sekitar.

Akan tetapi, sang peneliti juga tidak berani menjamin bahwa hasil temuannya tersebut cocok dan berlaku bagi semua kucing yang ada di dunia. Sebab, ia hanya mengambil sampel berupa kucing peliharaan dari orang-orang saja. Secara garis besar, warna atau pigmen dari bulu kucing memang bisa mengambil peranan dalam tingkah laku mereka di kehidupan sehari-hari. Namun tidak ada fakta yang mengatakan bahwa kucing dengan bulu oranye atau 'kocheng oren' memang bertindak paling agresif ketimbang kucing lainnya.

Baca Juga: Alasan Anjing dan Kucing Tidak Akur


Kesimpulan


Dari penjelasan yang dipaparkan di atas, dapat diambil kesimpulan bahwa sebenarnya istilah 'kocheng oren' hanya berupa bercandaan netizen semata. Tidak ada penjelasan ilmiah yang mengatakan bahwa kucing dengan bulu oranye bertindak sangat agresif layaknya perilaku menusia secara umum. Warna dari bulu kucing memang bisa mengambil pengaruh akan tindakan mereka. Namun, warna bulu bukan menjadi satu-satunya hal yang bisa mempengaruhi tindakan mereka. Masih ada faktor-faktor lain yang tidak bisa dihitung secara ilmiah seperti ras, jenis kelamin, dan tempat tinggal.