Tips Berikut Ini Dapat Mencegah Smartphone Mudah Terbakar dan Meledak

June 11, 2019 7:59 AM

Masih ingat dengan kasus ledakan Galaxy Note 7 beberapa tahun lalu? Ketika itu masalah produksi pada komponen baterai pada Galaxy Note 7 disinyalir menjadi penyebab utama meledaknya perangkat. Kasus tersebut bukan yang pertama kali terjadi dan tidak hanya menimpa satu merek ponsel saja. Bahkan kasus ponsel terbakar atau meledak juga pernah terjadi pada smartphone mahal macam iPhone sekalipun. Sebabnya, baterai jenis lithium-ion yang umum digunakan di ponsel dan perangkat mobile modern lainnya memang rawan terbakar atau meledak apabila rusak atau terekspos suhu tinggi. 

Ada beragam penyebab mengapa sebuah ponsel dapat meledak, seperti misalnya korsleting atau adanya kesalahan saat pengisian daya. Salah satu penyebab yang sering muncul adalah panas berlebih pada bagian dalam ponsel yang kemudian memicu terjadinya ledakan. Misalnya, baru-baru ini seorang wanita asal Thailand mendapati ponselnya meledak setelah ditinggalkan di dalam mobil ketika siang bolong. Perangkat tersebut rupanya kepanasan karena terpapar cahaya matahari terus-menerus.

Bagaimana cara mencegah agar ponsel tak meledak? Ada beberapa tips yang bisa diikuti berikut ini.

1. Jangan pakai saat sedang di-charge 

Jangan pakai saat sedang di-chargeSource: Tribunnews.com
Sebaiknya jangan menggunakan ponsel dalam kondisi sedang diisi baterainya.

Sebaiknya jangan menggunakan ponsel dalam kondisi sedang diisi baterainya.  Saat di-charge, bagian dalam ponsel terutama baterai akan mengalami peningkatan suhu. Nah, ketika ponsel digunakan secara bersamaan dengan pengisian baterai, suhu akan meningkat lebih jauh karena sistem charging semakin terbebani dengan daya yang terkuras. Terlebih kalau penggunaanya "berat" seperti untuk bermain game. Kondisi ini disebut "parasitic load" dan sebaiknya dihindari karena ikut berdampak buruk pada ketahanan baterai, di samping meningkatkan suhu. 

2. Gunakan charger asli dan berkualitas 

Gunakan charger asli dan berkualitasSource: YouTube
Selalu gunakan charger original atau yang memang dikenal berkualitas tinggi.

Selalu gunakan charger original atau yang memang dikenal berkualitas tinggi. Setiap vendor memiliki standar dan spesifikasi tertentu untuk charger yang diproduksi, terutama yang memiliki kemampuan fast charging. Jangan ambil risiko dengan menggunakan charger non-original yang keluaran listriknya tak terjamin bagus. Ingatlah bahwa tak semua charger memiliki kualitas setara. Lebih baik memilih merek terpercaya daripada mengorbankan perangkat dengan memilih charger abal-abal. Salah-salah, bukannya menghemat tapi malah rugi karena perangkat rusak, bahkan terbakar atau meledak.

Baca juga: Google Tarik Lisensi Android, Bagaimana Nasib Smartphone Huawei?

3. Hentikan charging saat baterai terisi 100 persen 

Hentikan charging saat baterai terisi 100 persenSource: IDN Times
Jika ponsel sudah terisi 100 persen maka sebaiknya cabut kabel charger untuk menghentikan proses pengisian daya.

Jika ponsel sudah terisi 100 persen maka sebaiknya cabut kabel charger untuk menghentikan proses pengisian daya. Membiarkan ponsel tertancap ke charger sebenarnya tidak akan membuat perangkat meledak, karena ponsel secara otomatis akan memperkecil daya charging dan melakukan trickle charging, yakni mengisi daya dengan perlahan setiap kapasitas baterai menurun. Namun, efeknya kurang baik untuk baterai dalam jangka panjang. Baterai lithium-ion pun sebaiknya tak ditunggu sampai benar-benar kosong dan langsung diisi penuh. Tancapkan charger saat indikator baterai berada di kisaran 30 persen dan cabut saat sudah mencapai sekitar 80 persen. 

4. Gunakan baterai asli 

Gunakan baterai asliSource: Riaume.com
Meski ponsel masa kini menggunakan desain unibody, baterainya bisa tetap diganti.

Meski ponsel masa kini menggunakan desain unibody, baterainya bisa tetap diganti. Namun, seperti halnya charger, kualitas baterai pun dapat berbeda-beda. Supaya terjamin aman, pakailah baterai asli yang berasal dari vendor ponsel. 

5. Jangan pakai baterai rusak 

Jangan pakai baterai rusakSource: Tribunnews.com
Salah satu penyebab baterai lithium-ion meledak atau terbakar adalah apabila baterai mengalami kerusakan fisik, misalnya karena jatuh atau tertancap sesuatu.

Salah satu penyebab baterai lithium-ion meledak atau terbakar adalah apabila baterai mengalami kerusakan fisik, misalnya karena jatuh atau tertancap sesuatu. Ini bisa menyebabkan hubungan pendek yang berbahaya. Karena itu, sebaiknya jangan gunakan baterai yang mengalami kerusakan, termasuk yang masih berada di dalam perangkat. Contohnya, ketika ponsel bengkok dan retak, komponen baterai mungkin ikut terdampak. 

6. Hindari "charging case" non-ori

Hindari "charging case" non-oriSource: My-best.id
Beberapa produsen membuat aksesori casing yang memiliki baterai terintegrasi sehingga bisa berfungsi sebagai power bank.

Lagi-lagi, aksesori ponsel memiliki kualitas bervariasi, terutama dari segi kelistrikan. Beberapa produsen membuat aksesori casing yang memiliki baterai terintegrasi sehingga bisa berfungsi sebagai power bank. Nah, apabila ingin menggunakan aksesori macam charging case ini, sebaiknya pilih yang memang original, resmi berasal dari pabrikan ponsel supaya ada jaminan kualitas. 

7. Jangan asal colok 

Jangan asal colokSource: Liputan6.com
Tak semua outlet (colokan) listrik memiliki keluaran listrik yang stabil atau aman.

Tak semua outlet (colokan) listrik memiliki keluaran listrik yang stabil atau aman. Beberapa malah berbahaya buat charger dan ponsel. Sebaiknya hindari outlet yang tampak meragukan, seperti ada bekas kerusakan, tercerabut, apalagi hangus. 

8. Jangan isi baterai ponsel di tempat tidur 

Jangan isi baterai ponsel di tempat tidurSource: Dream
Pernah ada kasus ponsel terbakar karena tertimbun di balik bantal saat sedang di-charge.

Pernah ada kasus ponsel terbakar karena tertimbun di balik bantal saat sedang di-charge. Aliran udara terhambat sehingga membuat ponsel kepanasan. Apalagi kalau menggunakan baterai tak resmi yang lebih rawan suhu tinggi. Ponsel yang terbakar tentu akan membahayakan pemilik apabila sedang terlelap. Aneka barang di kasur juga mudah terbakar. Karena itu, sebaiknya jangan letakkan ponsel di tempat tidur saat sedang diisi baterainya. 

Baca juga: Susah Sinyal Saat Diperjalanan? Ini Beberapa Tips Memperkuat Sinyal Smartphone

9. Matikan ponsel apabila basah 

Matikan ponsel apabila basahSource: Tribunnews.com
Apabila basah karena tercebur, sebaiknya segera matikan ponsel dan jangan digunakan sampai benar-benar kering.

Anjuran ini tentu berlaku untuk ponsel yang tidak memiliki ketahanan terhadap air dan debu. Dalam kasus demikian, apabila basah karena tercebur, sebaiknya segera matikan ponsel dan jangan digunakan sampai benar-benar kering. Jika baterai bisa dilepas oleh pengguna, langsung lakukan hal itu untuk mencegah hubungan pendek. 

10. Jangan tinggalkan ponsel di tempat panas

Jangan tinggalkan ponsel di tempat panasSource: merdeka.com
Hindari ponsel dari paparan suhu tinggi atau sinar matahari langsung dalam waktu lama agar tak mengalami overheating.

Seperti yang terjadi di Thailand baru-baru ini, meninggalkan ponsel di mobil atau tempat panas lain adalah tindakan berbahaya. Hindari ponsel dari paparan suhu tinggi atau sinar matahari langsung dalam waktu lama agar tak mengalami overheating.