Tiga Anggapan yang Salah Soal Orang Ekstrovert

Jul 9, 2019 1:00 PM

Orang-orang ekstrovert mendapatkan anggapan sebagai sosok yang sangat ceria, mudah bergaul dan tidak pernah bersedih. Memang tidak semua anggapan tersebut salah, namun ada beberapa hal yang sebenarnya bisa dilakukan oleh orang-orang ekstrovert tanpa kamu menduganya.

Kepribadian setiap orang berbeda-beda dan biasanya hanya dicirikan kepada dua hal, yaitu introvert dan ekstrovert. Hal ini adalah yang membentuk perilaku kita sehari-hari. Namun setiap orang tidak akan pernah 100 persen introvert atau ekstrovert, akan selalu ada waktu bagi mereka mengeluarkan sisi yang berkebalikan dari yang biasanya mereka tunjukkan.

Ciri yang mudah dikenali untuk membedakan orang introvert dan ekstrovert adalah bagaimana mereka bergaul. Orang introvert cenderung sendirian karena mereka selalu memproses informasi dengan dirinya sendiri di dalam kepala, sedangkan ekstrovert akan memprosesnya lewat interaksi dengan orang lain. Oleh karena itu, terlihat jelas bahwa orang ekstrovert selalu bersama-sama dengan orang lain.

Berdasarkan studi, orang yang introvert memiliki lebih banyak darah yang mengalir di lobus frontal, yaitu tempat otak mengingat kejadian, menyusun rencana dan pecahkan masalah. Sedangkan ekstrovert, memiliki lebih banyak aliran darah di daerah yang memproses aksi menyetir, mendengarkan dan mengamati.

Sikap introvert yang tertutup sering disalahpahami sebagai seseorang yang anti-sosial, sedangkan ekstrovert sering salah dianggap sebagai orang yang narsis, ekspresif dan pencari perhatian. Namun benarkah? Apa saja hal-hal yang sebenarnya salah mengenai penilaian orang terhadap ekstrovert?

Baca Juga: Orang Introvert Lebih Kuat dalam Menghadapi Hidup, Ini Alasannya!


1. Ekstrovert Tidak Pernah Sedih


Ekstrovert bersedihSumber: buzzsouthafrica.com
Ekstrovert bisa merasa sedih.

Orang-orang ekstrovert selalu terlihat ceria dan gembira menyebabkan anggapan bahwa mereka selalu berbahagia dan pasti tidak pernah bersedih. Namun mereka juga merupakan manusia biasa yang memiliki emosi, orang ekstrovert juga bisa tenggelam dalam rasa kesedihan dan kesendirian. Hal itu juga bisa berkaitan jika mereka tidak mendapatkan interaksi yang cukup dengan orang-orang sekitar.


2. Ekstrovert Adalah Orang Egois


Ekstrovert egoisSumber: theladders.com
Orang ekstrovert sering diasumsikan egois.
Ekstrovert dikenal sebagai orang yang gemar berbicara, saking gemarnya dianggap cerewet, selalu ingin didengar hingga dinilai jarang peduli terhadap opini orang lain. Namun, seperti halnya introvert, mereka yang ekstrovert juga memiliki kepedulian kepada orang lain. Orang introvert bisa terlihat sebagai pendengar yang baik karena mereka hanya akan berbicara setelah memproses informasi secara seksama di dalam pikirannya. Mereka adalah pendengar yang baik. Namun ekstrovert juga bisa melakukan hal seperti itu, tergantung kepada dengan siapa mereka berinteraksi.

Baca Juga: Penjelasan Singkat Tentang Ambivert, Kepribadian Manusia Selain Ekstrovert dan Introvert


3. Ekstrovert Tidak Suka Menyendiri


MenyendiriSumber: newatlats.com
Para ekstrovert bisa menyendiri sesekali.
Setiap manusia, pada dasarnya memerlukan waktu untuk bisa sendirian, untuk mengisi ulang energi, motivasi dan menyusun kembali mood mereka. Setiap orang pantas mendapatkan me time dengan tujuan-tujuan tersebut. Namun yang berbeda adalah orang introvert akan lebih menyukai untuk menyendiri di rumah atau dalam kamar tidur, sementara para ekstrovert akan menyendiri di tempat ramai seperti mall dan kafe.

Sebagai kesimpulan, yang perlu diingat adalah setiap orang pada dasarnya memiliki sisi introvert dan ekstrovert-nya masing-masing, namun yang membedakan adalah kadar ke-introvert-an dan ke-ekstrovert-an mereka, tergantung sisi mana yang lebih mendominasi. Akan ada saat bagi mereka untuk mengeluarkan ke-introvert-annya dan di lain waktu yang sebaliknya.

Baca Juga: Orang Introvert Sulit Alami Tidur Nyenyak, Ini Penyebabnya!

Demikian halnya dengan ekstrovert, introvert juga memiliki beberapa hal yang disalahartikan oleh masyarakat, seperti asumsi bahwa mereka tidak suka bergaul. Para introvert selalu bisa bergaul, namun tergantung kepada siapa mereka bergaul dan mereka akan berinteraksi sosial dengan cara berbeda. Jika mereka hanya diam saja, bukan berarti mereka sedang bersedih, hanya, mereka sedang memproses informasi di dalam kepalanya sendiri. Informasi yang dimaksud adalah segala sesuatu yang mereka lihat, dengar dan rasakan. Jika para ekstrovert cenderung akan menumpahkannya, membicarakannya dengan orang lain, introvert akan memprosesnya di dalam kepala sendiri tanpa diketahui oleh orang lain.