Ternyata Vitamin Tidak Kita Butuhkan, Ini Faktanya !

August 5, 2019 4:00 AM

Selama bertahun-tahun para ilmuwan meyakini vitamin E bermanfaat untuk mencegah kanker, penyakit jantung dan Alzheimer, selain juga menjaga kecantikan kulit dan mata. Angka penjualan suplemen ini pun meningkat tajam dibanyak negara. 

Tetapi studi-studi terbaru mengungkap hal sebaliknya. Vitamin E ternyata tidak bermanfaat bagi kesehatan jantung. Para peneliti melakukan wawancara pada sekelompok orang yang mengonsumsi suplemen vitamin E, lalu mengamati kesehatan mereka. 

Baca Juga: Ternyata Ini Loh Asal Usul Boba Pada Bubble Tea

Suplementasi multivitamin juga tidak dimaksudkan sebagai pengganti nutrisi yang diperlukan tubuh Anda. Ini karena struktur vitamin dalam pil atau tablet multivitamin Anda sedikit berbeda dengan vitamin asli yang bisa Anda dapatkan dari alam.  Jadi sebisa mungkin usahakan untuk mencukupi kebutuhan gizi Anda dari sumber yang alami. 

Selain itu, berbagai penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi multivitamin ternyata tidak meningkatkan performa atau kondisi kesehatan seseorang. Pada orang-orang yang nutrisinya sudah tercukupi, multivitamin bersifat tidak lebih dari obat kosong (efek plasebo). Ini fakta Tentang vitamin yang jarang orang tahu

1. Dapat Overdosis Vitamin


source https://hellosehat.com Dapat overdosis vitaminSource: https://hellosehat.com
Dapat overdosis vitamin

Hanya karena ini suplemen, bukan berarti Anda tak bisa mengalami overdosis. Vitamin A, D, E, dan K dalam dosis besar dapat menyebabkan masalah kesehatan dan bisa mengganggu konsumsi obat-obatan resep pada seseorang. Terlalu banyak vitamin A (dalam bentuk retinol) bisa menyebabkan gagal hati atau bahkan kematian, sedangkan pada wanita hamil akan berisiko cacat lahir. 

Selain itu, kebanyakan asupan vitamin D mengakibatkan penurunan berat badan yang tidak sehat, nyeri tulang, muntah, diare dan masalah otot. Overdosis vitamin E bisa meningkatkan risiko pendarahan, terutama bagi orang-orang yang tengah mengonsumsi obat pengencer darah sedangkan terlalu banyak vitamin K juga berbahaya karena bisa mendatangkan penyakit hati atau ginjal. 

Baca Juga: Kenapa Thai Tea Berwarna Oranye? Ini Sebabnya!

Overdosis zat besi dari suplemen juga merusak fungsi organ dan menyebabkan kematian jika tidak diobati. Lagipula sebenarnya tidak sulit untuk meminum suplemen melebihi dosis yang direkomendasikan. Misalnya, seorang wanita yang mengkhawatirkan kondisi tulangnya bisa jadi mengonsumsi suplemen kalsium, minum multivitamin yang mengandung kalsium dan makan sereal yang diperkaya kalsium dengan susu sekaligus. 

Dengan pola seperti ini maka wanita itu akan cepat mencapai batasan kalsium harian, yaitu 2.000 miligram. Padahal terlalu banyak kalsium dalam tubuh bisa menyebabkan batu ginjal.

2. Tubuh Tidak Butuh Suplemen Sama Sekali


source https://intisari.grid.id Ternyata Tubuh Kita Tidak butuh suplemen sama sekaliSource: https://intisari.grid.id
Tubuh tidak butuh suplemen 

Banyak nutrisi yang bisa didapatkan dengan mudah lewat alam dan Anda tak perlu sebuah label untuk membuktikannya. Vitamin A ditemukan pada telur, hati dan susu, namun seorang vegetarian pun bisa memperoleh dosis harian dari lima porsi sayuran berdaun hijau serta buah-buahan berwarna kuning dan oranye. 

Vitamin B juga bisa diperoleh dari produk makanan turunan hewan (meski begitu wanita hamil atau mencoba untuk hamil masih ingin mempertimbangkan penggunaan asam folat untuk membantu mencegah cacat lahir).

3. Muncul Penyakit-Penyakit Baru


source www.halodoc.com muncul penyakit-penyakit baruSource: www.halodoc.com
Muncul Penyakit-Penyakit Baru

Vitamin C tak terbukti mencegah influenza dan terlalu banyak vitamin C justru berbahaya bagi orang-orang yang mengidap hemokromatosis, sebuah kondisi di mana tubuh menyerap dan menyimpan terlalu banyak zat besi. Makanan yang kaya akan vitamin D seperti lemak ikan, telur dan produk susu biasanya juga diperkaya dengan vitamin sehingga Anda tak memerlukan suplemen. 

Baca Juga: Minuman Hangat atau Dingin yang Berikan Banyak Manfaat Bagi Tubuh?

Hal yang perlu diingat, banyak studi yang mengaku tak menemukan bukti bahwa multivitamin dapat meningkatkan kesehatan individu. Penelitian dilakukan dengan mengamati 14.000 dokter pria yang mengonsumsi vitamin C atau E dosis tinggi selama 8 tahun. Ternyata tak satupun suplemen itu yang menurunkan risiko serangan jantung, stroke, atau kematian akibat penyakit kardiovaskular. Bahkan, vitamin E sedikit meningkatkan risiko stroke perdarahan di otak.