Ternyata Beberapa Hal Ini Dapat Menyebabkan Kita Menjadi Insomnia

Apr 5, 2019 12:30 PM

Anda selalu merasa sulit untuk terlelap, tidak peduli seberapa lelahnya Anda seharian bekerja? Atau, apakah Anda sering terbangun di tengah malam dan terbaring terjaga selama berjam-jam, menatapi gelapnya langit-langit rumah? Insomnia adalah masalah umum yang menguras energi, mood, kebugaran tubuh, dan kemampuan beraktivitas Anda selama sehari ke depan. Insomia kronis bahkan dapat menyebabkan masalah kesehatan serius.

Insomnia adalah ketidakmampuan untuk mendapatkan jumlah tidur yang Anda butuhkan untuk terbangun di pagi hari merasa segar dan bertenaga. Karena orang yang berbeda membutuhkan lama waktu tidur yang berbeda pula, insomnia didefinisikan dari kualitas tidur Anda dan bagaimana perasaan Anda setelah terbangun di pagi hari, bukan jumlah jam tidur atau seberapa cepat Anda terlelap di malam hari. Bahkan jika Anda menghabiskan 8 jam tertidur, jika Anda merasa ngantuk dan lelah lesu di siang hari, Anda mungkin mengalami insomnia.

Berikut adalah beberapa hal yang mungkin tidak Anda sadari sebelumnya yang dapat menyebabkan insomnia:


1. Jadwal Tidur yang Berbeda di Hari Kerja dan Akhir Minggu


Ilustrasi seseorang yang sedang tertidurSource: nutritiouslife.com
Anda perlu menjaga jadwal tidur yang sama selama hari kerja.

Tubuh Anda membutuhkan konsistensi. Jika Anda menjaga jadwal tidur yang sama selama hari kerja, namun terbiasa pergi tidur lebih larut selama akhir pekan, jangan harap untuk dapat terlelap tepat waktu mengikuti jadwal tidur di hari biasa saat Minggu malam. Kebiasaan ini dijuluki sebagai “social jet lag” oleh para ahli, karena Anda secara efektif memaksa tubuh Anda untuk beralih antara dua zona waktu yang berbeda setiap minggu.

Baca Juga: Musik Berirama Lambat Mampu Membuat Tidur Lebih Nyenyak


2. Tidur Terlalu Cepat


Ilustrasi orang yang terlelap begitu sajaSource: medicalnewstoday.com
Rata-rata penderita insomnia yaitu karena mereka tidur terlalu cepat dari jadwal biasanya.

Sembilan puluh persen dari penderita insomnia tidur terlalu cepat dari jadwal biasanya. Walaupun kedengarannya tidak efektif, tapi terjaga sedikit lebih lama akan mengirimkan sinyal kepada sistem homeostatik tubuh bahwa Anda memerlukan lebih banyak tidur. Jadi, saat Anda benar-benar tidur, Anda akan terlelap lebih cepat. Dalam terapi perilaku kognitif (CBT), dokter seringnya akan memulai dari waktu bangun pagi Anda, kemudian menghitung mundur dalam 6-7 jam ke belakang. Misalnya, Anda bangun pagi pukul 05.30, artinya waktu tidur Anda sekitar pukul 11:30. Membatasi waktu tidur Anda mengirimkan pesan kepada tubuh Anda bahwa Anda lebih aktif dan membutuhkan tidur ketika Anda mencobanya.


3. Tidak Punya Rutinitas Menjelang Tidur


Ilustrasi pasangan yang melakukan aktivitas menyikat gigi sebelum tidurSource: kompas.com
Rutinitas kecil menjelang tidur ternyata bermanfaat untuk mempersiapkan tubuh beristirahat. 

Begitu Anda merasa lelah setelah beraktivitas seharian, Anda cenderung untuk langsung tertidur begitu saja tanpa persiapan apapun untuk menabung lebih banyak waktu tidur. Yang tidak kita sadari, rutinitas kecil menjelang tidur ternyata bermanfaat untuk mempersiapkan tubuh beristirahat. Satu jam sebelum waktu tidur, habiskan 20 menit pertama untuk menyelesaikan utang ‘PR’ yang harus dikerjakan (misalnya, membalas email kantor, menyiapkan pakaian untuk esok hari) dan 20 menit setelahnya untuk menyiapkan Anda tidur (cuci muka, gosok gigi, ganti baju tidur). Untuk 20 menit terakhir, lakukan satu hal yang dapat menenangkan tubuh dan pikiran, misalnya yoga ringan, meditasi, atau membaca buku sambil ditemani segelas susu hangat. Setelah 60 menit usai, matikan lampu dan pergi tidur.

Baca Juga: Seberapa Sering Kamu Harus Mengganti Sprei Dan Selimut Kamu? Ini Anjuran yang Benar!


4. Terlalu Banyak Minum Kopi Seharian


Ilustrasi seseorang meminum kopiSource: hellosehat.com
Kafein dapat membuat Anda terjaga, sehingga setelah mengkonsumsi minuman atau makanan yang mengandung kafein yang banyak, maka Anda akan kesulitan untuk tertidur.

Kafein dapat membuat Anda terjaga, tetapi banyak orang yang keliru berpikir bahwa stimulan tidak memiliki pengaruh apapun bagi mereka. Sebenarnya, kafein memiliki paruh usia hingga 8-10 jam (artinya setengah ‘porsi’ kafein dari gelas kopi terakhir Anda masih tertinggal dalam sistem tubuh Anda dalam 8-10 jam setelahnya), sehingga minum terlalu banyak kopi di penghujung hari mungkin secara tidak sengaja menghambat nyenyak tidur Anda. Terlebih lagi, metabolisme tubuh terhadap kafein akan semakin melambat seiring usia. Tubuh Anda tidak dapat memproses kafein seefisien pada usia 20-an awal, maka jumlah kafein yang sama yang pada awalnya tidak membawa pengaruh apapun bagi tubuh Anda, kini mulai menampakkan efek sebenarnya.


5. Terlalu Gelisah di Tengah Malam


Ilustrasi seseorang yang tidurnya tergangguSource: hellosehat.com
Pilih aktivitas yang Anda sukai, untuk membantu meminimalisir kecemasan yang sering dirasakan.

Jika Anda terbangun di tengah tidur merasa cemas dan dipenuhi oleh ratusan pikiran yang berjalan bolak-balik dalam bayangan Anda, lebih baik bangkit dari tempat tidur. Tapi, yang paling menentukan seberapa baiknya Anda beristirahat adalah apa yang Anda lakukan setelahnya. Jauhi hal-hal yang membangkitkan stimulasi tubuh, misalnya memeriksa email atau nge-tweet mengeluhkan insomnia Anda. Pilih aktivitas yang Anda sukai misalnya merajut atau meneruskan membaca novel seru favorit Anda, untuk membantu meminimalisir kecemasan yang sering dirasakan oleh penderita insomnia.

Baca Juga: Kenapa Menguap Dapat Menular Ke Orang Lain?


6. Sibuk Bermain Gadget Sebelum Tidur


Ilustrasi seseorang bermain gadgetSource: dream.co.id
Jangan masukkan bermain HP atau laptop ke dalam rutinitas tidur Anda.

Untuk tidur nyenyak yang Anda impi-impikan selama ini, jangan masukkan bermain hape atau laptop ke dalam rutinitas tidur Anda. Memang nonton tv sebentar sebelum tidur dinilai banyak membantu bagi sebagian orang, namun aktivitas yang melibatkan interaksi membalas email, main FB, nge-tweet, atau sekadar chatting sebelum tidur akan mencegah otak Anda dari beristirahat dan dapat memicu gejala insomnia.

Nah, seperti itulah beberapa hal yang menyebabkan kita menjadi susah tidur dan mengalami insomnia, sebaiknya hal-hal seperti di atas dihindari jika Anda ingin mendapatkan kualitas tidur yang baik.