Ternyata, 5 Bahan Makanan dari Tanaman Ini Bisa Picu Kekeringan Air

Apr 6, 2019 9:30 AM

Dunia yang tengah diancam oleh perubahan iklim ekstrim pun juga tengah dihadapi dengan masalah berupa kekeringan air. Perubahan iklim serta pemanasan global menjadi salah satu pemicu kekeringan air makin parah. Padahal air sendiri menjadi sumber kehidupan untuk makhluk hidup di bumi, termasuk pula untuk para tanaman.

Sebuah tanaman memang tak bisa lepas dari air sebagai salah satu sumber kehidupannya. Karena adanya air, proses pertumbuhan tanaman menjadi optimal dan mencegah terjadinya kekeringan karena nutrisi yang terkandung dari air tersebut. Namun tak jarang ada tanaman yang membutuhkan banyak air yang menyebabkan kasus kekeringan tanah makin menjadi.

Seperti yang dilansir CNN, ada lima makanan yang berasal dari tanaman memiliki tingkat keborosan air paling tinggi dan konon menjadi salah satu faktor kekeringan jika ditanam di daerah dengan tingkat kekeringan tinggi.

Baca Juga: Kenapa Jarang Ada Es Krim Rasa Anggur?


1. Almond California


AlmondSource: harriswoffalmond.com
Kacang Almond California.

Salah satu jenis kacang-kacangan yang terkenal dengan rasa khasnya, kacang Almond ternyata masuk ke dalam salah satu diantara jenis kacang-kacangan yang membutuhkan banyak air untuk bertumbuh. Khususnya kacang almond California yang memenuhi 80 persen stok almond dunia yang nyatanya butuhkan 12 liter air hanya untuk menumbuhkan satu buah kacang almond.

Berdasarkan riset studi yang berlangsung dari tahun 2004 hingga 2015, 12 liter air dibutuhkan untuk satu buah kacang Almond California serta dalam setahun para petani Almond menghabiskan dua triliun liter air per tahun untuk produksi kacang almond yang membuat resiko penipisan air tanah makin besar meskipun mereka sudah memiliki irigasi air untuk memproduksi kacang almond.

Menurut kabar, pada tahun 2025 para petani Almond yang berada di California, AS sepakat untuk mengurangi penggunaan air sekitar 20 persen untuk menumbuhkan satu pon kacang Almond.



2. Alpukat Chile


AlpukatSource: Vice
Buah Alpukat.

Buah tropis yang satu ini memang sering digunakan baik untuk sajian makanan manis, olahan minuman, ataupun salad. Namun siapa sangka buah alpukat memerlukan air yang banyak hanya untuk membuat buah tersebut tumbuh dengan sempurna.

Di kota Petorca yang berada di negara Chile, untuk menumbuhkan setiap hektar perkebunan alpukat membutuhkan pasokan air sekitar 100 ribu liter perhari dan 2 ribu liter hanya untuk mendapatkan satu kilogram buah alpukat, yang mana konsumsi air tersebut empat kali dari kebutuhan air untuk menumbuhkan satu kilogram jeruk dan tomat menurut organisasi asal Belanda, Water Foodprint Network.

Ditambah dengan impor alpukat di Chile yang mencapai 10 persen membuat sejumlah petani lokal disana menggunakan air tanah untuk menghidupi tanaman mereka setiap tahunnya meski dampak yang akan dihadapi akan semakin parah.

Baca Juga: Makan Berbunyi Ternyata Berbahaya untuk Otak, Ini Penjelasan



3. Tebu Pakistan


TebuSource: foodstrade.com
Perkebunan tebu

Salah satu tanaman penghasil gula, tebu pun ternyata memiliki konsumsi air yang cukup boros. Menurut profesor Yoshihide Wada, wakil direktur program air dari International Institute of Applied System Analysis, tanaman tebu merupakan salah satu yang memerlukan pasokan air yang cukup intensif.

Tanaman tebu yang tumbuh di Pakistan saja membutuhkan sebanyak 210 liter air dibutuhkan untuk menumbuhkan sekitar satu kilogram tebu. Bahkan di negara yang berbatasan dengan India tersebut, 80 persen pasokan air untuk perkebunan tebu berasal dari irigasi serta air tanah.

4. Beras India

BerasSource: simplicity.in
Beras Basmati, komoditi beras yang ditanam di India.

Beras menjadi salah satu bahan makanan paling penting untuk masyarakat asia, termasuk Indonesia untuk dikonsumsi sehari-hari. Namun ternyata untuk membuat tanaman beras bisa menjadi beras seutuhnya dibutuhkan 1670 liter air untuk satu kilogram beras menurut data dari Water Foodprint Network.  

Sebagai salah satu negara dengan konsumsi nasi serta eksportir beras terbanyak dunia, India pun sempat alami kekeringan parah yang melanda daerah Punjab dan Haryana yang disebabkan oleh pemborosan air dari irigasi pertanian beras disana.

Menurut data dari WaterAid, India menggunakan air tanah paling banyak di dunia, atau dalam persentase sebanyak 24 persen dari total negara yang menggunakan air tanah yang membuat negara tersebut harus cepat-cepat mencari solusi untuk menanggulangi masalah kekeringan jika pasokan air tanah sudah habis.

Baca Juga: Waspada Kalau Lagi Diet! Risiko Kematian Akibat Diet Tak Sehat Lebih Parah Dari Merokok


5. Pisang Republik Dominika


PisangSource: freshfruitportal.com
Buah Pisang yang menjadi komoditas di Republik Dominika.

Menjadi salah satu komoditi terbesar untuk buah-buahan, negara Republik Dominika memang menguasai 55 persen dari produksi pisang dunia. Namun dibalik predikat tersebut tersimpan fakta kurang bagus karena para petani mereka disana menerapkan metode irigasi yang tidak efisien.

Ditambah dengan fakta bahwa untuk mendapatkan satu buah pisang membutuhkan sekitar 160 liter air membuat negara yang masuk ke dalam wilayah Karibia tersebut semakin dekat untuk menghadapi kekeringan air karena metode irigasi perkebunan pisang mereka yang tidak efisien. Bahkan menurut laporan dari International Institute for Sustainable Development pada tahun 2013, di tahun 2050 stok air di Republik Dominika akan menghilang sebanyak 500 miliar liter.

Baca Juga: Kenapa Orang Dapat Tersetrum Saat Saling Bersentuhan?

Meski termasuk bahan makanan yang enak dimakan, ternyata lima buah diatas bisa memicu adanya kekeringan air karena penggunaan air yang cukup boros. Namun hal tersebut bisa diatasi jika para petani mampu temukan metode irigasi yang efisien tapi kualitas tanaman tetap terjamin. Dengan itu, keluhan kekeringan air bisa jadi akan semakin berkurang dan bumi akan kembali "sehat".