Waspada Terlalu banyak Tidur Dapat Menyebabkan Kerusakan Otak

Jul 9, 2019 12:00 PM

Setiap orang memiliki kebutuhan tidur yang berbeda-beda, tergantung pada usia, aktivitas sehari-hari, gaya hidup, serta kondisi kesehatan. Waktu tidur ideal untuk orang dewasa antara 7 sampai 9 jam, sedangkan lanjut usia (lansia) membutuhkan waktu tidur ideal sekitar 7 hingga 8 jam. Meski demikian, kebutuhan tidur bisa berubah, tergantung seberapa baik kualitas tidur Anda. Seseorang dikatakan tidur terlalu lama jika memiliki waktu tidur lebih dari kebutuhan tidur ideal, sering kesulitan bangun pada pagi hari, sering mengantuk saat aktivitas, atau tetap merasa mengantuk setelah tidur siang.

Para peneliti menjelaskan ada dua faktor yang bikin kita bisa tidur terlalu lama (terlalu lama di sini adalah lebih dari 9 jam), yaitu depresi dan status sosioekonomi rendah. Keduanya memberikan efek pada kondisi kesehatan kita secara langsung maupun tidak langsung. Orang yang memiliki status sosioekonomi rendah atau orang kurang mampu biasanya menghindari pergi ke rumah sakit atau ke dokter karena biaya yang mahal. Akibatnya, mereka cenderung mengabaikan gejala-gejala tubuh yang menandakan penyakit serius lain, yang salah satunya mungkin menyebabkan mereka tidur terlalu lama.

Baca Juga: Adakah Pengaruh saat Mengganti Jam Tidur ke Akhir Pekan?

Tapi pada dasarnya, waktu tidur kita juga tergantung pada usia dan tingkat aktivitas kita, juga dengan kondisi tubuh dan kebiasaan gaya hidup. Bagi orang yang menderita hypersomnia, tidur terlalu lama bukan diakibatkan kemalasan, namun memang merupakan gangguan medis. Hypersomnia membuat orang perlu tidur sangat lama, yang tidak bisa digantikan dengan tidur siang. Maka dari itu, ketika tidur malam, orang yang menderita hipersomnia butuh waktu yang lebih lama dibandingkan orang normal. Akibatnya, mereka bisa mengalami gejala kecemasan, loyo, dan masalah ingatan karena waktu tidur yang sangat lama.

Sleep apnea obstruktif, gangguan yang menyebabkan seseorang untuk berhenti bernafas sejenak saat tidur, juga bisa membuat meningkatnya kebutuhan untuk tidur. Ini karena sleep apnea mengganggu siklus tidur normal. Tapi tenang, jangan takut. Tentu saja tidak semua orang yang suka tidur terlalu lama (termasuk Anda mungkin) memiliki gangguan tidur. Kemungkinan penyebab lain dari terlalu lama tidur bisa karena zat-zat tertentu, seperti alkohol dan beberapa obat resep. Kondisi medis lainnya seperti depresi, bisa menyebabkan orang terlalu lama tidur. Berikut Ini adalah akibat terllu banyak tidur

Baca Juga: Manfaat Minum Air Putih Sebelum Tidur


Penyakit Jantung


source www.okaydoc.com penyakit jantungsource www.okaydoc.com penyakit jantungBerdasarkan hasil penelitian, wanita yang memiliki kebiasaan tidur antara 9 sampai 11 jam setiap malam lebih berisiko terkena penyakit jantung dibanding wanita yang biasa tidur selama 8 jam setiap malam. Tidur terlalu lama dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh, hal inilah yang membuat seseorang yang sering tidur terlalu lama menjadi lebih rentan sakit.

Baca Juga: Buah Pir Mampu Membuat Kulit Mu Menjadi Lebih Sehat


Sulit Untuk Hamil


source lifestyle.kompas.com sulit hamilsource lifestyle.kompas.com sulit hamilBagi wanita, terlalu banyak tidur juga meningkatkan risiko sulit hamil. Pada tahun 2013, sebuah tim peneliti Korea menganalisa kebiasaan tidur sekitar 650 wanita yang mengikuti program bayi tabung. Hasil penelitian menunjukkan, tingkat kehamilan tertinggi terjadi pada perempuan yang tidur malam selama 7-8 jam. Sedangkan tingkat kehamilan terendah terjadi pada wanita yang tidur 9-11 jam pada malam hari.


Merusak Otak


source http://www.tarot-buch.com merusak otaksource http://www.tarot-buch.com merusak otak


Sebuah studi tahun 2012 menunjukkan bahwa terlalu banyak tidur dapat merusak fungsi otak. Peneliti menemukan bahwa wanita yang tidur lebih dari 9 jam setiap malam atau kurang dari lima jam, otaknya akan mengalami penuaan dua tahun lebih cepat. Sedangkan terhadap wanita lansia, tidur terlalu banyak tidur dapat memperburuk fungsi otak selama enam tahun. dan juga berdasarkan hasil studi tahun 2014, peneliti menemukan bahwa terlalu banyak tidur atau durasi tidur yang panjang dapat meningkatkan risiko seseorang menjadi depresi. Hasil penelitian menunjukkan, mereka yang tidur dalam kurun waktu 7-9 jam pada malam hari berisiko 27 persen mengalami depresi. Sementara mereka yang tidur 9 jam atau lebih, berisiko 49 persen mengalami depresi.