Terlalu Banyak Nonton TV Bisa Menyebabkan Ganguan Otak

Jul 9, 2019 11:00 AM

Dalam Masyarakat Kita sudah menjadi kebiasaan menonton TV bahkan ketika berkumpul dengan keluarga kita pasti menonton TV namun apakah anda tau bahaya menonton TV bagi kesehatan tubuh sangat berbahaya bahkan dapat menyebabkan berbagai penyakit dan kita sadar kesehatan menjadi harga mati bagi kita semua untuk itu cobalah menghindari hal-hal yang dapat mengganggu kesehatan anda Kita biasanya tidak terlalu ambil pusing dengan masalah sepele ini, seperti menonton TV yang dapat mempengaruhi kesehatan kita.

Dan menonton TV memang sangat mengasikkan sehingga sebagian orang betah berlama-lama di depan televisi. berikut beberapa bahaya menonton TV bagi kesehatan tubuh, para ilmuwan di Skotlandia menemukan bahwa seseorang yang menghabiskan waktu di depan televisi dua jam sampai empat jam sehari, akan meningkatkan risiko serangan penyakit jantung dan kematian dini, dikutip dari laman Times of India. Para peneliti juga mengambil foto pembuluh darah mata anak-anak itu. Mereka juga mengkalkulasi ukurannya dan menganalisis tinggi, berat badan, dan tekanan darah. Hasilnya, rata-rata anak menghabiskan 1,9 jam per hari menonton televisi dan 36 menit melakukan aktivitas fisik di luar ruangan.

Baca Juga: Hati-hati Depresi Bisa Membuat mu Mudah Marah dan Sensitif

anak-anak yang lebih sering menghabiskan aktivitas fisik baik di ruangan atau di luar ruangan lebih sehat matanya. Gopinath menyarankan kepada orang tua agar mengubah kebiasaan anak-anak, dari menonton televisi menjadi aktivitas fisik, seperti bermain di taman. Paling tidak satu jam setiap hari. Masalah lain dengan TV adalah iklan, ketika menonton tayangan iklan tanpa disadari otak Anda telah dicuci dengan tayangan pada iklan. Terutama iklan di junk food yang berbahaya karena mereka dapat menyebabkan obesitas. Tapi masalah ini mudah dihindari bagi orang-orang yang masih memutuskan untuk menonton TV, dengan cara mematikan TV ketika iklan sedang ditayangkan, dan membaca buku atau berjalan-jalan di udara segar sementara iklan sedang ditayangkan. 

Bahaya lain dari TV adalah masalah social, TV mengisap seluruh waktu Anda sehingga komunikasi dengan orang tua, keluarga, teman menjadi berkurang dan sering juga bagi anak-anak kesulitan menemukan teman karena duduk di depan TV terlalu lama. Padahal melakukan komunikasi (berbicara) merupakan suatu keharusan bagi manusia dan TV telah membuat mereka menjadi robot mindless duduk di depan kotak.


Insomnia


source www.bbc.co.uk imsoniaSource: www.bbc.co.uk
insonia

Tayangan hiburan di televisi tidak ada habisnya. Selalu ada tayangan lainnya di setiap channel setiap hari selama 24 jam. Nah, ketika Anda memutuskan untuk begadang dan terjaga di malam hari hingga pagi tiba, berbagai dampak buruk kurang tidur siap menyerang Anda. Sebut saja, meningkatnya risiko penyakit jantung dan stroke, diabetes, pengeroposan tulang atau osteoporosis, obesitas, hingga hilangnya kemampuan fokus dan berkonsentrasi.

Baca Juga: Adakah Pengaruh saat Mengganti Jam Tidur ke Akhir Pekan?


Obesitas


source /hellosehat.com obesitasSource: hellosehat.com
Obesitas

Hal ini pasti sudah disadari banyak orang ya. Memang, jika Anda hanya menghabiskan waktu bermalas-malasan seperti menonton TV dapat membuat lemak di dalam tubuh menumpuk sehingga meningkatkan risiko obesitas. Obesitas juga dapat meningkatkan seseorang terkena penyakit lainnya, seperti diabetes, serangan jantung, stroke, dan kolesterol. Selain itu, secara psikologis, promosi camilan dan makanan ringan di televisi juga terbukti dapat meningkatkan nafsu makan Anda, lho. Daripada hanya bermalas-malasan setiap hari, akan jauh lebih baik dengan berolahraga kardio secara rutin, seperti jogging, bersepeda, dan berenang.

Baca Juga: Waspada! Ini Bahaya yang Mengancam Jika Kamu Tidur Terlalu Lama


Gangguan Perkembangan Otak


source lifestyle.okezone.com gangguan perkembangan otakSource lifestyle.okezone.com
Gangguan perkembangan otak

Pengaruh buruk televisi akan sangat mengganggu terhadap perkembangan otak anak terutama anak usia 0-3 tahun. Terlalu banyak menonton televisi bagi anak di usia ini akan mengakibatkan perkembangan bicara anak terganggu, sulit mengekspresikan diri, meningkatkan perilaku agresivitas. Pengaruh buruk lainnya yaitu mengurangi konsentrasi belajar pada anak. Dia menegaskan untuk itu, sebaiknya kebiasaan menonton untuk anak dibatasi tidak lebih dari 2 hingga 3 jam sehari. Selain dibatasi, pemilihan konten tayangan pun perlu dilakukan. Hal ini dilakukan untuk memilah jenis tontonan yang baik untuk anak.