Kucing Langka di Perancis Diyakini Sebagai Spesies Kucing Baru? Ini Penjelasan Peneliti

Jun 21, 2019 4:30 AM

Kucing merupakan salah satu spesies hewan mamalia yang cukup banyak jenis dan percampurannya. Selain itu kucing juga sering dijadikan hewan peliharaan oleh manusia sejak bertahun-tahun lamanya hingga sekarang. Namun eksistensi kucing tak sekedar menjadi peliharaan saja, banyak pula spesies hewan berkumis itu yang masih berkeliaran di berbagai tempat di dunia.

Salah satunya adalah penemuan sebuah spesies kucing cukup langka yang ditemukan di pulau Corsica, Perancis. Sekilas kucing yang ditemukan oleh para peneliti memiliki ciri fisik yang tak jauh beda dengan kucing-kucing lain pada umumnya, namun kebiasaannya untuk berburu makanan di malam hari menjadikan kucing yang dinamakan oleh penduduk lokal sebagai ghjattuvolpe itu sangat unik untuk diteliti.

Baca juga: Kenapa sih Banyak Orang yang Suka Memelihara Kucing?


Kucing liar yang kemudian disebut sebagai cat-fox atau kucing rubah ini sudah diteliti oleh para ilmuwan dari Kantor Nasional Perburuan Margasatwa Perancis (ONCFS) selama sepuluh tahun terakhir. Mereka mengungkapkan kucing tersebut masuk ke dalam spesies yang sudah mereka kenali namun sulit diidentifikasi karena kebiasaan nokturnalnya.



"Kami percaya bahwa itu adalah spesies alami liar yang dikenal tetapi tidak diidentifikasi secara ilmiah karena itu adalah hewan yang sangat tidak mencolok dengan kebiasaan nokturnal," kata teknisi lingkungan ONCFS Pierre Benedetti seperti yang dilansir AFP.

Sebelumnya kucing tersebut menjadi momok bagi warga lokal yang berada di sekitar pulau Corsica, Perancis karena jadi pemangsa bagi kambing dan domba di malam hari. Namun sejak ditangkapnya seekor kucing ghjattuvolpe pada tahun 2008 membuat para peneliti tertarik dalam meneliti asal usul dari kucing tersebut.

Dengan mengambil sampel DNA dari kucing itu pada tahun 2012, para peneliti berpendapat jika kucing-rubah tersebut memiliki DNA yang lebih dekat dengan spesies kucing liar Afrika (Felis silvestris lybica) ketimbang spesies kucing liar Eropa (Felis silvestris silvestris).
kucingSource: standard.co.uk
Kucing rubah (Cat-Fox) yang memiliki ciri fisik lebih besar dari kucing biasanya
Secara fisik, kucing ini berbeda dari kucing domestik dalam beberapa keadaan, termasuk ukurannya yang lebih besar yang panjangnya mencapai 90 sentimeter (35 inci) dari ujung kepala hingga ujung ekor, telinga yang sangat lebar, kumis pendek, dan gigi taring panjang. Normalnya seekor kucing rumahan rata-rata sekitar 76 sentimeter dari ujung ke ujung.

Ia memiliki bulu tebal yang melindungi dari kutu dan caplak, garis-garis di kaki depan, kaki belakang yang sangat gelap, perut berwarna merah, cincin hitam di sekitar ekor, dan ujung ekor hitam. Terkadang ciri fisik itu yang membuat warga lokal menyebut kucing tersebut sebagai kucing rubah.
kucingSource: : ONCFS
Penampakan dari kucing rubah (cat-fox) di malam hari
Daya jelajah dari kucing rubah di pulau Corsica ini terbilang cukup jauh. Dalam data yang dikutip Science Alert menunjukkan bahwa jangkauan kucing berkisar 3.000 hektar dari ketinggian 300 hingga 2.500 meter (985 hingga 8.200 kaki) untuk jenis kucing jantan. Selain itu keberadaan kucing tersebut diprediksi sudah ada sejak 6.500 tahun lalu.

Baca juga: Selain Kafein, Menonton Video Kucing Juga Dapat Menghilangkan Kantuk

Meski dinamakan kucing rubah, namun hingga saat ini belum ada yang mampu membuktikan jika kucing tersebut adalah hasil kawin silang antara spesies kucing dengan rubah. Namun para peneliti dari ONCFS mengharapkan agar spesies kucing tersebut dimasukkan ke dalam daftar satwa yang dilindungi dalam waktu sesegera mungkin.