Terinspirasi Dari Tokoh Star Wars, Tangan Prostetik Ini Bisa Merasakan Benda Secara Baik

Aug 15, 2019 11:30 AM

Penggunaan robot prostetik terhadap orang yang alami cacat fisik mungkin masih belum begitu familiar meski sebagian kecil sudah menggunakannya. Meski begitu hal tersebut masih membutuhkan beberapa penelitian penting untuk memastikan apakah benda tersebut benar-benar membantu mereka dalam berkegiatan sehari-hari atau tidak.

Salah satu kendala dari penggunaan alat bantu prostetik adalah bagaimana orang yang menggunakannya bisa merasakan adanya sentuhan yang masih belum bisa diatasi hingga saat ini. Karena sistem prostetik masih belum bisa merasakan adanya sentuhan lebih baik daripada kulit kita membuat hal tersebut nyaris mustahil bisa dipecahkan solusinya.

Namun, masalah tersebut akhirnya bisa dipecahkan oleh para insinyur biomedis di University of Utah, Amerika Serikat yang berhasil membuat penemuan tangan robot prostetik yang mana penggunanya dapat merasakan sesuatu ketika menyentuh sebuah benda. Dikutip dari Science Alert, tangan tiruan yang diberi nama "LUKE Arm" tersebut diklaim bisa membuat penggunanya mampu merasakan benda yang dipegangnya.

Baca Juga: Disney Menghidupkan Kembali LucasFilm Games Untuk Menyelamatkan Franchise Game Star Wars


Tangan robot prostetik "Luke Arm" Source: time.com
Tangan robot prostetik "Luke Arm"

Para insinyur memberikan nama alat tersebut "LUKE Arm" karena terinspirasi oleh salah satu tokoh dari film fiksi ilmiah Star Wars, yaitu Luke Skywalker. Luke Skywalker sendiri adalah tokoh utama di film tersebut yang memiliki tangan robot.

Kemudian alat tersebut diuji coba oleh Keven Walgamott, salah satu pasien yang mengalami kehilangan bagian tangan kirinya karena kecelakaan kerja 17 tahun yang lalu. Ia pun menjadi orang pertama yang mendapat kesempatan untuk uji coba alat tersebut setelah lalui penelitian selama 15 tahun lamanya.

Setelah Keven menguji prototipe dari tangan robot prostetik tersebut, ia senang dan hampir menangis karena sebelumnya ia tidak pernah berfikir akan kembali merasakan, menyentuh, apalagi memegang sebuah benda di tangannya. Tentunya hal tersebut menjadi sebuah pencapaian baru bagi pengembangan tangan prostetik untuk yang memiliki cacat fisik.

Baca Juga: Kylo Ren Beri Refleksi Perjalanan Cerita Star Wars

Tangan robot prostetik buatan University of Utah itu sendiri dikembangkan dengan memanfaatkan syaraf untuk mengirim sinyal dari tubuh ke tangan tiruan tersebut untuk bergerak hingga membantu dalam mengetahui informasi dari sebuah benda dari bentuk hingga kasar atau lembutnya benda tersebut.

Mengembangkan teknologi yang bernama stimulasi syaraf periperal, Elektroda melekat pada saraf di lengan di atas bagian yang diamputasi, dan juga ke lengan prostetik. Pengguna kemudian berpikir tentang menggerakkan tangan dan lengan. Dibutuhkan sedikit pelatihan untuk menggerakkan tangan dan lengan, secara bertahap perangkat lunak yang menjalankan lengan mempelajari sinyal saraf pengguna untuk mengendalikan prostesis, dan ketangkasan dasar dipulihkan.



LUKE Arm, yang dikembangkan oleh Mobius Bionics, memiliki 100 mikroelektro yang terhubung ke saraf di lengan atas, dan juga ke komputer eksternal. Sebelumnya tangan prostetik itu dikembangkan oleh DARPA dan diluncurkan tahun 2015. Namun, yang dikembangkan oleh University of Utah adalah pengembangan dari versi sebelumnya yang lebih mudah dipakai dan lebih baik dalam segi sensorik.

Baca Juga: Laris Manis, Ini 5 Film dengan Keuntungan Paling Banyak Sepanjang Masa

Untuk saat ini, tangan prostetik masih berstatus prototipe penelitian di laboratorium University of Utah. Tetapi mereka berharap bahwa tahun 2021 tiga peserta studi bahkan mungkin dapat membawa pulang LUKE Arm mereka.