Bumerang, Senjata Unik Suku Aborigin yang Ditemukan Secara Tak Sengaja

Jul 3, 2019 7:00 AM

Bumerang sendiri merupakan salah satu jenis senjata khas yang digunakan oleh Suku Aborigin yang tak lain merupakan penduduk asli Benua Australia. Salah satu keunikan dari Bumerang adalah bisa kembali ke orang yang melemparnya meski dalam jarak yang cukup jauh. Namun, tahukah kalian jika bumerang seperti ini tidak sengaja ditemukan? Lantas bagaimana bisa suku Aborigin memiliki senjata seunik ini? Nah, daripada penasaran, ada baiknya kalian simak penjelasan di bawah ini!


Bumerang Dulunya Digunakan untuk Berburu


Bumerang dulu digunakan berburu.Source: knowledenuts.com
Bumerang dulu digunakan berburu.

Sama seperti senjata tradisional lainnya, bumerang juga kerap digunakan sebagai senjata untuk bertempur dan berburu. Jenis senjata ini digunakan dengan cara dilempar dan bisa membunuh target dalam jarak hingga 100 meter. Bumerang yang dilempar akan melaju dengan kecepatan yang sangat tinggi bisa membunuh hewan berukuran kecil hingga besar seperti kangguru.

Baca Juga: Kisah Tomoe Gozen, Samurai Wanita dengan Kekuatan 100 Prajurit!

Bumerang sendiri biasanya dibuat dari akar mulga dan akar pohon bernama pial. Bukan tanpa alasan Suku Aborigin menggunakan kedua jenis bahan tadi untuk membuat bumerang. Pasalnya akar mulga dan pial dikenal tak mudah pecah kendati seratnya berlawanan dengan bentuk bumerang yang akan dibuat.


Tak Bisa Kembali ke Orang yang Melemparnya


Dulu bumerang tak bisa kembali.Source: tjapukai.com.au
Dulu bumerang tak bisa kembali.

Di awal penggunaannya sebagai senjata untuk berburu oleh Suku Aborigin, bumerang tidak bisa kembali ke orang yang melemparnya. Baru pada 10.000 tahun yang lalu Suku Aborigin tak sengaja menemukan jenis bumerang yang bisa kembali setelah dilemparkan.

Banyak ahli yang meyakini bahwa jenis bumerang yang bisa kembali ke orang yang melemparnya ditemukan secara tidak sengaja. Suku Aborigin diyakini mulai mengembangkan bumerang yang bisa kembali usai mencoba untuk menyempurnakan dari bentuk semula menjadi melengkung layaknya sayap pesawat.

baca Juga: Inilah 4 Senjata Militer Canggih Indonesia yang Bikin Dunia Segan!

Nah, hasil dari penyempurnaan bentuk tersebut membuat bumerang menjadi lebih akurat saat digunakan untuk membunuh hewan buruan. Terlebih saat itu bumerang juga sengaja dibuat lebih berat dari udara sehingga tak bisa terbang telalu lama yang dimaksudkan agar segera kembali ke orang yang melemparnya. Setelah sekian lama melakukan berbagai penyempurnaan, maka bumerang memiliki bobot yang ideal dan bisa kembali terbang melengkung serta kembali ke orang yang melemparnya.


Bumerang Tertua Justru Ditemukan di Polandia


Bumerang tertua.Source: medium.com
Bumerang tertua.

Selama ini kebanyakan orang mengetahui bahwa bumerang merupakan senjata asli Suku Aborigin yang telah digunakan selama lebih dari 25.000 tahun lamanya. Kendati demikian, bumerang tertua di dunia ternyata ditemukan bukan di Australia melainkan di Polandia. Bumerang tersebut ditemukan di pegunungan Polandia dan diperkirakan berusia sekitar 30.000 tahun. Adapun bumerang tersebut tidak dibuat dari kayu, melainkan gading. Namun jika dilihat dari bentuknya, bumerang tertua itu memiliki ukuran yang besar serta bobot yang cukupb berat. Panjangnya mencapai 90 sentimeter dan memiliki berat antara 2 hingga 4,5 kilogram.

Baca Juga: Sering Digunakan Polisi, Ini 5 Fakta Menarik Dari Gas Air Mata


Bumerang Kini Banyak Digunakan untuk Berolahraga


Bumerang untuk olahraga.Source: darrenlittle.com
Bumerang untuk olahraga.

Seiring dengan zaman yang semakin modern, bumerang kini tak lagi diguakan sebagai senjata untuk bertempur atau berburu. Kini bumerang memiliki fungsi sebagai salah satu alat yang digunakan dalam olahraga atau perlombaan. Untuk kegiatan perlombaan, lemparan bumerang biasanya dinilai berdasarkan jarak lemparan, ketepatan bumerang kembali ke orang yang melemparnya, hingga waktu terbang paling lama sebelum akhirnya kembali. Sebagai informasi tambahan, pemegang rekor dunia dalam kategori lemparan bumerang terpanjang pada jarak lebih dari 400 meter masih dipegang oleh David Schummy yang berasal dari Australia.