Tahun 2019, Kadar CO2 di Bumi Catat Rekor Tertinggi Dalam Sejarah

Jun 18, 2019 9:00 AM

Keadaan alam di muka bumi mungkin memang sedang ada di dalam ancaman karena berbagai kejadian alam yang merugikan makhluk hidup. Efek rumah kaca dan pemanasan global menjadi salah satu biang kerok dari mencairnya es di kutub serta peningkatan suhu bumi yang lebih ekstrim dari biasanya.

Kemudian beberapa faktor tersebut diperparah dengan adanya temuan paling baru dari para peneliti yang menyebutkan bahwa bulan Mei 2019, atmosfer bumi tercatat miliki kandungan karbon dioksida tertinggi sepanjang sejarah peradaban. Kandungan karbon dioksida (CO2) yang ada di atmosfer bumi tercatat mencapai 415 part per million (ppm) atau bagian per sejuta.

Pada pusat observatorium yang berada di Mauna Loa, Hawaii, sejumlah peneliti dari Institut Oseanografi Scripps menemukan adanya konsentrasi unsur CO2 tertinggi di atmosfer bumi sepanjang sejarah pada hari Sabtu (11/5/2019) yang tercatat mencapai 415,26 ppm. Catatan tersebut ternyata melampaui batas tertinggi konsentrasi unsur CO2 di atmosfer yang pernah mencapai 410 ppm di tahun 2017.

Baca Juga: Ini yang Terjadi Jika Bumi Berhenti Berputar

Sebelumnya, kandungan konsentrasi CO2 di atmosfer bumi tercatat stabil di angka 300 ppm. Namun apa yang ditemukan pada tahun 2019 diyakini menjadi salah satu puncak dari makin tercemarnya lingkungan alam di seluruh dunia.

"Ini adalah pertama kalinya dalam sejarah manusia atmosfer planet kita memiliki lebih dari 415 ppm CO2," kata ahli meteorologi Eric Holthaus seperti yang dikutip dari Science Alert. 

CO2Source: Scripps Institutions of Oceanography
Statistik grafik mengenai jumlah kandungan konsentrasi CO2 di atmosfer bumi berdasarkan Keeling Curve

Jumlah ini menunjukkan polusi udara yang mengandung CO2 semakin besar dalam atmosfer bumi. Dalam catatan Ralph Keeling, direktur program CO2 Scripps, tingkat pertumbuhan kandungan karbon dioksida meningkat hingga ujung tertinggi dalam beberapa tahun terakhir.

Baca Juga: 1 Juta Spesies Makhluk Hidup Diperkirakan Terancam Punah Karena Ulah Manusia


polusi udaraSource: phys.org
Polusi udara yang memicu peningkatan kandungan karbon dioksida di atmosfer bumi.

Salah satu faktor meningkatnya kandungan CO2 di atmosfer bumi diyakini karena proses pengolahan bahan bakar fosil yang terjadi hingga saat ini yang membuat gas karbon dioksida terperangkap di udara.

Akibat dari meningkatnya polusi karbon dioksida di bumi sebenarnya sudah jelas yaitu makin tinggi suhu rata-rata permukaan bumi yang berimbas pada dataran es di kutub utara dan selatan yang makin terkikis. Selain itu panas bumi makin terperangkap akibat gas karbon dioksida yang terkurung di dalam atmosfer bumi.

Baca Juga: Greenpeace Tuding Nestle dan Unilever Biang Kerok Limbah Plastik!

Adanya kejadian itu memberi sebuah peringatan untuk umat manusia agar menghentikan praktek eksploitasi alam yang mengakibatkan kandungan karbon dioksida makin naik. Disamping itu ruang oksigen juga harus diperbanyak agar mencegah suhu bumi makin naik secara drastis serta membuat makhluk hidup kembali bernafas dengan lepas tanpa adanya polusi udara.