Sudah Tahu Belum? Inilah Perbedaan Semen dengan Beton!

Apr 5, 2019 9:00 AM

Perbedaan utama antara beton dan semen adalah material campurannya. Beton merupakan material campuran yang terbuat dari air, agregat, dan semen. Semen adalah bubuk halus yang dibuat dari batu gamping dan mineral-mineral lainnya yang bisa menyerap air dan bertindak sebagai perekat beton. Sementara semen adalah material bangunan tersendiri, beton tidak bisa dibuat tanpa semen. Dua istilah ini sering salah dipertukarkan pemakaiannya, meskipun beton dan semen sebenarnya produk yang jelas berbeda.


Semen

Semen terbuat dari gamping, kalsium, silikon, besi, dan alumunium serta bahan-bahan lainnya. Campuran ini dipanaskan dalam alat pembakaran besar hingga suhunya sekitar 1.482°C sehingga menjadi sebuah produk yang disebut clinker, yang sepintas mirip marmer. Clinker ini kemudian diremukkan menjadi bubuk dan ditambah gypsum sehingga menjadi tepung berwarna abu-abu yang kita sebut semen. Ketika air ditambahkan pada semen, maka air itu akan memacu sebuah proses kimiawi yang membuat semen akan mengeras.

Baca Juga: Kenapa Jepang Jadi Negara yang Sering Gempa? Ternyata Ini Sebabnya


Semen Portland

Ada banyak jenis semen, namun yang paling umum dipakai dalam pembangunan adalah semen Portland. Joseph Aspdin dari Inggris mengembangkan material bangunan ini pada tahun 1700an ketika ia mendapati bahwa penambahan lempung pada gamping dan kemudian campuran itu dipanaskan akan menyebabkan adukan bisa diterapkan dimana-mana. Semen Portland adalah jenis semen hidrolis yang artinya ketika air ditambahkan maka akan memicu sebuah reaksi kimia yang tidak bergantung pada jumlah air yang ditambahkan. Hal ini memungkinkan semen itu mengeras meskipun airnya sedikit dan tetap kuat dalam kondisi basah/lembab. Jenis-jenis semen hidrolik yang berlainan sebagian besar digunakan dalam membuat beton dan plesteran.


Semen

Source ipleaders.in

Semen terbuat dari gamping, kalsium, silikon, besi, dan alumunium serta bahan-bahan lainnya.


Beton

Beton adalah material pertukangan yang menggunakan semen untuk menyatukan remukan batu, karang, dan pasir, yang juga disebut agregat. Bahan agregat dan semen akan diaduk dengan air yang memicu reaksi kimia dan membuat semen mengeras dan beton pun jadi. Sebelum proses pengerasan itu terjadi, campuran beton bisa dituang ke dalam sebuah cetakan sehingga campuran tersebut akan mengeras dalam bentuk tertentu misalnya sebuah balok atau mungkin sebuah silinder.

Baca Juga: Jika Bumi Kotak, Begini Rasanya Kehidupan Kita

Lamanya waktu sampai beton jadi bergantung pada seberapa banyak gypsum ditambahkan ke dalam adonan. Waktu pembuatan bisa dipercepat dengan menambahkan kalsium klorida atau bisa diperlambat dengan menambahkan gula. Senyawa-senyawa ini bekerja dengan cara mempengaruhi perkembangan kristal-kristal pengeras yang terbentuk ketika beton jadi. Beton yang terpapar kondisi yang bisa membekukan maupun melelehkannya bisa ditambahi bahan kimia lain sehingga mencegah keretakan.


Beton

Source mullerconstructionsupply.com

Beton adalah material pertukangan yang menggunakan semen untuk menyatukan remukan batu, karang, dan pasir, yang juga disebut agregat 


Perbandingan Beton dan Semen

Sifat beton sangat bergantung pada rasio agregat-semen-air dalam campuran. Rasio air-semen punya peranan paling penting sebab terlalu sedikit air akan menyebabkan adonan beton sulit dicetak sementara kalau terlalu banyak akan membuat betonnya lemah.

Baca Juga: Sudah Tahu Bedanya Asteroid, Komet, dan Meteor?