Sisi Lain Suku Maya, Membayar Pajak Menggunakan Cokelat?

May 24, 2019 11:00 AM

Suku Maya adalah kelompok suku yang tinggal di semenanjung Yucatan, Amerika Tengah yang berbatasan dengan Samudera Pasifik di sebelah barat, dan Laut Karibia di sebelah timur. Peradaban suku maya dikenal sangat misterius karena hanya sedikit dokumen yang dapat menjelaskan tradisi dan seluk beluk peradaban suku ini. Beberapa waktu terakhir terdapat penemuan-penemuan yang menunjukan sisi lain suku maya.


Topeng Pakal Agung


Topeng Pakal Agung

Source: foxnews.com

Topeng itu bukan jenis yang dapat dipakai oleh manusia.


Raja Maya dengan pemerintahan terlama adalah K'inich Janaab 'Pakal. Juga dikenal sebagai Pakal Agung. Ia naik tahta pada usia 12 tahun pada 615 AD dan masih menjadi raja ketika dia meninggal pada usia 80 tahun.

Pada 2018, para arkeolog menggali istananya di Meksiko selatan dan menemukan artefak langka. Tetapi ketika tim mengikuti saluran air buatan di dalamnya, mereka menemukan kolam renang dalam ruangan dengan kursi yang sebelumnya tidak diketahui.

Baca Juga: Inilah Lokasi Ditemukannya Kembali Fosil Spesies Manusia Purba Terbaru

Ditemukan juga topeng seukuran wajah manusia. Topeng itu bukan jenis yang dapat dipakai oleh manusia. Kemungkinan, topeng tersebut adalah dekorasi. Setelah membandingkan fitur wajah dengan gambar King Pakal, ditemukan kemiripan. Topeng itu diduga dibuat untuk menunjukkan wajah tua yang keriput. Karena ia memerintah dengan baik hingga usia tuanya.

Kepemimpinan Raja Ular

La Corona

Source: nationalgeographic.com

La Corona adalah salah satu permukiman. yang ditaklukan oleh raja ular selama ekspansi mereka.

Di hutan Guatemala twedap reruntuhan La Corona, sebuah kota Maya pedesaan. Permukiman itu diyakini terisolasi selama periode Klasik (250-900 AD). Selama waktu tersebut, sebuah dinasti raja ular disebut memerintah dari Calakmul di Meksiko.

Hanya sedikit yang diketahui tentang bagaimana kerajaan ini memerintah. Pada 2018, petunjuk muncul di La Corona. Pemindaian laser udara menemukan bahwa ribuan orang telah tinggal di kota yang terisolasi ini.

Hieroglif pada bangunan La Corona menceritakan tentang dewa-dewa lokal dan bagaimana kota pedesaan berada di bawah yurisdiksi kerajaan. Para arkeolog percaya bahwa La Corona adalah salah satu permukiman yang ditaklukan oleh raja ular selama ekspansi mereka. “Dewa” adalah pemimpin pilihan mereka yang menggunakan mitologi lokal untuk menetapkan hak mereka untuk memerintah.

Jumlah ukiran yang ditemukan di La Corona juga mengejutkan mengingat wilayahnya yang kecil. Beberapa catatan menyimpulkan bahwa pemukiman itu adalah pos kunci di rute perdagangan raja Ular dalam menyalurkan barang berharga ke ibukota di Meksiko. Sistem politik yang terhubung ini mematahkan pandangan tradisional bahwa orang orang Maya tinggal di negara-kota terpisah.


Uang Cokelat

Kakao

Source: carakaapril.blogspot.com

Studi baru baru ini menunjukkan bahwa tidak hanya dikunsumsi, cokelat juga digunakan sebagai barter dan merupakan bentuk pajak

Suku Maya tidak pernah menggunakan koin sebagai alat pembayaran. Mirip dengan banyak budaya kuno lainnya, mereka melakukan barter. Pada tahun 2018, peneliti mengungkapkan sesuatu yang berbeda.

Suku Maya adalah penggemar minuman cokelat. Di masa lalu, para peneliti menyimpulkan dari gambar dinding bahwa orang mengkonsumsi coklat sebagai minuman hangat. Studi baru baru ini menunjukkan bahwa tidak hanya dikunsumsi, cokelat juga digunakan sebagai barter dan merupakan bentuk pajak. Hal ini diketahui dari berbagai gambar mural yang ditemukan di bangunan peradaban suku Maya terutama pada periode Klasik (250–900 Masehi).

Sebuah gambar adegan pasar menunjukkan bahwa cokelat digunakan untuk barter selama abad ketujuh, kadang-kadang dalam bentuk cair. Pada abad kedelapan, makanan bergengsi itu tampaknya digunakan sebagai uang dan pajak dalam bentuk biji kakao.

Sekitar 180 adegan menunjukkan upeti yang dikirimkan kepada para pemimpin, termasuk tawaran tembakau dan jagung. Barang pajak yang paling sering ditemukan dalam karya seni diidentifikasi sebagai kain tenun dan biji kakao.

Baca Juga: Unik! Seekor Belalang Terjebak dalam Lukisan Van Gogh Selama 130 Tahun