Siap-Siap Aturan Ganjil Genap Berlaku Hari ini

Sep 9, 2019 3:48 AM

Siap-siap untuk yang kerja hari ini karena jangan lupa ada aturan baru tentang ganjil genap. Kebijakan pembatasan kendaraan perluasan ganjil genap di DKI Jakarta akan mulai berlaku, Senin (9/9) hari ini. 

Aturan Ini yang berdasarkan pelat nomor hitam kendaraan roda 4 ke atas ini berlaku setelah dilakukan uji coba sejak 12 Agustus 2019 lalu. Peraturan Ini di ketok oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.  

Penerbitkan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 88 Tahun 2019 tentang Perubahan Atas Peraturan Gubernur Nomor 155 Tahun 2018 Tentang Pembatasan Lalu Lintas dengan Sistem Ganjil Genap.

Baca Juga: Hati-hati! Polusi Bisa Pengaruhi Pertumbuhan Otak Anak

Jalan yang Ada Aturan Ganjil Genap


jalan yang ada aturan ganjil genapSource: monitor.co.id
Jalan yang berlaku ganjil genap

Aturan tersebut diundangkan pada 6 September 2019. Dalam pergub dijelaskan, terdapat 25 ruas jalan yang diberlakukan sistem ganjil genap.Di antaranya, Jalan Pintu Besar Selatan, Jalan Hayam Wuruk, Jalan Gajah Mada, Jalan Majapahit, Jalan Suryopranoto, Jalan Balikpapan, Jalan Kyai Caringin, Jalan Tomang Raya, Jalan Medan Merdeka Barat, Jalan Sudirman, dan Jalan MH Thamrin. 

Ada pula Jalan Sisingamangaraja, Jalan Panglima Polim, Jalan Fatmawati (simpang Jalan Ketimun 1 - simpang Jalan TB Simatupang), Jalan Gatot Subroto, Jalan MT Haryono, Jalan Rasuna Said, dan Jalan DI Panjaitan. 

Lalu, Jalan Pramuka, Jalan Gunung Sahari, Jalan Stasiun Senen, Jalan Kramat Raya, Jalan Salemba Raya sisi Barat, Jalan Salemba Raya sisi Timur (simpang Jalan Paseban Raya - simpang Jalan Diponegoro), Jalan Ahmad Yani, dan Jalan S Parman.

Kendaran Bebas Ganjil Genap


GANJIL GENAPSource: tempo
Kendaraan yang bebas 

Kemudian pembatasan pemberlakuan sistem ganjil genap tidak berlaku pada Sabtu, Minggu, dan libur Nasional. Pelaksanaannya berlangsung pukul 06.00-10.00 WIB dan 16.00-21.00 WIB. Dalam pergub tersebut juga disebutkan sejumlah kendaraan bermotor yang dibebaskan memasuki kawasan ganjil genap.

1. Kendaraan yang membawa masyarakat disabilitas

2. Kendaraan ambulans

3. Kendaraan pemadam kebakaran

4. Kendaraan angkutan umum (pelat kuning)

5. Kendaraan yang digerakkan dengan motor listrik

6. Sepeda motor

7. Kendaraan angkutan barang khusus Bahan Bakar Minyak dan Bahan Bakar Gas

8. Kendaraan pimpinan lembaga tinggi negara Republik Indonesia (Presiden, Wakil Presiden, Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat, Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah. Ketua Mahkamah Agung, Mahkamah Konstitusi, Komisi Yudisial, Badan Pemeriksaan Keuangan)

9. Kendaraan dinas operasional berpelat dinas, TNI, dan Polri.

10. Kendaraan pimpinan dan pejabat negara asing serta lembaga internasional yang menjadi tamu negara

11. Kendaraan untuk memberikan pertolongan pada kecelakaan lalu lintas

12. Kendaraan pengangkut uang Bank Indonesia, antar bank, pengisian anjungan tunai mandiri dengan pengawasan dari Polri.

13. Kendaraan untuk kepentingan tertentu menurut pertimbangan petugas Polri, seperti kendaraan pengangkut uang dengan pengawasan polri.

Baca Juga: Misteri Lawang Sewu: Apakah Pintunya Benar-benar Seribu?

Anies Baswedan Mendorong Memakai Sepeda


source: https://megapolitan.kompas.com Anies Baswedan mendorong memakai sepedaSource: kompas
Anies Baswedan 

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan, bakal mendorong sepeda sebagai alat transportasi warga ibu kota.

"Kami mendorong penggunaan sepeda sebagai alat transportasi, bukan sekedar alat olahraga," kata Anies di Jakarta Convention Center, Jakarta Pusat, Sabtu (7/9).

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu mengatakan, yang menonjol dari sepeda saat ini adalah alat olahraga. Sehingga, kata dia, banyak embel-embel pengguna sepeda yang tampil dengan menggunakan sepatu, baju hingga helm khusus. "Malah ada helm racing lagi," ujarnya. Padahal, kata Anies, sepeda bisa dijadikan alat transportasi ke mana pun. 

Bahkan, untuk beraktivitas setiap hari seperti berangkat kerja. Ia pun mengaku telah membiasakan diri menggunakan sepeda sebagai alat transportasi. Belakangan, Anies sering mengkampanyekan menggunakan sepeda dalam aktivitasnya sehari-hari. Anies pernah mengunggah aktivitasnya bersepeda ke sejumlah tempat yang dikunjunginya, seperti Velodrome, Kota Tua, Banjir Kanal Timur, dan kawasan lainnya. 

Baca Juga: Inilah Rute Baru Aturan Ganjil Genap di Jakarta

Anies mengatakan telah menggunakan sepeda sejak kuliah di Universitas Gajah Mada, Yogyakarta. Ia menganjurkan agar warga yang menggunakan bersepeda tanpa berfokus pada penyediaan alat khusus. Menurut Anies Baswedan, warga ibu kota hanya cukup mempunyai sepeda sebagai sarana mobilitasnya dan helmnya untuk keamanan. 

Selain itu, Anies berjanji bakal memperbanyak tempat parkir sepeda di Jakarta. "Karena yang saat ini terjadi yang naik sepeda begitu sampai kantor tidak ada tempat parkir sepeda," kata dia.