Serba Matcha dan Green tea, Benaran Enak atau Sekedar Tren?

Jan 18, 2019 8:08 AM

Bagi anak kekinian yang doyan nongkrong pasti sudah enggak asing lagi dengan deretan menu makanan dan minuman yang berbahan dasar green tea dan matcha. Olahan teh hijau asal negeri sakura Jepang ini, memang semakin digandrungi sejak kemunculannya dua tahun silam. Sebelumnya green tea akrab dengan pelaku diet, cita rasa yang cenderung pahit mengandung banyak khasiat untuk menghancurkan lemak tubuh.

Tapi kini, green tea dan matcha justru menjadi menu pilihan yang hampir setiap hari dikonsumsi. Banyak cafe yang menawarkan minuman yang berbahan green tea dan matcha, misalnya matcha latte, green tea coffee, es krim matcha dan masih banyak lainnya. Begitu pula dengan makanan yang menggunakan green tea maupun matcha. Pisang nugget, pancake, donat, mie, sampai nasi.

Terus apa sih yang bikin kamu suka banget dengan makanan dan minuman olahan teh hijau itu? Kuliner serba teh ini rupanya memang menjadi barometer tren baru yang belum pernah ditemui tahun-tahun sebelumnya. Varian rasa cokelat, stroberi, vanila, moka, kopi, dan buah-buahan lainnya menjadi suatu rasa yang biasa meski sudah mengalami banyak inovasi. Kita akan merasa penasaran dengan nama dan rasa ketika menu tersebut ditawarkan.

Mulanya coba-coba tapi ternyata banyak yang suka. Green tea dan matcha yang telah dikombinasikan dengan bahan-bahan lain seperti susu, gula dan krim membuat cita rasa baru yang mudah diterima oleh lidah orang Indonesia.

Peran media sosial seperti Instagram dan Pinterest pun tak luput dari maraknya sajian green tea dan matcha. Demi feed Instagram yang super kece, kamu pasti akan memikirkan betul konten seperti apa yang akan memperindah tampilan instagram mu. Warna hijau segar green tea dan matcha membuat padu padan warna yang ciamik yang mampu menarik perhatian sejumlah warganet. Karena memotret makanan atau minuman sebelum dimakan merupakan kewajiban bagi pengguna sosial media.

Meski sama-sama berasal dari tanaman camelia sinensis ternyata green tea dan matcha bukanlah dua hal yang sama. Green tea adalah teh hijau yang dikeringkan sedangkan matcha teh hijau kering yang disimpan selama 20-30 hari kemudian dihaluskan hingga menjadi bubuk. Penyajiannya pun jauh berbeda, warna yang dihasilkan green tea lebih bening dan segar sama seperti teh pada umumnya. Sedangkan matcha memiliki warna hijau pekat bertekstur creamy. 

Olahan menu-menu yang kini tren didominasi oleh bubuk matcha. Karena bubuk matcha tidak meninggalkan aftertaste apapun sehingga sangat cocok digunakan dalam campuran kue, es krim, puding, minuman dan lainnya. Karena melewati proses yang cukup panjang, makanya enggak heran kalau matcha dibandrol lebih mahal daripada green tea.

Selain itu, matcha ternyata mengandung anntioksidan lebih tinggi daripada sayuran loh. Kandungan kafein, polifenol dan L-Theanine lebih banyak daripada teh hijau. Rupanya enggak sekedar jadi tren, minuman dan makanan ini juga memberikan pengaruh positif buat tubuh. Jadi banyak orang yang memang sudah suka bahkan ketergantungan saat membeli minuman maupun makanan rasa matcha. Nah, buat kamu yang masih jomblo coba deh mandi pake matcha, kali aja jadi laku.(ayi)