Sempat Jadi Misteri, Bagaimana Zaman Es itu Terjadi?

Sep 21, 2019 12:00 PM

Selain menonton film animasi Ice Age, mungkin kita telah mengetahui apa itu Zaman Es. Salah satu zaman di mana seluruh permukaan bumi dilapisi oleh es dan turunnya salju yang membuat penghuni Bumi harus berjuang untuk bertahan hidup dari dinginnya suhu di planet kita. Zaman es sendiri menjadi salah satu masa di mana suhu iklim berubah menjadi sangat dingin dan permukaan es dan gletser makin berkembang.

Saat itu, zaman es menimbulkan seluruh wilayah Bumi tertutup salju dan es. Hingga saat ini, penyebab terjadinya zaman es salah satunya adalah akibat terjadinya proses pendinginan aerosol yang sering menimpa planet bumi. Selain itu, banyak sekali faktor peristiwa yang dihubung-hubungkan dengan cikal bakal zaman es itu sendiri meskipun para ilmuwan masih meneliti bagaimana zaman es itu terjadi.


Ilustrasi Bumi ketika terjadi zaman esSource: insidehook.com
Ilustrasi Bumi ketika terjadi zaman es

Baca Juga: Apa Jadinya Bila Dinosaurus Tidak Pernah Punah?

Dikutip dari Live Science, zaman es didorong oleh serangkaian faktor yang kompleks dan saling terkait yang melibatkan posisi Bumi di tata surya dan lebih banyak pengaruh lokal seperti kadar karbon dioksida. Para ilmuwan masih berusaha memahami bagaimana sistem ini bekerja, terutama karena perubahan iklim yang disebabkan oleh manusia mungkin telah memutus siklus secara permanen.

Sejak akhir abad ke-19 para ilmuwan telah mencatat ada empat zaman es yang terjadi di Bumi dalam kurun waktu 2,6 juta tahun hingga 11.700 tahun lalu yang mana itu sendiri masuk ke dalam zaman Pleistosen. 

Namun pada 1940an, seorang astrofisikawan asal Serbia, Milutin Milankovitch membuat sebuah gagasan berjudul gagasan Milankovitch yang berisi pemahaman tentang gerakan bumi dan faktor-faktor yang membuat orbit bumi bergerak secara variasi dan mempengaruhi tingkat radiasi matahari ke bumi.


Zaman esSource: nat.is
Zaman es

Kemudian menurut Mark Maslin, profesor paleoklimatologi di University College London menyebut jika faktor orbit yang dikemukakan oleh Milankovitch adalah permulaan dari zaman es, termasuk pendapat tentang musim panas yang dingin. 

Baca Juga: Bisakah di Indonesia Turun Salju?

Tapi tak cuma dari faktor orbit bumi, zaman es juga dipicu oleh kemungkinan adanya faktor dari kadar gas rumah kaca. Seperti yang dikemukakan oleh para peneliti dari Postdam Institute for Climate Impact Research, menyebut jika serangan zaman es di masa lalu dipicu terutama oleh penurunan karbon dioksida dan bahwa peningkatan dramatis karbon dioksida di atmosfer, karena manusia menyebabkan emisi, kemungkinan telah menekan permulaan zaman es berikutnya hingga 100.000 tahun. 

"Tidak seperti kekuatan lain di planet ini, zaman es telah membentuk lingkungan global dan dengan demikian menentukan perkembangan peradaban manusia," ujar Hans Joachim Schellnhuber, salah satu peneliti dan petinggi dari Postdam Institute for Climate Impact Research.

Baca Juga: Dari Tukang Tidur Hingga Pemindah Gunung Es, Inilah Pekerjaan Unik di Dunia! Bikin Kamu Geleng-Geleng


Zaman esSource: theantropocene.org
Mammoth

Menurut Hans, berkat zaman es, kita bisa melihat peninggalan struktur lanskap dan meninggalkan gletser dan peninggalan lainnya dari zaman tersebut. Zaman es sendiri juga membuat kita mengetahui informasi tentang adanya makhluk hidup yang hadir di zaman tersebut seperti hewan Mammoth serta homo sapiens yang saat itu berevolusi.