Selain Tugu Soekarno, Berikut Objek Wisata Lain Kota Palangkaraya

Dec 23, 2019 8:35 AM

Berada di tengah kota, Tugu Soekarno merupakan landmark bersejarah Kota Palangkaraya. Letaknya tak jauh dari Bundaran Besar sebagai pusat kota, lebih tepatnya di Jalan S Parman. 

Tugu tersebut bisa dikatakan sebagai cara Soekarno menggagas pemindahan ibu kota Indonesia ke kota Palangkaraya, yang saat ini kembali dilirik oleh Presiden Jokowi yang kemudian memindahkan ibu kota ke Palangkaraya. Hal itu pun ditegaskan dengan kunjungan Jokowi ke Monuman Tugu Soekarno di Palangkaraya pada Mei lalu.

Nah, selain Tugu Soekarno, Kota Palangkaraya juga memiliki objek wisata lain yang dapat dikunjungi. Berikut beberapa di antaranya:

1. Istana Isen Mulang


Sungai KahayanSource: MMC Kalteng
Istana Isen Mulang

Terletak di depan Bundaran Besar Palangkaraya, Istana Isen Mulang merupakan bangunan yang dirancang langsung oleh tulisan tangan Presiden Pertama Republik Indonesia (RI),  Soekarno. Lokasi Istana Isen Mulang juga sejajar lurus dengan Tugu  Soekarno dan berdekatan dengan Sungai Kahayan.

Istana Isen Mulang memiliki bentuk yang menyerupai rumah Betang, rumah khas Kalimantan Tengah. Atapnya Istana Isen Mulang menyerupai tiga gugusan yang dilapisi atap sirap berbahan kayu besi atau biasa dikenal juga sebagai kayu ulin. 

Salah satu bangunan yang dirancang langsung oleh insinyur sipil lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB) ini biasa dipakai Gubernur untuk menjamu tamu-tamu kenegaraan atau acara ramah tamah dengan tamu Pemprov, seperti Menteri, DPR, atau tamu luar negeri.

2. Sungai Kahayan


Sungai KahayanSource: Getborneo
Sungai Kahayan

Sungai Kahayan Palangkaraya, Kalimantan Tengah merupakan sungai yang dipakai warga yang tinggal di Bantaran. Sungai Kahayan atau Batang Biaju Besar atau sungai Dayak Besar atau Groote Daijak-rivier atau Great Dajak atau Great Dyacs adalah sungai yang membelah kota Palangkaraya. Sungai ini bermuara di 3 kabupaten/kota antara Kota Palangkaraya, Kabupaten Gunung Mas dan Kabupaten Pulang Pisau, dan bermuara di Laut Jawa.

Sungai tersebut yang juga merupakan objek wisata yang masih banyak digemari oleh wisatawan. Memiliki pemandangan yang disebut-sebut hutan amazonya Indonesia. Susur Sungai Kahayan, begitu orang-orang menyebutnya, di mana wisatawan diajak berkeliling menggunakan perahu kecil atau perahu kelotok untuk melihat pemandangan yang dihadirkan secara natural dan bentangan alam yang indah.

3. Jembatan Kahayan


Jembatan KahayanSource: Pesona.Travel
Jembatan Kahayan

Kota Palangkaraya juga dikenal dengan Jembatan Kahayan yang ikonik. Jembatan yang menghubungkan Kota Palangkaraya dengan 4 kabupaten (Kabupaten Barito Selatan, Barito Timur, Barito Utara dan Murung Jaya), memiliki panjang 640 meter dan lebar 9 meter,  terdiri dari 12 bentang dengan bentang khusus sepanjang 150 meter pada alur pelayaran sungai.  

Jembatan yang dibagun sejak 1995 dan baru diresmikan pada 2001 ini banyak diminati wisatawan, terutama pada malam hari. Alasannya, karena saat malam hari, pengunjung bisa melihat jembatan ini dipenuhi oleh lampu warna-warni, membuat kota Palangkaraya begitu indah dinikmati.