Sejarah Kanibalisme Menyeramkan di Dunia, Dari Tradisi Hingga Ritual Balas Dendam

Aug 15, 2019 5:00 AM

Dunia memiliki ketertarikan sekaligus penolakan yang kuat pada kanibalisme. Meskipun kanibalisme di masa sekarang dianggap sebagai salah satu kejahatan berat, sejarah justru mengungkapkan praktik kanibalisme yang lebih kompleks dan bahkan dihormati. Seperti apa perjalanan kanibalisme di dunia?

Beberapa ritual kanibalisme menyeramkan yang melibatkan kanibalisme sendiri berhasil didokumentasikan. Salah satunya adalah suku Fore dari Papua Nugini yang diketahui telah memakan jasad tetua mereka. Praktek kanibalisme menyeramkan di dunia ini dilakukan sebagai tanda cinta dan hormat, mencegah mayat membusuk, atau dimakan oleh serangga. Selain itu, sejarah kanibalisme dianggap sebagai ritual untuk melindungi jasad dari roh berbahaya.

Selain Papua Nugini, suku Aztec juga melakukan tradisi kanibalisme. Mereka biasanya melakukan pengorbanan manusia untuk para dewa dan kemudian memakan mayat-mayat tersebut yang mereka anggap suci. Hal ini semakin menambah catatan sejarah kanibalisme menyeramkan di dunia.

Baca Juga: Dilempar Hingga Direbus, Inilah 5 Tradisi Paling Aneh Bagi Bayi


Sejarah Kanibalisme Menyeramkan di DuniaSource: www.nationalgeographic.com.au
Kanibalisme di Suku Fore, Papua.


Kanibalisme bukan hanya sebuah ritual menyeramkan yang dilakukan atas dasar tradisi dan keagamaan semata, setidaknya sejarah mencatat bahwa praktik kanibalisme juga pernah dilakukan pada Perang Dunia II sebagai tindakan balas dendam. Pada saat itu, tantara Jepang memakan tawanan perang mereka untuk melakukan aksi balas dendam. Cara kanibalisme menyeramkan ini dilakukan untuk menunjukan dominasi, kekuatan, dan menguasai rasa takut lawan di medan perang.

Baca Juga: Apakah Memakan Daging Manusia Buruk Bagi Kesehatan?

Pada tahun-tahun berikutnya, yaitu sekitar 1971 sampai 1979, Sejarah kanibalisme terus berlanjut, pemimpin Uganda Idi Amin, yang rezimnya terkenal karena kebrutalannya, konon melakukan kanibalisme dengan memakan mayat-mayat lawannya. Bahkan, dia tidak pernah membantah isu tersebut dan menanggapinya dengan kalimat yang menunjukan bahwa dia memang benar melakukan kanibalisme menyeramkan itu, yaitu: “Saya tidak suka daging manusia. Ini terlalu asin bagi saya.”

Dalam dunia medis, kanibalisme “kecil” justru sudah ada di berbagai negara sejak dulu. Sejarah kanibalisme mencatat, obat-obatan China sebagai contohnya, orang-orang China terkadang mengkonsumsi organ dalam seperti, kuku, dan rambut manusia sebagai ramuan untuk menyembuhkan penyakit tertentu. Bahkan ketika orang-orang mengutuk kanibalisme di Dunia Baru sebagai orang biadab dan praktik menyeramkan, orang Eropa secara rutin mengonsumsi bagian manusia sebagai pengobatan.

Para pengikut dokter Swiss abad ke-16 Paracelsus misalnya, ia berupaya menyembuhkan disentri dengan obat-obatan yang mengandung bubuk tengkorak manusia, dan di Inggris pada abad ke-17 mumi yang dihancurkan digunakan dalam perawatan epilepsi dan sakit perut. Tentu saja hal ini termasuk ke dalam praktik kanibalisme menyeramkan. Dalam beberapa kasus, bukan sembarang mumi yang bisa digunakan. Saat itu, hanya mayat seorang pria berambut merah yang telah meninggal karena digantung yang digunakan dan dijadikan bagian dalam praktik kanibalisme menyeramkan.


Sejarah Kanibalisme Menyeramkan di DuniaSource: www.wired.com
Kecelakaan pesawat di gunung Andes.

Ada beberapa contoh praktik kanibalisme menyeramkan yang justru diterima, atau setidaknya ditoleransi, dan kasus-kasus ini biasanya melibatkan perjuangan bertahan hidup manusia. Salah satu contoh sejarah kanibalisme menyeramkan di dunia paling terkenal adalah kisah kanibalisme untuk bertahan hidup melibatkan pihak Donner. 

Sejarah mencatat, pada tahun 1846, 87 perintis yang dipimpin oleh George Donner meninggalkan Independence, Missouri, menuju California. Pada bulan Desember mereka terjebak oleh salju tebal di Sierra Nevada. Menghadapi kelaparan, orang-orang akhirnya memilih melakukan praktik kanibalisme menyeramkan. Kisah itu menjadi terkenal karena banyak diberitakan oleh media di kala itu sebagai bentuk perjuangan hidup dengan cara kanibalimse.

Baca Juga: Mungkinkah Transplantasi Otak dan Kepala Bisakah Dilakukan? Ini Penjelasannya!

Contoh lain dari praktik kanibalisme menyeramkan untuk bertahan hidup terjadi setelah kecelakaan pesawat di Pegunungan Andes pada tahun 1972. Dari 45 penumpang, hanya 16 penumpang yang berhasil selamat dari cobaan bertahan hidup selama 72 hari. Untuk bertahan hidup dalam keterbatasan, akhirnya mereka terpaksa melakukan praktik kanibalisme yang tercatat sejarah sebagai praktik kanibalisme menyeramkan di dunia, yaitu dengan memakan mayat-mayat korban yang tidak berhasil selamat demi bertahan hidup. 

Selanjutnya sejarah kanibalisme menyeramkan di dunia terjadi di Jamestown Colony pada 1609 sampai 1610, periode yang dikenal sebagai Starving Time, para pemukim Amerika yang putus asa terpaksa menjalankan praktik kanibalisme menyeramkan dengan mengkonsumsi mayat tetangga mereka setelah sebelumnya bertahan hidup dengan memakan tikus dan kulit sepatu.


Sejarah Kanibalisme Menyeramkan di DuniaSource: wonderhowto.com
Partikel protein Prions.

Terlepas dari segala kontroversi yang menyertai sejarah kanibalisme, praktik kanibalisme menyeramkan semakin mendapat banyak tentangan serta dianggap perbuatan kriminal. Selain itu, menurut pandangan medis, mengkonsumsi daging manusia dalam praktik kanibalisme memiliki dampak buruk bagi kesehatan. Hal ini dikarenakan manusia memiliki banyak sekali virus dan bakteri dalam tubuhnya. Mengolah dan memakan mayat manusia bisa menularkan hepatitis, Ebola, E. coli maupun sumber penyakit lainnya yang banyak macamnya.

Baca Juga: Hal Ini Akan Terjadi Pada Tubuh Kita Setelah Meninggal

Ditambah lagi, manusia adalah "santapan" yang sangat tinggi kalori. Paha manusia saja bisa menghasilkan sekitar 10.000 kalori. Satu jantung manusia akan memberikanmu 700 kalori jika kamu melakukan praktik kanibalisme. Belum lagi dalam tubuh manusia terdapat prions, sebuah partikel protein yang menyebabkan berbagai gangguan otak pada manusia jika dikonsumsi. Jadi, bukan tanpa alasan orang-orang mengutuk praktik kanibalisme karena dianggap menyeramkan dan tidak sesuai dengan prikemanusiaan.