Sejarah Mie Instan Yang Harus Diketahui Anak Kos

June 29, 2019 5:00 AM

Mie instan rasa-rasanya sudah jadi makanan yang sangat umum ada di mana saja, selain harganya yang murah dan penyajiannya yang gampang, mie instan jadi primadona banyak orang, terutama anak kos yang kadang harus mengirit budget makanan. Tapi sebenarnya sebelum jadi makanan sejuta umat seperti sekarang, mie instan ini dulunya adalah makanan mewah loh.

Mie Isntan Pertamasource: ngelmu.id
Penampakan Mie Instan Pertama

Mie Instan ditemukan pertama kali oleh Mamofuku Ando di Jepang pada tahun 1958 silam, awalnya dia melihat orang-orang sedang mengantri membeli ramen, antriannya panjang dan udara sedang sangat dingin, perut pun lapar karena memang dulu memasak ramen lumayan lama.

Dari situlah, Ando berpikir bagaimana caranya supaya orang bisa memasak sendiri ramen mereka di rumah dengan cara yang mudah dan cepat. Butuh waktu setahun buat Ando berhasil menciptakan mie instan pertamanya. Ando tidak sengaja memasukkan adonan mie ke dalan minyak goreng tempura panas, dari situ lah dia berhasil mengetahui apabila mie digoreng bisa menghasIlkan lubang-lubang dan menghilangkan sebagian besar kandungan air yang otomatis membuat mie lebih cepat dimasak dan mengawetkan mie lebih lama bahkan dari mie yang dibekukan. Kemudian istri Ando pun menghangatkan mie tersebut besoknya, dan terciptalah mie instan pertama di dunia.

Merebus miesource: tribunnews.com
Merebus Mie Instan

Mie instan pertama ini sudah dibumbui terlebih dahulu dan tinggal dimasak di air mendidih selama dua menit.

Ando menjual mie instan pertamnya dengan nama "chikin ramen" atau ramen rasa ayam, di bawah perusahaan miliknya, yaitu Nissin seharga 35 yen pada tanggal 25 Agustus 1958. Awalnya masyarakat Jepang menganggap bahwa chikin ramen instan buatan Ando ini adalah makanan mewah, karena memang harga yang dibandrol untuk satu keping mie instan tersebut lebih mahal enam kali lipat dari ramen segar yang dijual di pasaran saat itu.

Tapi lama kelamaan, karena sifatnya yang praktis dan cepat, chikin ramen instan ini akhirnya mulai laris di pasaran Jepang, terutama karena perusahaan Mitsubishi bekerja sama dengan Nissin dan ikut mempromosikan chikin ramen tersebut. Dari situlah mie instan mulai dikenal di daerah Asia Barat, Asia Timur dan Asia Selatan.

Setelah melakukan berbagai penelitian, Nissin kembali meluncurkan mie instan baru yang sudah disempurnakan, yang awalnya bumbu sudah menyatu dengan mie, mereka membuat bumbu bubuk yang dipisah di dalam sachet kecil.

mie dalam gelas plastiksource: hellosehat.com
Menjadi lebih praktis

Tahun 1971, Nissin menjual inovasi terbaru mereka yaitu cup noodle, mie yang disimpan dalam cup dan lebih praktis lagi karena tinggal diseduh air panas saja. Cup noodle ini langsung meledak di pasaran, selain karena praktis, penambahan sayuran kering ke depannya membuat cup noodle ini disebut sebut sebagai makanan lengkap, karena sudah ada sup dan sayurannya.

Sayangnya ternyata selain enak, mudah dan murah, mie instan ternyata kurang sehat untuk dikonsumsi terlalu sering, karena dalam satu porsi mie instan biasanya tinggi sodium, karbohidrat dan lemak, tapi kurang  protein, vitamin, serat dan mineral yang dibutuhkan tubuh.

Baca juga: Rahasia Mengapa Mie Instan Bikinan Warung Lebih Enak Dibanding Bikinan Sendiri

Akhirnya, menjawab banyak kecemasan konsumen, seiring berjalannya waktu, makin banyak produsen yang menjual mie sehat dengan mengurangi penggunaan garam, rendah kalori, mie dengan serat yang tinggi dan lain-lain, tapi tetap saja kita harus menambahkan bahan tambahan lain ketika mengkonsumai mie instan, seperti sayuran segar, telur, ayam, daging dan lain sebagainya untuk menambah gizinya.

Nah itu dia sejarah mie instan yang sekarang sering kita konsumsi.