Segitiga Bermuda Cuma Hoax Turun Temurun?

Feb 18, 2019 8:40 AM

Iblis bermata satu Dajjal, kecanggihan kota hilang Atlantis, atau alien sih oknum di balik kasus hilangnya sejumlah kapal laut dan pesawat terbang yang melintasi Segitiga Bermuda sejak dahulu kala?

Istilah "Segitiga Bermuda" untuk kawasan di Samudra Atlantik antara Bermuda, Miami, dan Puerto Rico sendiri dipopulerkan oleh penulis bernama Vincent Gaddis di majalah pulp fiction Amerika, Argosy pada tahun 1964.

Legenda soal Segitiga Bermuda dimulai pada 1950. Saat itu, Edward Van Winkle Jones menulis sebuah artikel yang terbit di koran Amerika Serikat, The Miami Herald. Jones melaporkan soal insiden lenyapnya sejumlah kapal laut dan pesawat terbang di Segitiga Bermuda. Termasuk pesawat pengebom milik Angkatan Laut Amerika pada 5 Desember 1945, serta pesawat penerbangan komersial Star Tiger (30 Januari 1948) dan Star Ariel (17 Januari 1949). Dalam artikel tersebut dikatakan sebanyak 135 orang tidak diketahui nasibnya.

“Mereka semua ditelan (hilang) tanpa jejak,” tulis Jones, dikutip dari Gizmodo.


Ilustrasi Dajjal via Hidayatullah.com

sumber foto : hidayatullah

Sejak saat itu, berbagai tulisan investigasi muncul. Salah satunya dalam buku terbitan 1955 berjudul The Case for UFO karya M.K. Jessup. Dalam bukunya, dia mulai memasukan dugaan keterlibatan makhluk luar angkasa sebagai biang keladi misteri ini.

Pada tahun 1964, Vincent Gaddis yang mempopulerkan istilah "Segitiga Bermuda" menulis sebuah artikel bahwa 1000 orang telah lenyap di kawasan itu. Dia juga meyakini bahwa kesemuanya merupakan “pola kejadian aneh.” Demam Segitiga Bermuda sendiri mencapai puncaknya pada awal 1970-an, dengan berbagai macam buku terbit membahasnya, termasuk karya bestseller Charles Berlitz, The Bermuda Triangle.

Tapi, apa yang sebenarnya terjadi di Segitiga Bermuda nan misterius ini?

Selain teori konspirasi, mistis dan UFO, berbagai teori ilmiah juga muncul mencoba menguaknya. Dari dugaan keberadaan gas methan, human error, hingga gempa laut dan pusaran air. Namun, mungkin yang paling mudah dicerna oleh banyak orang adalah tulisan jurnalis Amerika sekaligus pustakawan riset dan pilot, Larry Kusche dalam bukunya The Bermuda Triangle Mystery: Solved yang terbit 1975 silam.

Kusche berargumen bahwa, segala hal misterius soal Segitiga Bermuda sama sekali tidak misterius. Dia menganggap, semua itu hanyalah kisah karangan sensasional yang diturunkan turun temurun oleh para penulis tanpa berusaha keras memverifikasi lebih lanjut kebenarannya, baik disengaja maupun tidak. Berdasarkan penyelidikan Kusche, para penulis telah banyak melebih-lebihkan, dengan banyaknya data yang tidak cocok dengan kenyataannya.

Kusche secara teliti menjelaskan segala data yang berkaitan soal kasus kapal dan pesawat hilang di Segitiga Bermuda. Dia mempunyai beberapa kesimpulan menarik sebagai berikut:

Jumlah kapal dan pesawat yang hilang di Segitiga Bermuda itu tidak jauh lebih besar daripada di kawasan laut lainnya di seluruh dunia. Juga, akibat keadaan alam di sana yang ekstrim seperti sering dilanda siklon tropis, membuat hilangnya kapal tersapu badai sangat wajar terjadi. Belum lagi faktor kesalahan manusia, dimana banyaknya kapal yang hilang merupakan kapal kecil tanpa peralatan berlayar canggih dan memadai, serta dinaiki oleh pelaut-pelaut yang kurang memiliki pengetahuan dan skill. 

Kalau menurutmu bagaimana? Apakah misteri Segitiga Bermuda sekedar hoax? Yang jelas, kisah ini sangat menarik hingga terus dijadikan bahan acara televisi, artikel majalah hingga film.

(hrd/ruw)