Sarjana Banyak yang Nganggur, Kuliah Nggak Penting?

Mar 14, 2019 7:00 AM


PengangguranSumber foto: Pixabay


Bob Sadino nggak sarjana pakai celana pendek doang sukses tuh jadi pengusaha kaya!

Bill Gates nggak kelar kuliah jadi orang terkaya sedunia!

Susi Pudjiastuti lulusan SMP jadi Menteri!

Mark Zuckerberg dropout aja tajir!


Pasti kita sudah familiar dengan komentar-komentar macam itu. Kenyataannya mereka memang sedemikian suksesnya.

Sarjana menganggur memang bukan rahasia lagi. Yang bekerja pun banyak yang “hanya” menjadi karyawan medioker seumur hidupnya. Boro-boro tajir, yang ada malah pusing bayar cicilan rumah, motor, dan harus berkutat banyak hutang-hutang lainnya.

Jadi apakah kisah hidup orang macam Bob Sadino hingga Bill Gates bisa dijadikan pegangan? 

Lalu apakah yang terpenting skill, koneksi, soft skill dan sedikit keberuntungan? Katanya juga, lebih baik masuk SMK supaya lebih gampang dapat kerja.

Hmmm, kalau berdasarkan data BPS sampai tahun lalu sih, seperti dikutip dari Tirto.id, ada sekitar 7 juta orang masih menganggur di negeri ini. SMK malah merupakan angka pengangguran terbesar. Data lainnya juga mengatakan bahwa pengangguran lulusan universitas memang naik jumlahnya.

Tapi bukan rahasia juga di sekitar kita banyak yang mengeluh bahwa ketiadaan status S1 nya jadi penghalang jalan untuk sekedar mendapatkan kerja.

Tengok saja syarat-syarat yang terpampang pada iklan lowongan kerja. Meski mungkin skill dan pengalamannya jauh melebihi para fresh graduate, tapi tanpa gelar sarjana, bisa jadi tak akan berguna menembus filter HRD saat melamar sendiri tanpa rekomendasi.

Jadi rasanya menganggap kuliah tidak penting tidak tepat sama sekali. Banyak kok yang kuliahnya selesai mendapatkan karir yang melesat. Kalau kata orang tua zaman dahulu “jadi orang.” Lihat saja riwayat hidup orang macam mantan CEO Yahoo, Marissa Mayer. Atau yang dari dalam negeri, let’s say mantan presiden BJ Habibie.

Yang jelas, orang macam Bill Gates, Mark Zuckerberg, Bob Sadino hingga Susi Pudjiastuti adalah sosok-sosok inspirasional. Menjadikan mereka sebagai motivasi tentu baik, apalagi kalau bisa mengikuti kesuksesannya.

Namun hakikatnya bukan masalah kuliah atau tidak kuliah. Melainkan setiap orang memiliki kisah dan tantangan hidupnya masing-masing yang bisa diteladani dan tentu saja tidak bisa disamaratakan.

Tak ada jaminan sarjana sukses, sebaliknya juga tak ada jaminan tidak sarjana tidak bisa sukses. Lagipula sukses itu relatif, kita cuma bisa berusaha sekuat tenaga.

Yang penting jangan pernah menyerah apapun yang terjadi. Mirip peribahasa, “Di mana ada kemauan di situ ada jalan.” Dan mengutip Andrea Hirata, “Berkaryalah, biar dia menentukan nasibnya sendiri.”

Kalau menurutmu bagaimana? Kuliah penting atau tidak?

(hrd/ruw)