Sama-sama Merah Putih, Apakah Bendera Indonesia Meniru Monaco?

Mar 5, 2019 6:00 AM


Pernah terlintas tidak di benakmu, kenapa bendera Indonesia memiliki warna yang sama dengan bendera Manaco?

Gambar perbedaan bendera Indonesia dan Monaco
Sumber Foto: Inovasee.com

Indonesia sebagai bangsa bersatu, relatif baru ada sejak awal tahun 1900-an. Kemudian dikukuhkan lewat Sumpah Pemuda dan mengejawantah dalam proklamasi kemerdekaan pada 17 Agustus 1945. Sedangkan Monaco, resmi memakai bendera bercorak dwi warna untuk negaranya sejak 4 April 1881. 

Berdasarkan fakta ini apakah bendera Indonesia meniru Monaco atau hanya kebetulan sama?

Bendera berunsur merah putih sendiri kalau kita tarik sejarahnya akan sangat panjang. Corak dwi warna tersebut tidak ekslusif milik satu bangsa. Dia telah ada di banyak peradaban dunia sejak berabad-abad lampau, dari dataran Eropa, hingga kerajaan-kerajaan di Nusantara.

Menurut berbagai sumber, corak warna merah putih sebelum menjadi bendera negara Monaco, telah dipakai sebagai warna keluarga bangsawan Grimaldi, penguasa kepangeranan Monaco sejak tahun 1339.

Sedangkan motif merah putih di Indonesia, hingga zaman kerajaan Majapahit di abad ke-13. Majapahit diketahui memiliki bendera bercorak dwi warna, dengan sembilan garis merah dan putih.

Diceritakan laman Brighsight.me, sebuah cerita lucu pun pernah terjadi di awal masa kemerdekaan Indonesia, terkait bendera merah putih. Monaco pernah memprotes Indonesia karena kemiripan benderanya. Namun, keberatan tersebut tidak berlangsung lama, karena merah putih milik Indonesia ternyata lebih tua dari milik Monaco.

Bendera merah putih Monaco dan Indonesia pun sebenarnya serupa, tapi tak sama. Bendera Monaco memiliki dimensi rasio 4:5, sedangkan Sang Saka Merah Putih 2:3.

Lalu merah dan putih milik siapa?

Hmm, rasanya tidak relevan lagi menanyakannya. Zaman dahulu kan belum ada internet dan orang-orang di Monaco dan Trowulan (Majapahit) juga belum bisa saling bertemu satu sama lain.

Jadi daripada pusing, mari kita sepakati saja bahwa, warna adalah milik umat manusia. Yang penting, nilai yang terkandung dalam Sang Saka Merah Putih "berani dan suci" milik Indonesia lestari dan terpatri di dalam hati.

(hrd/ruw)