Sama-sama Bersayap, Kok Ayam Enggak Bisa Terbang?

Jan 24, 2019 7:13 AM

Sebagai salah satu unggas yang paling disukai, ayam selalu dijadikan sebagai menu makanan favorit. Ada begitu banyak makanan yang terbuat dari ayam. Mulai dari ayam goreng, nugget, bakso, sop, sampai cemilan. Ayam juga bisa dengan mudah kita jumpai di pinggir jalan sampai restoran. Coba, kamu bisa enggak menghitung berapa kali dalam sebulan kamu makan ayam? Saking seringnya makan ayam, kita sampai lupa seberapa banyaknya makan ayam.

C:\Users\Sharefaulia\Downloads\zosia-korcz-794557-unsplash.jpg

Tak hanya menu nusantara tradisional yang menjadikan ayam sebagai bahan utama. Kini, sederet makanan kekinian juga menggunakan ayam sebagai bahan utamanya. Di pertengahan tahun 2018, menu ayam goreng saus telur asin, kulit ayam goreng, sate taichan menjadi tren dan dijadi makanan yang paling diburu. Bahkan, salah satu restoran ternama mengalami peningkatan angka penjualan karena menyajikan menu sayap ayam bumbu pedas lengkap dengan saos keju.  

Nah, ngomong-ngomong soal sayap ayam, kamu pernah enggak sih penasaran kenapa ayam enggak bisa terbang padahal punya sayap, Sedangkan burung punya sayap bisa terbang kemanapun. 

Ternyata ayam bukannya enggak bisa terbang lho, ayam tetap bisa terbang dengan mengepakan sayap dan mengangkat tubuhnya. Namun, kepakan sayapnya tersebut tidak mampu menopang beban tubuh ayam yang jauh lebih besar dari pada sayapnya. 

Ukuran sayap ayam yang cenderung kecil, membuat otot-otot pada sayap ayam tidak mampu terbang tinggi. Sementara burung memiliki susunan atau struktur bulu-bulu yang rapat dan kuat. Salah satu burung yang memiliki tubuh serupa dengan ayam yaitu burung kolibri. Kolibri memiliki tubuh lebih besar dan sayap lebih kecil, namun kolibri tetap bisa terbang karena kecepatan kepakan sayapnya sekitar 12-80 kali per detik sehingga mampu mengangkat tubuh kolibri dan terbang.

Pada dasarnya ayam memang ditakdirkan untuk hidup di daratan, sayap ayam juga diciptakan dengan begitu sempurna. Desain sayap ayam memang tidak dimanufer untuk siap terbang seperti sayap burung. Sayap ayam sendiri memiliki banyak fungsi salah satunya mengatur keseimbangan, ketika ayam bergerak untuk berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya, gerakan sayap akan menyeimbangan tubuh ke kanan dan ke kiri. 

Begitu pula saat ayam menjangkau tempat yang lebih tinggi dengan melompat. Kamu pasti pernah liat dong ayam tetangga yang lagi main-main di atas genteng atau tembok. Nah, ketika turun ke bawah ayam akan mengepakkan sayapnya sebagai alat bantu keseimbangan, oleh sebab itu ayam enggak pernah keseleo kalau jatuh. 

Selain itu, sayap ayam juga mampu melindungi diri dari ancaman sekitar lo. Makanya, saat bertelur ayam kerap mengepitkan sayapnya untuk melindungi telur sekaligus menghangatkan tubuh. Nah, buat kamu yang jarang bangun pagi, coba deh sesekali lihat ayam berkokok. Ayam akan mengepakkan sayapnya saat berkokok, cara ini dilakukan untuk mengembalikan rileksasi otot-otot sayap dan tubuh ayam.

Gimana, sudah enggak penasaran lagi dong kenapa ayam enggak bisa terbang. Kalau ayam bisa terbang, bisa-bisa penjual ayam kremes, ayam bakar, ayam geprek berkurang lagi.(ayi)