Sama dengan Jakarta, Ibu Kota 6 Negara ini Juga Pernah Berganti Nama

Jun 25, 2019 9:00 AM

Jakarta yang merupakan ibu kota negara Republik Indonesia nyatanya sudah beberapa kali berganti nama. Pada awalnya wilayah yang kini dikenal sebagai kota terbesar di Indonesia itu bernama Jayakarta, namun berubah nama menjadi Batavia pada saat Indonesia berada di bawah jajahan Belanda. Hingga akhirnya kembali berubah menjadi Jakarta seperti yang kita kenal sampai saat ini.

Perubahan nama ibu kota sebuah negara nyatanya bukan hanya terjadi di Indonesia saja. Beberapa negara di dunia juga sempat mengganti namanya dengan alasan tertentu. Berikut nama enam ibu kota negara yang dimaksud:


1. Nur-Sultan (Kazakhstan)


Nur-SultanSource: localist.kz
Nur-Sultan di Kazakhstan.

Dahulu kota ini bernama Astana, namun pada April 2019 diganti namanya menjadi Nur-Sultan untuk menghormati semua jasa mantan Presiden Kazakhstan, Nursultan Nazarbayev, yang mengundurkan diri usai memimpin negara itu selama beberapa dekade.

Baca Juga: Hanya di 5 Negara ini Pengangguran Punya Penghasilan Rutin Tiap Bulan


2. Dushanbe (Tajikistan)


DushanbeSource: oromtravel.tj
Dushanbe di Tajikistan.

Dalam bahasa Tajikiskan, Dushanbe berarti hari Senin. Dahulu kota ini diberi nama Dyushambe, namun pada 16 Oktober 1929 berubah nama menjadi Stalinabad untuk menghormati pemimpin Uni Sovyet saat itu yakni Joseph Stalin. Akan tetapi pada 10 November 1961, Stalinabad kembali berubah menjadi Dushanbe hingga saat ini.

Nama Dushanbe sendiri dipilih berdasarkan sejarah kota yang dulunya tumbuh mulai dari sebuah desa yang selalu ramai setiap hari Senin. Hingga saat ini Dushanbe menjadi rumah bagi lebih dari 800 ribu jiwa warga Tajikistan.


3. Kinshasa (Republik Demokratik Kongo)


KinshasaSource: teatralia.pl
Kinshasa di Republik Demokratik Kongo.

Pada saat ini Kinshasa dikenal sebagai salah satu kota metropolitan terbesar ketiga di benua Afrika setelah Kairo (Mesir) dan Lagos (Nigeria). Dulunya wilayah ini merupakan bekas jajahan Prancis, jadi tak heran jika Kinshasha masuk ke dalam kategori Francophone atau pengguna bahasa Prancis terbesar di dunia mengalahkan Paris.

Baca Juga: Ini Hal yang Bikin Singapura Jadi Negara Kecil yang Maju

Di bawah jajahan bangsa Prancis, kota ini diberi nama Leopoldville. Namun pada 1966, pemerintah Kongo saat itu memutuskan untuk mengubah namanya menjadi Kinshasa sebagai  bagian dari upaya "Afrikanisasi" di seluruh negeri. Penamaan kota ini konon berasal dari nama desa yang pernah berdiri di wilayah ini bernama Kinchassa.


4. Ottawa (Kanada)


OttawaSource: ca.news.yahoo.com
Ottawa di Kanada.

Di awal berdirinya pada 1826, kota ini bernama Bytown. Namun pada 1855, Bytown berubah nama menjadi Ottawa seperti yang kita kenal sampai saat ini. Penamaan kota ini berasal dari nama Sungai Ottawa yang melewati wilayah perkotaan. Nama sungai itu sendiri diambil dari bahasa Indian yakni 'Odawa' yang berarti tempat untuk berdagang. Pasalnya sungai ini sejak dulu dikenal sebagai jalur perdagangan dari dan menuju Samudera Atlantik.

Ottawa sendiri dipilih sebagai ibu kota Kanada pada 1857. Pada saat itu wilayah ini masih berada di bawah jajahan kerajaan Inggris. Ottawa dipilih lantaran letaknya yang terpencil sehingga tak mudah untuk diserang oleh musuh.


5. Oslo (Norwegia)


OsloSource: thelocal.no
Oslo di Norwegia.

Kota ini berdiri pada 1040 namun sempat mengalami kehancuran pada 1624 akibat kebakaran hebat. Setelah hancur, kota ini berubah nama menjadi Christania untuk menghormati Raja Christian IV. Namun setelah terjadi reformasi ejaan, nama kota berubah menjadi Kristania sejak 1877 hingga 1925. Setelah itu, Kristiania kembali berubah menjadi Oslo yang kita kenal hingga saat ini. Namun pemilihan nama baru itu menuai perdebatan lantaran tak memiliki makna yang jelas.

Baca Juga: Hal Inilah yang Terjadi Bila Ibukota Indonesia Pindah dari Jakarta


6. Tallinn (Estonia)


TallinnSource: nationsonline.org
Tallinn di Estonia.

Kota ini merupakan yang terbesar di Estonia dan pertama kali lahir pada 1219. Namun kota ini benar-benar mendapatkan hak penamaannya pada 1248. Di awal terbentuknya kota ini, dulunya bernama Kolyvan yang diyakini sebagai salah satu pahlawan mitos dari Estonia. Pada abad ke-13, kota ini dikenal dengan sebutan Lindanisa yang merupakan istri dari sosok legendaris Kalev.

Baca Juga: Kenapa Monas Sebagai Ikon Kota Jakarta? Ini Jawabannya!

Namun pada saat Estonia memperoleh kemerdekaannya pada 1918, nama kota itu berubah menjadi Tallinna dalam bahasa lokal dan Tallinn dalam bahasa Inggris. Nama kota ini diyakini merupakan gabungan dari dua kata yakni Taani-linna di mana dalam bahasa Estonia digunakan untuk menyebut kota bentukan kerajaan Denmark.