Saat Air Laut Surut, Kemana Perginya Air?

Apr 8, 2019 12:30 PM

Salah satu tempat yang banyak dikunjungi orang khususnya saat liburan adalah laut. Laut menjadi salah satu destinasi karena keindahan yang dimiliki. Kombinasi keindahan pemandangan sekitar laut yang berpadu mesra dengan air laut yang jernih menjadi kesejukan bagi beberapa orang. Lebih lagi kamu bisa menikmatinya dengan berenang hingga menyelam untuk melihat apa yang ada di dalamnya.

Indonesia adalah negara maritim yang merupakan negara dengan luas laut hampir 75% bagian negaranya. Artinya laut di Indonesia sangat luas dan tak jarang banyak yang diketahui Internasional karena keindahannya. Kekurangan dari pemerintahan yang sering lupa untuk merawat lautnya ditambah kurangnya kepedulian masyarakat sekitar maupun wisatawan yang hadir untuk menjaga kondisi laut tetap baik.

Baca Juga: Bila Bulan Jatuh ke Bumi, Kengeriannya Bakal Mengagumkan

Salah satu yang harus diperhatikan oleh banyak orang yang ingin pergi ke laut adalah waktu pasang surut air laut atau biasa disebut pasut. Fenomena ini tidak asing bagi seluruh masyarakat karena ini biasa dan normal terjadi. Meski begitu masih banyak orang yang tidak tahu apa itu pasut dan kapan terjadinya. Pasut secara singkat bisa kita artikan sebagai surutnya air laut disaat tertentu sehingga akan membuat garis pantai lebih jauh dari biasanya. Naik atau turunnya air laut disebabkan oleh bulan dan matahari.

Peristiwa naik atau turunnya air laut ini normalnya terjadi secara periodik atau ada waktu tertentu ketika hal itu terjadi. Fenomena ini biasa terjadi di waktu siang dan malam atau pagi dan sore hari, biasanya terjadi di pantai dan laut dalam. Meski begitu banyak orang hanya mengetahui itu terjadi di pantai.

air laut surutSource: youtube
Peristiwa naik atau turunnya air laut ini normalnya terjadi secara periodik atau ada waktu tertentu ketika hal itu terjadi. Fenomena ini biasa terjadi di waktu siang dan malam atau pagi dan sore hari.


Baca Juga: Sudah Tahu Belum? Inilah Perbedaan Semen dengan Beton!

Hal ini sudah biasa terjadi dan sudah disadari banyak orang sejak dahulu kala. Manusia sudah menyadari bahwa hal ini terjadi karena peran dan pengaruh dari bulan dan matahari. Itu terbukti dari terciptanya lagu “nenek moyangku seorang pelaut”. Artinya kita tahu bahwa laut sudah bukan hal yang asing buat kita bahkan nenek moyang kita. Saat malam hari permukaan air akan menjadi lebih tinggi jika dibandingkan saat siang hari. Laut sekaan memiliki pola dengan pagi rendah, siang tinggi, sore rendah, dan malam tinggi.

Air laut sudah memiliki mekanisme penghitungan batas air laut. Jika tinggi air laut melebihi rata – rata mekanisme tersebut maka artinya air sedang pasang naik begitu sebaliknya. Kamu bisa berkomunikasi dengan masyarakat pinggir pantai, biasanya mereka bisa mengetahui dengan hanya melihat air laut tersebut. Kamu akan tahu dengan melihat perubhana garis pantai yang terbentuk dari air laut itu sendiri. Fenomena ini terjadi setiap hari dan saat itu akan memiliki perbedaan ukuran air naik atau turun.

Baca Juga: Meski Bagus Untuk Obat, Ini Alasan Mengapa Ganja Dilarang?

Air laut yang naik turun disebut sebagai peristiwa yang periodik sehingga pasut digolongkan sebagai gelombang dengan jenis gelombang stasioner. Para ahli saat ini berlomba utnuk menghitung dengan keilmuannya masing – masing utnuk menentukan batas rata – rata fenomena ini dan membuatnya menajdi ilmu pengetahuan yang baik. Jika para ahli sudah bisa menemukannya , nanti akan ada prediksi dimana pasut akan datang dengen gelombang tertinggi atau bahkan terendah. Secara sederhana penelitian tersebut akan menguntungkan kamu yang suka berenang di laut maupun suka memancing di laut. (gn)