Psikosomatis, Ketika Pikiran Bisa Pengaruhi Kesehatan Tubuh

July 27, 2019 5:00 AM

Ada yang menyebutkan bahwa sakit yang kita alami terkadang berasal dari rasa stres dan pikiran yang terlalu banyak. Hal itu memang ada benarnya dan biasanya terjadi jika kita sedang alami perasaan yang tidak memungkinkan untuk rileks ataupun terlalu banyak hal yang dipikirkan.

Dalam kehidupan sehari-hari, kita sebagai manusia juga pasti pernah mengalami rasa stres akibat banyak memikirkan hal-hal yang berhubungan dengan aktivitas kita sehari-hari. Lalu saat kita mengalami itu tiba-tiba terserang gangguan fisik yang tentunya makin memperburuk kondisi kita yang tengaha alami stres secara psikis.

Kondisi tersebut kemudian disebut sebagai psikosomatis atau penyakit yang datang karena pikiran atau rasa stress yang muncul. Dalam kata lain, psikosomatis berarti penyakit yang melibatkan pikiran dan tubuh, yang mana pikiran itu mempengaruhi kondisi tubuh hingga kemudian muncul penyakit yang menyerang tubuh kita.

Baca Juga: Ternyata Stress dapat Timbul Dari Hal Positif


PsikosomatisSource: unsplash.com
Psikosomatis, salah satu gangguan kesehatan yang berhubungan dengan masalah psikis.

Psikosomatis yang berasal dari kata psyche (pikiran) dan soma (tubuh) biasanya dialami oleh orang yang alami masalah mental seperti rasa cemas (anxiety), depresi dan stres yang kemudian memiliki pengaruh dengan kondisi fisik dan memperparah kondisi tubuh kita. Tanda-tanda bahwa kita alami psikosomatis pun biasanya terjadi saat alami rasa stres yang kemudian diikuti oleh keluhan fisik seperti kepala pusing atau rasa sakit lainnya di beberapa bagian tubuh.

Seperti yang dikutip dari alodokter, Gejala fisik tersebut disebabkan oleh meningkatnya aktivitas listrik atau impuls saraf dari otak ke berbagai bagian tubuh. Selain itu, pelepasan zat adrenalin (epinefrin) ke dalam aliran darah juga bisa menyebabkan gejala fisik di atas. Maka dari itu terkadang kita bisa cepat alami sakit ketika kita sedang alami perasaan tertentu yang berhubungan dengan kecemasan, stres dan perasaan negatif lainnya.

Baca Juga: 4 Kiat untuk Hindari Pikiran Negatif Agar Kamu Lebih Bahagia

PsikosomatisSource: ndnr.com
Stress dan kecemasan juga menjadi pemicu munculnya psikosomatis

Dikutip pula dari verywellmind.com, stres atau depresi yang kita alami juga mempengaruhi sistem kekebalan tubuh yang membuat peluang kita terjangkit suatu penyakit cukup besar dan memperparah kondisi tubuh karena psikosomatis tersebut. Salah satu penyakit yang mendekati dengan gejala psikosomatis adalah psoriasis.

Psoriasis adalah salah satu penyakit auto imun yang ditandai dengan peradangan kulit yang menyebabkan kulit bersisik, kering dan mudah terkelupas seperti ketombe. Pemicu dari psoriasis salah satunya adalah stres yang dialami penderita yang menyebabkan rasa stres itu mengalir ke kondisi tubuh dan muncul ruam-ruam kulit di bagian tubuh tertentu seperti kepala, lutut, dan siku.


PsikosomatisSource: cbsnews.com
Psoriasis, salah satu penyakit autoimun yang ciri-cirinya mendekati dengan psikosomatis.

Selain itu tekanan darah tinggi juga bisa berhubungan dengan psikosomatis. Dipicu oleh rasa stres dan tekanan mental yang dihadapi membuat seseorang rentan mengalami tekanan darah yang tinggi.

Baca Juga: Hadapi Stres Saat Bekerja dengan 6 Cara Ini!

Berbeda dengan yang menderita penyakit lainnya, gejala-gejala yang muncul dan tanda kelainan fisik yang terdapat pada penderita psikosomatis tidak selalu jelas, dan tidak terdeteksi oleh dokter. Namun, keluhan dan dampak dari gangguan tersebut dirasakan nyata oleh pasien. Hal inilah yang menyebabkan gangguan psikosomatis terkadang sulit untuk dideteksi.

Untuk mengatasi psikosomatis, pertolongan dari psikiater adalah salah satu yang paling penting. Dengan pengobatan psikoterapi dan berbagai pendekatan lainnya, penderita psikosomatis setidaknya bisa meredakan gangguan tersebut secara berangsur-angsur. Meski bukan penyakit yang terlihat secara kasat mata, namun psikosomatis akan menjadi bahaya jika tidak ditangani oleh orang yang tepat.