Percaya atau Tidak, 4 Penyakit ini Cuma Ada di Indonesia

Jun 17, 2019 10:00 AM

Apapun penyakit yang diderita oleh seseorang biasanya memiliki ciri dan penyebab yang khas. Tak terkecuali di Indonesia yang memiliki beberapa nama penyakit unik tapi istilah medisnya tak banyak diketahui banyak orang. Kebanyakan malah berpikir penyakit-penyakit itu hanya ada di Indonseia dan tak akan ditemukan di negara lain.

Harus diakui nama-nama penyakit ini memang sangat unik dan tak akan ditemukan di negara lain. Meski terdengar sangat 'lokal', tapi sebenaranya semua penyakit itu memiliki istilah dan bisa dijelaskan secara medis. Penyakit apa saja yang dimaksud?


1. Masuk Angin


Masuk anginSource: pinterest.com
Masuk angin bisa dikategorikan sebagai gejala awal dari malaise atau kondisi tidak enak badan.

Jika kamu memeriksa dalam literatur medis, maka nama penyakit ini tidak akan pernah ditemukan. Tapi jika dijelaskan secara ilmiah, maka masuk angin bisa dikategorikan sebagai gejala awal dari malaise atau kondisi tidak enak badan. Adapun ciri-cirinya seperti kondisi tubuh terasa drop, merasa akan mengidap penyakit tertentu, lemas, dan merasa tidak nyaman di sekujur tubuh.

Baca Juga: Benarkah Mata Sipit Bisa Mengindikasikan Berbagai Penyakit?

Secara medis, penyebab malaise sendiri saat ini masih sulit ditentukan. Namun jika dilihat dari gejala yang ditunjukkan, masuk angin bisa dikategorikan sebagai gejala penyakit lainnya seperti flu, diare, infeksi bakteri, samapai gangguan fungsi hati.


2. Anyang-Anyangan


Anyang-anyanganSource: getridofthings.com
Berdasarkan penjelasan medis, anyang-anyangan ternyata bukanlah sebuah penyakit

Penderita penyakit ini biasanya akan merasakan ingin buang air kecil tapi yang keluar justru hanya sedikit atau tidak ada sama sekali. Di Indonesia biasanya penyakit ini disebabkan karena seseorang kurang minum.

Tapi berdasarkan penjelasan medis, anyang-anyangan ternyata bukanlah sebuah penyakit. Kondisi itu hanyalah gejala dari seseorang yang terjena infeksi saluran kemih (ISK).  Gejala-gejala lainnya yang mungkin dirasakan oleh penderita adalah nyeri saat buang air kecil, urine berwarna keruh, berbau, dan merasakan nyeri di sekitar panggul. ISK sendiri disebabkan oleh infeksi bakteri pada kandung kemih. Jadi bukan karena kurang minum saja ya.

Baca Juga: Punya 5 Indikasi Ini? Berarti Berpotensi Menjadi Psikopat


3. Cantengan


CantenganSource: menshealth.com
Penyakit ini biasanya timbul akibat seseorang memotong kiku terlalu dalam yang akhirnya mengakibatkan infeksi

Penyakit ini biasanya timbul akibat seseorang memotong kiku terlalu dalam yang akhirnya mengakibatkan infeksi. Namun di dunia medis, cantengan bisa disebut sebagai kondisi di mana kuku mengalami infeksi akibat jamur atau ragi yang dikenal dengan nama onychomycosis atau tinea unguium.

Gejala seseorang yang menderita cantengan biasanya berupa luka di area sekitar kuku. Selain itu tanda lain yang mungkin dirasakan oleh penderita seperti kuku menebal, berubah warna menjadi kekuningan, muncul bintik putih, dan sakit pada area yang terkena infeksi.

Bagian tangan dan kaki setiap orang memiliki risiko untuk terkena cantengan. Hanya saja orang yang memiliki riwayat cantengan dalam keluarganya, kerap menggunakan sepatu, sering terkena air, dan pernah mengalami cedera pada kuku, maka orang itu memiliki risiko yang lebih tinggi untuk terkena penyakit ini.


4. Angin Duduk


Angin dudukSource: medicalnewstoday.com
Angin duduk merupakan gejala awal dari penyakit jantung koroner

Nama penyakit ini bisa dipastikan tidak akan pernah kamu temukan di luar Indonesia. Tapi dalam dunia medis, penyakit ini dikenal dengan istilah angina. Angina sendiri merupakan rasa nyeri di dada akibat berkurangnya suplai darah ke dalam jantung. Dengan kata lain angin duduk merupakan gejala awal dari penyakit jantung koroner. Penderita angin duduk atau angina biasanya juga akan merasakan gejala lainnya seperti nyeri pada lengan, leher, rahang, punggung, dan bahu. Bukan hanya itu, tubuh penderita biasanya akan terasa lesu disertai mual, berkeringat, sesak napas, dan pusing.

Baca Juga: Buang Angin Berlebihan Bisa Jadi Tanda Bahaya, Kok Bisa?

Angina sendiri terdiri dari dua jenis yakni angina stabil dan angina tak stabil. Untuk angina stabil bisa sembuh dengan sendirinya, sementara angina tidak stabil bisa mengarah pada terhentinya detak jantung sehingga harus segera ditangani oleh dokter.

Jadi, bukanlah hal yang salah untuk memberikan nama khusus pada penyakit tertentu selama penanganan medisnya tidak keliru. Tapi saat badan terasa mulai kurang sehat, ada baiknya untuk menemui dokter agar mendapatkan penanganan yang lebih tepat.