Penemuan Ini Buktikan Burung Beo Pernah Besar di Zaman Purba

Oct 24, 2019 6:30 AM

Burung beo. Jika kita membicarakan tentang burung yang satu ini satu hal yang diucap adalah burung yang cerewet. Hewan yang kini menjadi peliharaan di beberapa rumah memang memiliki kelebihan dalam mengikuti ucapan sang majikan dengan aksen yang hampir mirip aslinya. Namun dibalik keunikan dari burung tersebut tersimpan fakta yang cukup mencengangkan.

Berdasarkan apa yang ditemukan oleh para ahli di Selandia Baru, mereka menemukan fakta baru mengenai burung beo, yaitu burung tersebut ditengarai pernah berukuran sepinggang orang dewasa atau lebih spesifiknya memiliki tinggi sebesar satu meter. Tentu saja burung beo itu muncul di zaman purba.



Source: Brian Choo, Flinders University
Gambaran dari burung beo Heracles inexpectatus, burung purba yang fosilnya ditemukan di Selandia Baru

Baca Juga: Sempat Punah 136 Ribu Tahun Lalu, Spesies Burung Ini Kembali Ditemukan Hidup di Afrika Timur

Para paleontologi dari Selandia Baru menemukan fosil dari seekor burung purba yang berada di sebuah situs di St. Bathans, Central Otago yang teridentifikasi adalah fosil tulang dari burung beo purba. Kemudian para ahli menamai burung beo tersebut dengan nama latin Heracles inexpectatus yang namanya terinspirasi oleh tokoh mitologi Yunani, Heracles yang terkenal dengan kekuatannya.


Source: Flinders University
Fosil tulang burung beo Heracles yang ditemukan di situs St. Bathans yang dibandingkan dengan fosil burung Kakapo purba

Jika dilihat dari ukuran tubuh, burung beo purba yang diprediksi hidup 19 juta tahun yang lalu itu memiliki tinggi dua kali lipat dari burung Kakapo purba. Burung kakapo sendiri adalah burung yang menjadi ikon dari negara Selandia Baru yang disebut sebagai burung terbesar dan tergemuk.

Baca Juga: Kenapa Burung Beo Bisa Ngomong Tapi Monyet Tidak?

Burung Beo purba itu sendiri diprediksi memiliki bobot sekitar 7 kilogram dan ditengarai tidak bisa terbang karena bobot tubuhnya yang cukup besar dan hanya mengais makanan di daerah hutan saja. Namun, ia mungkin bisa memanjat pohon dan meluncur seperti burung kakapo modern (Strigops habroptilus). 

Burung Kakapo sendiri saat ini adalah kakatua terbesar di dunia, tetapi Burung Beo Heracles dengan mudah miliki bobot dua kali lebih besar dari sepupunya yang gemuk dan tidak bisa terbang.


Source: IFLScience
Perbandingan tinggi antara burung beo Heracles, Kakapo, Kiwi, dan manusia
"Selandia Baru terkenal dengan burung-burung raksasa. Sebelumnya ditemukan spesias moa yang tingginya 3,6 meter dan seekor penguin yang lebih tinggi dibanding manusia. Selain itu juga pernah ditemukan angsa dan elang raksasa," ujar Trevor Worthy dari Flinders University dalam sebuah pernyataan seperti dilansir Live Science.

Menurut Worthy, Burung Beo Heracles dahulu hidup di daerah hutan hujan subtropis yang berisi tanaman berbiji dan buah yang kemudian menjadi sumber makanan dari burung tersebut.

"Ia hidup di hutan hujan subtropis di mana terdapat banyak pohon salam, sawit, sikas, dan pohon casuarina yang mana semuanya menghasilkan buah dan biji yang akan dimakan burung nuri ini," kata Worthy.

Baca Juga: 6 Fakta Burung Hantu, Hewan Misterius yang Dianggap Pertanda Kematian!

Lalu Bagaimana Burung Beo Purba itu Akhirnya Punah?



Menurut para ahli, burung beo tersebut punah dikarenakan perubahan iklim yang terjadi sekitar 12 juta hingga 13 juta tahun yang lalu. Di saat itu suhu global anjlok yang membuat hutan tropis Selandia Baru perlahan menjadi hutan beriklim sedang dan itu berdampak pada berkurangnya jumlah pohon buah-buahan di seluruh pulau Selandia Baru.

Penemuan fosil burung beo Heracles di Selandia Baru memberikan wawasan penting tentang keragaman fauna daratan yang hidup di iklim subtropis jutaaan tahun lalu. Meski membutuhkan waktu 20 tahun. Namun, perjalanan panjang itu tak sia-sia karena pada akhirnya para ahli menemukan fakta terbaru mengenai sejarah dari burung beo yang kini bertubuh kecil nan cerewet.