Penelitian Baru Ini Ubah Takaran Aman Garam Untuk Manusia Per Hari

Sep 30, 2019 4:30 AM

Hingga saat ini tubuh manusia membutuhkan asupan natrium yang mana kandungan tersebut berada dalam butiran garam yang memiliki senyawa natrium klorida (NaCl). Namun, jika kita mengonsumsi garam terlalu banyak, bahaya yang terkait dengan penyakit kardiovaskular mengintai kita selain bahaya-bahaya yang lainnya.

Para profesional kesehatan telah mencoba untuk mengatasi masalah ini selama beberapa dekade, tetapi hal tersebut menghadapi beberapa hambatan, termasuk beberapa penelitian yang menyangkut tentang tingkat aman asupan garam untuk tubuh kita. Penelitian tersebut kini menimbulkan keraguan.

Tetapi penelitian terbaru yang dibuat oleh para peneliti telah menemukan kekurangan dalam studi tersebut dan menunjukkan bahwa asupan garam harus dikurangi lebih jauh dari rekomendasi saat ini. Kemudian hal tersebut dijelaskan oleh Feng He, Profesor Riset Kesehatan Global dari Queen Mary University of London.


Garam yang masih dibutuhkan manusia untuk asupan zat Natrium untuk tubuhSource: times.com
Garam

Baca Juga: Penyedap Makanan Pengganti Micin Tanpa Efek Samping, Bisa Dicoba Guys!

Sebelumnya, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan agar orang mengonsumsi kurang dari 5 gram garam sehari, tetapi konsumsi global rata-rata 10 gram sehari. Konsumsi garam yang berlebihan meningkatkan tekanan darah, yang meningkatkan risiko serangan jantung, gagal jantung, dan stroke.

Selain itu dikutip dari Science Alert, banyak penelitian menunjukkan adanya hubungan linier antara asupan garam dan penyakit kardiovaskular. Hubungan antara kedua hal tersebut dijelaskan, yaitu ketika asupan garam meningkat, risiko penyakit kardiovaskular dan kematian dini meningkat.

Tetapi penelitian lain menunjukkan bahwa hubungan antara konsumsi garam dan penyakit tidak linear. Mereka berpendapat bahwa mengonsumsi kurang dari 7,5 gram dan lebih dari 12,5 gram garam per hari dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular dan kematian dini. Tetapi ada kekurangan dalam metode yang digunakan dalam penelitian ini.


Asupan garam yang melebihi batas aman bisa memicu penyakit yang berkaitan dengan kardiovaskular seperti penyakit jantungSource: Shutterstock
Risiko penyakit jantung

Baca Juga: Hindari Resiko Sakit Jantung dengan Tidur Siang, Apa Benar?

Dalam penelitian tersebut, para peneliti mengumpulkan sampel urin dalam tiga periode selama 24 jam untuk menganalisa berapa takaran garam yang tepat untuk kita konsumsi setiap hari. Metode itu pun kemudian diyakini menjadi yang paling mudah dan murah bagi para partisipan ataupun peneliti.

Namun, sayangnya ketika melakukan penelitian dengan metode tersebut hasilnya justru kurang akurat karena metode tersebut melibatkan urin dari beberapa orang yang miliki asupan cairan yang berbeda-beda. Maka dari itu penelitian yang menyebut tidak ada hubungan antara asupan garam dengan risiko kematian akibat penyakit kardiovaskular tidak bisa diandalkan.


Dengan mengonsumsi garam sesuai takaran, kita bisa terhindar dari penyakit jantung dan yang berkaitan dengan kardiovaskularSource: chiropractic.ca
Jangan konsumsi garam berlebihan

Baca Juga: Hati-Hati, Malas Gosok Gigi Berisiko Sakit Jantung

Dari hasil penelitian tersebut kemudian para peneliti temukan hubungan antara asupan garam dengan risiko kematian masuk pada tingkat takaran 3 gram garam per hari. Hasil itu ditemukan dengan lakukan analisis data dari metode Trials of Hypertension Prevention, yang mana itu adalah metode standar untuk menilai asupan garam kepada hampir 3000 orang dengan prehipertensi selama periode 18 bulan hingga 4 tahun.

Dari hasil tersebut, kita bisa menyimpulkan bahwa mengurangi konsumsi garam bisa menghindari kita dari masalah penyakit yang berhubungan dengan jantung dan darah. Pengurangan asupan garam secara bertahap seperti yang direkomendasikan oleh WHO merupakan strategi yang baik serta cukup ampuh untuk mencegah risiko penyakit kardiovaskular dan kematian dini di seluruh dunia.