Penasaran Nggak Pernah Ketemu Jodoh yang Match? Inilah Cara Algoritma Tinder Bekerja

Mar 21, 2019 12:30 PM

Ada banyak cara untuk mendapatkan jodoh, dan di era digital ini, salah satunya adalah lewat aplikasi kencan yang sekarang makin menjamur di internet. Tinder merupakan salah satu aplikasi kencan yang paling populer diantara semuanya. 

TINDERGak pernah match saat main tinder? Mungkin ini alasannya. (Photo: pixabay)

Menurut Pew Research Center, mayoritas orang Amerika sekarang menganggap aplikasi kencan salah satu cara yang baik untuk bertemu seseorang; menghapus stigma generasi sebelumnya yang mengatakan kencan dengan orang asing adalah tabu. Meski begitu, di Februari 2016, pada saat survei Pew, hanya 15 persen orang dewasa Amerika yang benar-benar menggunakan aplikasi kencan, yang berarti penerimaan teknologi dan kemauan untuk menggunakan teknologi adalah sesuatu yang tidak sejalan. Dari angka tersebut pun, hanya 5 persen orang yang menikah atau menjalani hubungan serius dari aplikasi tersebut. Ada beberapa alasan kenapa angka ini sangat kecil, karena nggak semua orang beruntung bisa mendapatkan jodoh yang pas di aplikasi ini.

Nah, kalau kamu termasuk salah satu diantaranya, ini dia beberapa informasi tentang bagaimana algoritma Tinder bekerja dan apa yang bisa kita lakukan untuk menemukan cinta:

Langkah pertama adalah memahami dasar algoritma Tinder. Beberapa tahun yang lalu, Tinder mengijinkan reporter Fast Company Austin Carr melihat "sistem rahasia pemeringkatan Tinder" dan samar-samar menjelaskan kepadanya bagaimana sistem bekerja. Pada dasarnya, aplikasi ini menggunakan sistem peringkat untuk para penggunanya: Anda naik peringkat berdasarkan pada berapa banyak orang yang swipe kanan ("like”) pada profil Anda. Siapa yang menswipe Anda pun akan mempengaruhi peringkat Anda. Semakin tinggi peringkat orang yang menswipe kanan Anda, semakin tinggi skor yang Anda raih. Tinder kemudian akan memasangkan orang dengan skor yang hampir setara satu sama lain.

Meski begitu, sulit untuk menyangkal bahwa proses seseorang menswipe kanan foto kita masih sangat tergantung pada penampilan fisik. Tinder pun mengamini itu dengan menghadirkan update aplikasi yang memungkinkan orang untuk menempatkan lebih banyak foto di profil mereka, dan membuat foto ditampilkan lebih besar di antarmuka.Sebagian besar pengguna menulis bio yang singkat, dan beberapa memanfaatkan integrasi Spotify dan Instagram yang memungkinkan mereka menambahkan lebih banyak konteks tanpa benar-benar memasukkan informasi tambahan sendiri. Algoritma ini memperhitungkan faktor-faktor lain - terutama lokasi dan preferensi usia, satu-satunya informasi biografis yang benar-benar diperlukan untuk profil Tinder.

TINDERSudah Berhasil Dapat Jodoh di TInder? (Sumber: metro.co.uk)

Ketika Anda sudah menswipe kiri alias menolak terlalu banyak orang,  algoritme akan mulai mendaur ulang orang yang tidak Anda sukai pertama kali. Nick Saretzky, Direktur dari OKCupid menjelaskan hal yang senada: semakin lama Anda menggunakan aplikasi, semakin buruk pilihan yang didapat. Ini dilakukan semua aplikasi dating seperti Tinder, Bumble, OkCupid, kita semua melakukan daur ulang. Jika Anda telah melewati seseorang, pada akhirnya, seseorang yang Anda swipe kiri pertama kali Anda menggunakan aplikasi ini adalah pilihan yang jauh lebih baik daripada orang ke 1.000 atau 10.000 di belakangnya.