Pemerintah Kota Palangka Raya Menutup Praktik Lokalisasi Bukit Sungkai

Dec 4, 2019 10:00 AM

Pemerintah kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah resmi menutup praktik lokalisasi prostitusi Bukit Sungkai pada Jumat (29/11). Sebenarnya, wacana penutupan tersebut sudah ada sejak 2018 namun karena keterbatasan anggaran, baru bisa terealisasi sekarang. Walikota Palangka Raya Fairid Naparin menjelaskan, penutupan lokalisasi prostitusi di wilayahnya adalah upaya mendukung program pemerintah sehingga pihaknya membentuk Gerakan Palangka Raya Bebas Prostitusi (Gerpati).

“Hal itu dilakukan sebagai wujud dukungan Pemerintah Kota Palangka Raya terhadap keputusan pusat bahwa Indonesia bebas lokalisasi prostitusi pada tahun 2019.” Terang Fairid Naparin pada Jumat (29/11).

Pemerintah Pusat bekerjasama dengan Pemerintah Daerah telah lama mengeluarkan kebijakan yang dituangkan dalam Perda khusus di Kota Palangka Raya yang diatur dalam Perda Nomor 9 Tahun 2012 tentang penanganan gelandangan, pengemis, tuna susila, dan anak jalanan di Kota Palangka Raya.





 



 
Lokalisasi prostitusi Bukit Sungkai resmi ditutupSource: Infia.co
Lokalisasi Prostitusi Bukit Sungkai Ditutup


Prostitusi Bukit Sungkai, Praktik Prostitusi Ternama Palangka Raya

Prostitusi Bukit Sungkai dikenal dengan nama Pal 12, berlokasi di kilometer 12 Jalan Tjilik Riwut, Kecamatan Petuk Katimpun, Kota Palangka Raya. Praktik prostitusi di wilayah itu sudah berlangsung selama lebih dari 32 tahun. Data Dinas Sosial Palangka Raya mencatat, pada awal tahun 2018 terdapat 137 Pekerja Seks Komersil (PSK) menetap di area tersebut. Pada 14 Agustus 2019 dilakukan verifikasi oleh Dinsos, jumlah PSK Bukit Sungkai berkurang menjadi 84 orang yang berasal dari berbagai wilayah di Indonesia.





 




 
Deklarasi penutupan prostitusi bukit sungkaiSource: Media centre Palangka Raya
Deklarasi Gerpasti

 Fairid Naparin terbilang cukup berani dan bernyali sebagai Walikota termuda di Indonesia. Tidak mudah untuk menutup tuntas praktik lokalisasi prostitusi yang sudah berlangsung puluhan tahun. Nyatanya, genap setahun menjabat sebagai Walikota, lokalisasi praktik prostitusi ternama di Palangka Raya berhasil ditutup. Langkah yang diambil Fairid untuk menutup Pal 12 mengingatkan kita degan sosok ternama Walikota Surabaya Tri Rismaharini. Pemkot Surabaya yang dipimpin oleh Risma menutup lokalisasi prostitusi terbesar ‘Dolly’ pada 19 Juni 2014.

Meski Pal 12 telah resmi ditutup, Pemkot Palangka Raya harus mengambil langkah strategis untuk mencegah praktik prostitusi online. Pasalnya, praktik prostitusi bukan hanya mengacu pada area lokalisasi semata. Pembekalan keterampilan dan usaha menengah yang didukung oleh Pemkot bisa menjadi salah satu cara untuk menekan jumlah pekerja seks komersil yang ada di Kota Palangka Raya.