Peluang Timnas Indonesia Lolos ke Piala Dunia 2022 Sudah Kecil

Sep 11, 2019 3:10 AM

Tim Merah-Putih sekarang sudah bisa melupakan mimpi lolos ke Qatar. Timnas Indonesia sudah 2 kali mengalami kekalahan di Grup G babak kedua Kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Asia. Babak kedua Kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Asia baru memainkan 2 pertandingan dan timnas Indonesia sudah 2 kali kalah. 

Pada Kamis (5/9), Indonesia takluk 2-3 dari Malaysia di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta. Lima hari kemudian di tempat yang sama, Tim Merah-Putih kalah lagi, kali ini dengan skor 0-3 dari Thailand.

Baca Juga: Indonesia Kalah (Lagi) di Laga Kualifikasi Piala Dunia

Raport Pemain Timnas Indonesia


source: https://bola.kompas.com raport timnassource: bola.kompas.com
Raport timnas 
Rapor pemain timnas Indonesia mulai dari posisi penjaga gawang, di mana harus diakui kalau Andritany Ardhiyasa sempat melakukan sejumlah aksi penyelamatan seperti di akhir babak pertama. Akan tetapi memasuki babak kedua, Andritany Ardhiyasa membuat kesalahan. 

Satu kesalahan yang paling jelas dilakukan oleh Andritany adalah ketika melanggar pemain Thailand di dalam kotak penalti. Akibat pelanggaran itu, Thailand pun berhasil mencetak gol keduanya yang mana itu telah menjatuhkan mental timnas Indonesia. 

Untuk sektor pertahanan, dapat dikatakan permainan Yanto Basna berhak mendapat kredit khusus karena beberapa kali pengambilan keputusan untuk melakukan tekel dan blocking yang sangat presisi. Namun, sayang tandemnya, Hansamu Yama justru tak maksimal.

Analisa Permainan


source: https://wow.tribunnews.com analisa pemainsource: wow.tribunnews.com
Analisa pemain

Gol ketiga Thailand jika kita analisis, di situ ada kesalahan fatal dari seorang Hansamu Yama. Tampak jelas sesaat sebelum gol, Hansamu Yama terlihat meninggalkan posnya untuk membantu Yanto Basna melakukan pressing. Akibatnya, ada ruang kosong di depan gawang Andritany yang langsung dihukum oleh Thailand. 

Sedangkan penampilan Ruben Sanadi dapat dikatakan cukup baik karena ia sanggup melakukan blocking yang krusial termasuk saat di depan gawang Andritany. Lain halnya dengan Yustinus Pae yang justru di awal laga terlihat kelabakan sehingga terus dilewati oleh para pemain Thailand. Beruntung menjelang babak kedua, Yustinus Pae sanggup memperbaiki penampilannya tapi sayang itu tak cukup membantu timnas Indonesia. 

Di lini tengah, Manahati Lestusen tampil luar biasa bertindak sebagai gelandang bertahan dengan terus menempel ketat Chanathip Songkrasin agar ‘Messi’ Thailand tidak bisa berbuat banyak.

Klaseman Grup G


source: https://bola.kompas.com klasemen grup gsource: bola.kompas.com
Klasemen grup g

Hasil itu menempatkan Indonesia di dasar klasemen Grup G, sudah 2 kali kalah dan belum mengoleksi 1 poin pun. Babak kedua kualifikasi zona Asia baru memainkan dua putaran, tetapi kenapa penulis berani menyebut Indonesia bakal gagal lolos ke Piala Dunia 2022? Jika memakai Kualifikasi Piala Dunia 2018 zona Asia sebagai perbandingan, maka Indonesia bisa dibilang sudah 99% gagal lolos ke babak ketiga kualifikasi dan otomatis juga 99% gagal lolos ke putaran final Piala Dunia 2022 di Qatar. 

Menuju Piala Dunia 2018, kualifikasi zona Asia menggunakan format yang sama seperti Piala Dunia 2022. Saat itu, 11 dari 12 tim yang lolos ke babak ketiga kualifikasi adalah mereka yang tak terkalahkan atau maksimal kalah sekali di babak kedua. Hampir semua tim yang mengalami 2 kekalahan di babak kedua kualifikasi tidak berhasil lolos ke babak ketiga. Mereka adalah Palestina, Yordania, Kirgistan, Hong Kong, Oman, dan Korea Utara.

Ada sebuah tim yang masih bisa lolos ke babak ketiga kendati mengalami 2 kekalahan di babak kedua kualifikasi. Tim itu adalah Suriah. Kendati kalah 2 kali, Suriah berhasil memenangi 6 pertandingan lainnya di Grup E ketika itu. Mereka pun berhasil lolos ke babak ketiga kualifikasi sebagai salah satu runner-up grup terbaik di babak kedua. 

Baca Juga: Indonesia vs Thailand Sepi Peminat

Sekecil apapun, harapan Indonesia untuk lolos pastinya tetap ada. Namun, Indonesia mungkin harus mengikuti jejak Suriah. Tim Garuda boleh jadi harus memenangi 6 pertandingan sisa di Grup G. Bisakah itu dilakukan? Realistiskah menang di kandang Uni Emirat Arab, Malaysia, Thailand, dan Vietnam sementara di kandang sendiri timnas Indonesia selalu kalah? Main di kandang seharusnya menjadi momen yang perlu dimaksimalkan untuk meraih poin sebanyak-banyaknya.