Palangka Raya Kota Terluas Indonesia Mengembangkan Smart City

Dec 5, 2019 6:30 AM

Sebelum Presiden Joko Widodo mengumumkan Penajem Paser Utara sebagai Ibu Kota baru menggantikan Jakarta, kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah menjadi kota yang tidak pernah absen disebut-sebut namanya sebagai kandidat Ibu Kota baru. Presiden pertama RI Soekarno bahkan pernah menyebut bahwa kota Palangka Raya akan menjadi Ibu Kota Indonesia dan membuat masterplan-nya sendiri. Meski Ibu Kota baru bukan di Palangka Raya, sebenarnya apa yang menarik dari kota yang dikenal dengan sebutan kota cantik itu?

Kota Palangka Raya merupakan kota dengan luas wilayah terluas di Indonesia yakni 2.853,12 Km dengan jumlah penduduk 276 ribu jiwa. Luas area yang sangat fantastis, empat kali luas DKI Jakarta yang kini dihuni 10,5 juta jiwa (data Badan Pusat Statistik 2019). Nilai historis melekat cukup kuat pada Palangka Raya, namun jejak Soekarno menjadi daya pikat tersendiri. Tahun 1957 dalam seremoni pemancangan tiang pertama pembangunan Kota Palangka Raya, Soekarno mengucapkan agar Palangka Raya dijadikan kota yang cantik dan memikat. 




 

SoekarnoPresiden pertama RI Soekarno
Source: istimewa

“Jadikanlah Kota Palangka Raya sebagai modal dan model di sepanjang tepi sungai Kahayan, dan lahan di sepanjang sungai tersebut, hendaknya diperuntukkan bagi taman sehingga pada malam yang terlihat hanyalah kerlap-kerlip lampu indah pada saat orang melewati sungai tersebut (Soekarno 1957).”

Tidak jauh dari sungai Kahayan, tepatnya di jalan S. Parman, kelurahan Palangka, Kecamatan Pahandut berdiri kokoh tugu Soekarno. Tugu tersebut memiliki 16 pilar kecil dan satu pilar besar yang dimaknai sebagai senjata perang. Sedangkan tugu api melambangkan semangat kemerdekaan.




 

Tugu SoekarnoTugu Soekarno di Palangka Raya
Source: wikipedia


Cita-cita Besar Palangka Raya Menjadi Smart City

Saat ini Kota Palangka Raya sedang mengkaji pengembangan smart city untuk menunjang terbentuknya Kota Palangka Raya maju, rukun, dan sejahtera. Smart city merupakan konsep kota cerdas yang mengintegrasikan teknologi informasi dan komunikasi dalam tata kelola sehari-hari. Tujuannya meningkatkan efisiensi, perbaikan pelayanan publik, dan peningkatan kesejahteraan warga. Demi mewujudkan mimpi besar itu, diperlukan sinergitas yang besar antara pemerintah kota, provinsi dan pemerintah pusat. Bahkan wacana smart city itu sudah terdengar hingga Kedutaan Besar Swedia di Jakarta. Palangka Raya memiliki ragam tipologi, mulai dari pedesaan, perkotaan, dan hutan. Untuk mencapai impian besar menjadikan Palangka Raya sebagai smart city dengan tipologi kearifan lokal sesuai dengan cita-cita sang Walikota, pihak Pemkot telah menetapkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2018-2024 yang akan mengakomodasi segala sektor pembangunan sesuai dengan tipelogi area. Selain itu, dengan cakupan wilayah yang luas terdapat banyak area perkebunan dan pertanian yang menjadi potensi ekonomi kota Palangka Raya. Data Dinas Perkebunan Kalimantan Tengah mencatat, total luas area perkebunan mencapai 2.007.294 hektar dengan beragam komoditas. Kelapa sawit, karet, dan kelapa yang menjadi komoditas terbesar.