Netflix Akan Buat Serial dari Cerita Penyelamatan 12 Anak Thailand yang Terjebak di Gua

May 3, 2019 4:30 AM

Masih ingat dengan 12 pesepakbola cilik asal Thailand yang pernah terjebak di dalam goa selama berhari-hari dan sempat menjadi perhatian dunia selama hampir setahun yang lalu? Kini cerita mereka akan divisualisasikan menjadi sebuah drama serial dalam waktu dekat.

Cerita tentang perjuangan bertahan hidup dari 12 pesepakbola cilik dan pelatih sepakbolanya ketika terjebak dalam gua Tham Luang yang tengah alami banjir selama lebih dari sebulan dan akhirnya selamat itu menjadi inspirasi bagi banyak pihak. Tak terkecuali para sineas film yang menginginkan cerita tersebut diangkat untuk menjadi sebuah film atau miniseri.

Rupanya keinginan tersebut menjadi kenyataan setelah pada hari Selasa (30/4/2019) lalu, perusahaan layanan streaming film terbesar dunia, Netflix mengumumkan bahwa mereka ikut berpartisipasi dalam proyek miniseri yang mengangkat cerita tersebut dan telah membayar lisensi dari 13 Thumluang Co. Ltd, sebuah perusahaan yang dibentuk pemerintah Thailand sebagai representasi dari ke-12 anak-anak tersebut serta pelatih sepakbolanya.

Baca Juga: Ada Film Raih Untung Miliaran Rupiah, Inilah Cara Menghitung Keuntungannya!


12 anak asal Thailan terjebak di GuaSource: Reuters
12 anak asal Thailand yang selamat saat terjebak dalam gua Tham Luang di bulan Juni tahun 2018.

Netflix bersama dengan SK Global Entertainment memperoleh hak atas cerita tersebut setelah menemui kata sepakat dari si empunya cerita dan proyek miniseri itu akan digarap dalam waktu dekat. Pihak Netflix pun gembira bisa mengangkat cerita tentang perjuangan 12 pesepakbola cilik dan pelatih dari tim sepakbola Wild Boars untuk bertahan hidup di dalam gua yang tengah banjir selama lebih dari dua minggu lamanya dan kemudian diselamatkan oleh para tentara laut Thailand pada bulan Juli 2018.


12 anak asal Thailan terjebak di GuaSource: cnn.com
Foto proses penyelamatan 12 anak asal Thailand yang terjebak dalam gua Tham Luang yang terletak di perbatasan antara Thailand dan Myanmar.


"Kami sangat bangga ketika mendapat dukungan untuk menceritakan kembali kisah luar biasa penyelamatan di gua Tham Luang," kata Erika North, direktur International Originals di Netflix seperti yang dikutip dari Associated Press (30/4/2019).

"Kisah ini menggabungkan begitu banyak tema lokal dan universal yang unik yang menghubungkan orang-orang dari semua lapisan masyarakat dari seluruh dunia. Thailand adalah negara yang sangat penting bagi Netflix dan kami tak sabar untuk membawa kisah yang mengilhami lokal namun menginspirasi dunia ini untuk mengatasi peluang hidup yang tampaknya tidak dapat diatasi." tambahnya.

Baca Juga: FIlm Black Mirror: Bandersnatch Menjadi Film yang Paling Sulit Dibajak


12 anak asal Thailan terjebak di GuaSource: Royal Navy Thailand
Kondisi 12 anak yang ditemukan saat terjebak dalam gua Tham Luang.


Selain dari pihak Netflix, asisten pelatih dari tim anak-anak yang terjebak dalam gua tersebut yang bernama Ekapol Chanthawong mengucapkan terima kasih karena kisah mereka akan diceritakan lagi dan berharap para pihak yang terlibat mampu bawa cerita inspiratif tersebut secara akurat.

Netflix sendiri tak menyebutkan berapa uang yang digelontorkan untuk dapatkan hak dari cerita tersebut dari 13 Thumluang Co. Ltd. Namun menurut kabar dari juru bicara pemerintah Thailand, Weerachon Sukoondhapatipakat mengungkapkan para keluarga akan dibayar sebesar 3 juta Baht atau sekitar 1,3 miliar Rupiah. Selain itu, pihak 13 Thumluang mengungkapkan 15 persen dari pendapatan atas hak tersebut akan disumbangkan untuk organisasi amal yang berfokus.

Baca Juga: Jadi Film Biopik Paling Laku, Apakah Bohemian Rhapsody Juga Masuk Film Biopik Terbaik?

Untuk proyek miniseri tersebut ada dua sosok sutradara yang terlibat yaitu John M Chu yang sukses bersama film "Crazy Rich Asian" serta Nattawut Poonpiriya, sutradara yang raup keberhasilan setelah comeback di film fenomenal Thailand, Bad Genius. Kolaborasi dari dua sutradara ini tentu saja makin membuat menarik bagaimana mereka mampu mengimplementasikan cerita tersebut ke dalam sebuah karya berupa miniseri. Apalagi miniseri tersebut akan ditayangkan di Netflix, aplikasi layanan streaming terbesar dunia.