Minum Susu Saat Sarapan, Kok Sakit Perut Sih?

Jan 22, 2019 11:21 AM

Kenapa sih orang Indonesia lebih memilih makanan dengan porsi besar dan berat saat sarapan? Pemilihan menu nasi uduk, lontong sayur, bubur ayam, mie goreng, nasi dan lauk pauk sampai aneka gorengan yang disiram saus kacang, ternyata lebih disukai daripada menu makanan yang katanya lebih sehat.

Sereal, buah dan susu merupakan deretan menu sarapan sehat yang direkomendasikan oleh sejumlah ahli kesehatan. Namun sayangnya, sebagian besar masyarakat mengaku kurang menyukai asupan susu saat sarapan. Ada yang mengatakan bahwa minum susu di pagi hari sering membuat perut sakit alias mules. Mau susu rasa cokelat, original, stroberi dan yang lainnya semua memberikan efek yang sama. 

Efek mules dan bikin enggak nyaman inilah yang sering diungkapkan sebagian orang yang 'ogah' minum susu saat sarapan. Terus kenapa sih susu bikin sakit perut dan mules? Kondisi seperti ini memang kerap melanda beberapa golongan yang mengalami intoleransi laktosa.

Seseorang yang mengalami intoleransi laktosa memang memiliki jumlah enzim laktase yang diproduksi usus kecil jauh lebih sedikit daripada orang lainnya. Artinya, kondisi tubuh yang tidak bisa memisahkan laktosa di dalam saluran cerna sehingga menjadikan glukosa dan galaktosa bercampur di saluran cerna. 

Saat melewati proses pencernaan, laktosa terlanjur bercampur dengan bakteri sehingga mengalami fermentasi di dalam tubuh. Penumpukan asam laktat di dalam usus besar inilah yang memicu terjadinya diare. Memang sih, gejala sakit perut tidak begitu saja langsung terjadi, pencernaan membutuhkan waktu sekitar 30 menit sampai 2 jam untuk memberikan efek tidak nyaman pada perut. 

Meskipun minum susu tidak nyaman dikonsumsi saat sarapan. Bukan berarti seseorang yang mengalami intoleransi laktosa tidak boleh mengonsumsi makanan dan minuman yang mengandung susu lo. Kita tetap bisa makan makanan seperti yogurt dan smoothie. Karena dua jenis olahan susu ini telah diproses menggunakan asam laktat sehingga lebih bisa berdamai dengan pencernaan khususnya usus besar. 

Tak perlu berkecil hati atau khawatir akan kekurangan kalsium. Sumber kalsium tak hanya datang dari susu, kita bisa tetap mendapatkan kalsium secara optimal dari bahan makanan lain seperti sayuran brokoli, sawi hijau, okra, pok choy, bayam, salmon, ikan teri, biji cia, sarden, almond, tongkol, kacang tanah, serta kedelai. 

Enggak perlu takut, dampak buruk dari susu ini memang sudah dialami banyak orang khususnya Asia. Untuk meminimalisir, kita hanya perlu menghindari susu saat sarapan atau memilih produk susu yang kurang cocok untuk tubuh kita. Ingat yah, hal ini juga bukan gejala bahwa tubuh mengalami alergi dengan susu. Dampak sakit perut minum susu usai sarapan hanya ketidaksempurnaan proses pencernaan oleh masing-masing tubuh.(ayi)