Minum Panas dengan Sedotan Bisa Bakar Mulut Hingga Berujung Kematian

Oct 8, 2019 3:55 AM

Penggunaan sedotan yang dianggap dapat membuat kegiatan minum lebih praktis sudah dilarang di beberapa negara, seperti Amerika Serikat, Ingris raya dan Singapura. Selain karena tak ramah lingkungan, penggunaan sedotan untuk minum terlebih minuman panas sebabkan beberapa penyakit, mulai dari kanker hingga pembusukan gigi.

Sebagian besar sedotan plastik terbuat dari bahan dasar yang mengandung polipropilena dan BPA (Bisphenol A), zat ini diketahui mampu membekukkan bahan kimia ke dalam sebuah cairan minuman yang biasa diminum manusia, terutama bagi minuman dengan suhu panas. Terlebih lagi zat ini menjadi penyebab sesorang mengalami obesitas, puber dini hingga bahaya kanker.

Baca Juga: Bahaya Minum Pakai Sedotan Bagi Kesehatan Perut dan Gigi

Bahaya lain yang mengintai ketika menggunakan sedotan untuk meminum minuman bersuhu panas adalah dapat terkena risiko lidah dan mulut terbakar. Di Florida, Amerika Serikat, pernah didapati sebuah kasus seorang gadis meninggal dunia setelah mengalami luka bakar yang parah akibat sedotan.

Dilansir dari dilansir www.cbsnews.com, gadis bernama Ki’ari Pope mendapatkan luka bakar pada mulut dan tenggorokannya setelah mengikuti tantangan nekat dari sepupunya untuk meminum air panas melalui sedotan. Gadis yang masih berusia 8 tahun tersebut langsung menderita kesulitan bernapas pada 30 Juli 2017, meski sudah dibawa ke rumah sakit dan mendapat perawatan, namun nyawanya tak tertolong. 


Tak Hanya Kanker, Minum Panas dengan Sedotan Bisa Membakar TenggorokanSource: eurweb.com
Ki'ari Pope (kanan) meninggal dunia setelah minum dengan air panas melalui sedotan.

Masalah lain yang dapat timbul akibat dampak buruk sedotan adalah membuat perut menjadi kembung, hal tersebut diungkapkan seorang ahli pencernaan di Brigham and Women's Hospital di Boston, Dr Jennifer Inra, kepada Prevention. Dr Jennifer Inra menyarankan untuk menghindari sedotan demi kesehatan terutama untuk menghindari risiko perut kembung.

Baca Juga: Minyak Kayu Putih Bisa Sebabkan Kecanduan? Ini Faktanya!

"Penggunaan sedotan membuat seseorang menjadi menelan udara ekstra dari yang seharusnya. Bukan saja menyedot minuman, tetapi secara tak langsung minum dengan sedotan juga menyedot udara yang terperangkap di bagian atas sedotan," ungkap Dr Jennifer.

Sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2015 dan diterbitkan dalam Cell Research mengungkap perokok cenderung memiliki kerutan di sekitar mulut karena mengerucutkan bibir secara konstan untuk mengisap rokok. 

Namun bukan hanya perokok saja yang berisiko memiliki kerutan di mulut, hal ini juga bisa berdampak peda mereka yang memiliki kebiasaan meminum dengan menggunakan sedotan, hal ini diungkapkan seorang dokter gigi kosmetik yang berbasis di New York, Dr Lana Rozenberg kepada Daily Mail Online.

Baca Juga: Buang Angin Berlebihan Bisa Jadi Tanda Bahaya, Kok Bisa?

"Ketika seseorang minum dari sedotan, hal itu akan mengerutkan bibir dengan gerakan berulang seperti perokok dan seiring waktu ini meningkatkan pembentukan kerutan di sekitar mulut," ungkap Dr Lana Rozenberg