Menurut Studi, Susu Justru Tidak Berpengaruh Banyak Untuk Tulang Manusia

Apr 19, 2019 11:46 AM

Banyak sekali anggapan bahwa meminum segelas susu bisa membuat tulang menjadi kuat. Hal tersebut memang benar adanya karena kandungan kalsium yang banyak terkandung dalam susu diyakini bisa memperkuat susunan tulang manusia.

Selain memperkuat tulang manusia, susu pun menjadi salah satu komoditi penting bagi siapapun yang lakukan sarapan di pagi hari sebagai sumber tenaga, baik ketika diminum langsung atau sebagai tambahan ketika memakan roti atau sereal. 

Baca juga: Minum Susu Saat Sarapan, Kok Sakit Perut Sih?

Namun ternyata tak selamanya meminum segelas susu memiliki keterkaitan dengan manfaat untuk tulang. Bahkan banyak yang memberikan hasil penelitian mengenai keterkaitan antara minum susu dengan tulang yang jadi kuat yang ternyata tidak begitu berpengaruh.

SusuSource: faktualnews.co
Ilustrasi susu
Seperti yang dilansir BBC, dalam penelitian yang dirilis Universitas Harvard pada tahun 1997 menunjukkan bahwa tak ada perbedaan signifikan antara orang yang minum susu rutin dengan yang tidak minum susu ketika dihadapkan pada kondisi patah tulang. Hal itu berarti membuat kesimpulan bahwa hampir tidak ada keterkaitan antara susu dengan tulang yang lebih kuat.

Source: Getty Images
Ilustrasi patah tulang

Selain itu dalam penelitian lainnya dari Selandia Baru menunjukkan bahwa sebenarnya ada pengaruh susu terhadap peningkatan kepadatan tulang. Namun dalam studi yang dilakukan pada tahun 2015 lalu, peningkatan itu terjadi selama dua tahun lalu berhenti setelahnya. Hal itu berarti susu memiliki manfaat untuk meningkatkan kepadatan tulang namun efek tersebut cuma bertahan tak lama.

Baca juga: Aneh Tapi Nyata, Pria Juga Bisa Menyusui

Meski memiliki keterkaitan dengan manfaat memperkuat tulang, namun pada penelitian lainnya yang dilakukan Universitas Uppsala dan Institut Karolinska, Swedia justru menunjukkan bahwa minum susu sekali dalam sehari memiliki hubungan dengan resiko tulang patah lebih besar dan kematian. Mengejutkan bukan?

Dalam penelitian yang dirilis tahun 2014 dan dimuat dalam situs thebmj.com, mereka melakukan studi dengan lakukan melihat rekaman tingkat kematian di Swedia serta kuesioner tentang konsumsi susu yang ternyata memunculkan korelasi antara susu dengan resiko tulang patah lebih besar serta kematian dini. Bahkan peneliti di Swedia menemukan bahwa konsumsi keju dan yoghurt miliki tingkat patah tulang lebih rendah dari susu.Source: indiatimes.com
menurut studi di Swedia, Keju dan Yogurt punya tingkat alami patah tulang lebih kecil dari susu
Tapi tenang saja, susu bukanlah penyebab utama orang alami resiko patah tulang lebih besar apalagi kematian dan masih aman untuk kalian yang masih ingin mengonsumsinya. Dengan konsumsi susu teratur serta diimbangi dengan olahraga dan asupan vitamin D, bukan tidak mungkin resiko tersebut bisa dihindari.