Menuai Pro-Kontra, Ini Manfaat dan Bahaya Mengonsumsi Daun Kratom

Oct 9, 2019 7:36 AM

Kratom, nama tersebut mungkin jarang terdengar oleh telinga kita. Meski nama itu adalah sebuah tanaman yang tumbuh di wilayah Kalimantan, namun jarang sekali ada yang membicarakan kratom di berbagai pembicaraan. Namun Kratom yang berbentuk daun itu di daerah habitatnya terkenal sebagai obat herbal penghilang rasa sakit, anti-inflamasi, bahkan konon bisa mengurangi kecanduan narkoba.

Daun kratom yang memiliki nama latin Mitragyna speciosa itu hingga kini menjadi salah satu komoditi ekspor bagi Indonesia karena daun tersebut sering dibawa ke luar negeri sebagai bahan untuk obat-obatan di beberapa negara. Selain itu, daun kratom juga bisa diolah menjadi bubuk, teh kratom atau dikonsumsi mentah-mentah untuk kebutuhan kesehatan.

Baca Juga: Sempat Jadi Misteri, Ternyata Inilah Tempat Pertama Kali Tanaman Ganja Tumbuh di Bumi!


Tanaman Kratom yang tumbuh sebagai tanaman tropis endemik di beberapa negara Asia TenggaraSource: medmark.com
Tanaman Kratom

Namun dibalik manfaat dan faedah dari daun kratom yang tumbuh di daerah tropis itu, tersimpan efek negatif yang didapat dari daun tersebut yang konon sama dengan efek dari kokain dan opium, dua di antara narkoba yang dilarang peredarannya di banyak negara. Bahkan pemerintah Indonesia lewat Badan Narkotika Nasional (BNN) saat ini tengah mengkaji untuk mengharamkan daun kratom karena mengandung berbagai senyawa yang menyebabkan kecanduan.

Di Indonesia, kratom telah dimasukkan ke dalam daftar New Psychoactive Substances (NPS) oleh Laboratorium Badan Narkotika Nasional (BNN), bahkan sudah direkomendasikan sebagai golongan narkotika kelas 1. Hanya saja, daun kratom yang bernama latin Mitragyna speciosa itu belum dicantumkan dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 13 tahun 2014 tentang perubahan golongan narkotika.

Baca Juga: Pertama Kalinya, NASA Akan Bawa Tanaman Cabai ke Stasiun Luar Angkasa

Tentang bagaimana efek konsumsi dari daun kratom, dikutip dari hellosehat.com daun kratom sendiri jika dikonsumsi dalam dosis rendah memiliki manfaat, seperti penghilang rasa sakit serta memberikan efek stimulan, seperti memiliki lebih banyak energi, lebih waspada, dan lebih bahagia. 

Kratom yang mengandung alkaloid mitraginin dan 7-hydroxymitragynine telah terbukti dapat memberikan efek analgesik, anti-inflamasi, atau pelemas otot sehingga kratom sering digunakan untuk meredakan gejala fibromyalgia.


Dibalik manfaat dari kratom tersimpan bahaya yang setara dengan zat narkotika lainnya.Source: kratomystic.com
Bahayanya setara dengan zat narkotika
Namun, jika kratom digunakan dalam dosis tinggi (sekitar 10 hingga 25 gram atau lebih), kratom dapat memberikan efek sedatif seperti narkotika. Bahkan Drug Enforcement Administration (DEA) mengatakan bahwa konsumsi kratom berlebih dapat menyebabkan gejala psikotik dan kecanduan psikologis seperti halusinasi dan ketergantungan terhadap benda tersebut. Mirip dengan kokain, narkoba yang juga berasal dari tanaman.

Baca Juga: Dianggap Tanaman Ilegal, Ini Alasan Mengapa Kangkung Dilarang di Amerika!

Dilansir dari Vice, tanaman kratom sendiri masih menjadi komoditi bagi para petani di Kalimantan dan salah satu provinsinya masuk ke dalam penghasil dan pengekspor kratom terbesar di Indonesia. Dengan adanya larangan untuk menanam kratom membuat para petani di sana dilema karena kratom sendiri masih berharga mahal jika dijual dan menanam tanaman itu menjadi salah satu mata pencaharian bagi mereka.

Hingga saat ini peredaran kratom masih belum benar-benar dilarang oleh pemerintah. Dibalik pro-kontranya, kratom hingga kini masih menjadi sumber kehidupan bagi segelintir orang. Jika dipikir-pikir, kratom itu "haram" tapi "enak".