Menjadi Dewasa Memang Berat, Tapi Bertahanlah!

Feb 26, 2019 12:06 PM

"Alangkah mengerikannya menjadi tua dengan kenangan masa muda yang hanya berisi kemacetan jalan, ketakutan datang terlambat ke kantor, tugas-tugas rutin yang tidak menggugah semangat, dan kehidupan seperti mesin, yang akan hanya berakhir dengan pensiun tidak seberapa." 

- Menjadi Tua di Jakarta, Seno Gumira Ajidarma.

Ya, terkadang memang kita sering kali dibuat dilema pada suatu pilihan. Alih-alih ingin mendapatkan pengalaman dan penghasilan sendiri, justru malah menguras waktu dan membawa pulang depresi.

Apakah hidup harus menderita seperti ini?

Sumber Foto: Shutterstock

Jawabannya, tentu tidak kawan. Kaulah yang mengendalikan hidupmu. Diumur yang sudah memasuki kategori dewasa ini, memang membuat kita beralih dari rutinitas yang santai menjadi rutinitas yang menekanmu. Bahkan, tak jarang juga menuntut. Itu biasa.

Hal ini juga diungkapkan oleh seorang psikolog, Santrock (1999) seorang yang baru saja memasuki tangga pendewasaan diri, akan mudah memasuki masa perubahan dalam beberapa sisi, yakni fisik (physically trantition) pengetahuan (cognitive trantition), dan peran sosial (social role trantition).

Terparahnya, seseorang yang memasuki usia 20-40 (yang memang usia golongan dewasa), memanglah usia yang akan ditimpa banyak drama dari kehidupan, alias masalah. Karena, pada usia ini seseorang akan memiliki sifat tanggung jawab yang tinggi, sehingga membuat si ODB (Orang Dewasa Baru) menjadi stress.

Tapi sebetulnya tidak ada yang perlu dikhawatirkan dengan cara berlebihan guys. Karena pasalnya, kamu hanya perlu memperhatikan beberapa hal, agar dapat survive menjadi orang dewasa.

Yang pertama, carilah teman yang baik. Menurut Hellen Keller, walking with a friend in the dark is better than walking alone in the light. Maka, carilah teman yang dapat menemanimu dikala gundah gulana menimpamu, jangan lupa kamu juga harus menemaninya, ketika roda mulai berputar.

Yang kedua, dengarkanlah lagu coldplay - fix you, kamu akan menemui lirik "but, if you never try you'll never know" jadikanlah hal tersebut, pecutan untuk dirimu. Beranilah mencoba hal-hal baru.

Yang ketiga dan juga yang terakhir, luangkanlah waktumu untuk orang tua dan Tuhan. Berdoa dan berbakti kepada orang tua akan selalu mengiringi setiap langkahmu.

Selama kamu masih bernapas, cobaan akan selalu saja datang, bersabarlah, semua akan indah pada waktunya, meski tak tau kapan.