Mengintip Starship, Roket yang Akan Pindahkan Populasi Bumi ke Mars

Oct 3, 2019 9:29 AM

Elon Musk, CEO dari SpaceX yang kerap disebut sebagai "Iron Man" dalam dunia nyata baru-baru ini menyampaikan sebuah rencana yang mencengangkan, pria kelahiran 28 Juni 1971 itu berniat untuk memindahkan populasi manusia Bumi ke planet Mars. Ambisi tersebut akan diwujudkan oleh Elon Musk melalui roket terbaru dari SpaceX yang diperkenalkannya pada akhir September lalu. Roket yang memiliki tinggi 118 meter dan 40 lantai tersebut duberi nama "Starship".

Ukuran roket Starship jauh lebih besar bila dibandingkan dengan ukuran roket yang sebelumnya pernah dibuat SpaceX, seperti roket Starhopper yang tingginya hanya mencapai 18,4 meter, lalu ada roket Millenium Falcon yang memiliki tinggi 34,75 meter, dan yang terakhir roket prototipe Starship Mark 1 dengan tinggi 50 meter. Sosok yang digadang sebagai Iron Man di dunia nyata itu mengatakan di launch site SpaceX, Texas jika roket Starship kemungkinan akan diterbangkan dengan dilengkapi awaknya di tahun depan. Bahkan hal tersebut ia ucapkan selang beberapa jam setelah roket tersebut selesai dikerjakan.

Baca Juga: Dari Mana Bulan Berasal? Ini Pendapat Para Ilmuwan

“Sebelas tahun lalu SpaceX berhasil mengorbit untuk pertama kalinya. Sepertinya ini (roket) merupakan yang paling inspiratif dari yang lain,” ungkap Elon Musk seperti dikutip dari Business Insider.

Mengintip Starship, Roket yang Akan Pindahkan Populasi Bumi ke MarsSource: cnbc.com
Elon Musk, CEO SpaceX.

Rocket Starhip diklaim sebagai roket yang ramah lingkungan, karena bahan bakarnya menggunakan methanol dan oksigen yang bisa dibuat di Bumi dengan hanya menggunakan air, karbondioksida serta energi matahari. 

Ketika terbang, Starship akan bertumpu di atas "Super Heavy", yaitu sebuah rocket booster raksasa yang akan mengantar roket ini untuk dapat keluar dari orbit bumi dan kembali lagi ke bumi. Setelah Super Heavy ini nantinya kembali tiba di bumi, maka dapat kembali dilakukan pengisian bahan bakar untuk meluncurkan roket Straship selanjutnya.

Selain bahan bakar roket yang dikelaim ramah lingkungan, bahan utama pembuatan roket Starship adalah stainless steel, menurut Elon Musk bahan satu ini 50 kali jauh lebih murah dibanding bahan lain yang umumnya digunakan sebagai bahan pembuatan roket, yaitu komposit serat karbon.

“Roket nanti akan jatuh seperti penerjun payung. Kemudian akan membalik sendiri dan mendarat. Akan sangat menakjubkan melihat roket sebesar itu mendarat di Bumi,” ucap Elon Musk.

Baca Juga: "Are We Alone In The Universe?" Proyek Ambisius Menjelajah Angkasa


Mengintip Starship, Roket yang Akan Pindahkan Populasi Bumi ke MarsSource: teslarati.com
Ilustrasi ketika Staship mendarat di Mars.

Menurut hasil kalkulasi yang dilakukan ELon Musk, satu buah roket Starship bisa meluncur ke angkasa tiga kali sehari, dengan kata lain akan ada sekitar 1.000 kali peluncuran roket Starship dalam setahun. Dengan asumsi roket tersebut bisa mengangkut barang seberat 150 ton dalam sekali meluncur, maka dalam satu tahun, roket Starship bisa membawa barang dengan total berat 150.000 ton.

“Dengan meluncurnya roket Starship, maka akan menambah kapasitas bawaan hingga 1.000 kali dalam setahun. Nantinya ini akan cukup untuk membuat sebuah kota di Mars,” tutur Elon Musk.

Baca Juga: Lebih Enak Tinggal di Bumi Atau di Mars?

Dalam ucapannya, Elon Musk merasa optimis jika peluncuran roket Starship bisa dilakukan di tahun depan.

“Sepertinya peluncuran roket sangat potensial untuk memberangkatkan awak pada tahun depan. Kami bisa melakukan banyak penerbangan agar semuanya terbukti,” ucapnya.