Ashanty Didiagnosa Menderita Penyakit Autoimun

Oct 9, 2019 6:32 AM

Kabar kurang menyenangkan datang dari pasangan Anang Hermansyah dan Ashanty. Melalui postingan di akun instagram pribadinya, Ashanty mengungkap bahwa dirinya diagnosa mengidap penyakit autoimun. Hal itu diketahui setelah Ashanty yang menemani sang suami melakukan check up kesehatan detail di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto.  



Penyakit autoimun merupakan kondisi di mana sistem kekebalan tubuh seseorang menyerang tubuh sendiri. Sistem kekebalan tubuh normalnya menjaga tubuh dari serangan organisme asing, seperti bakteri atau virus. Namun, seseorang yang menderita autoimun, sistem kekebalan tubuhnya melihat sel tubuh yang sehat sebagai organisme asing. Hal itu membuat sistem kekebalan tubuh melepaskan protein yang disebut autoantibodi untuk menyerang sel-sel tubuh yang sehat. 

Baca Juga: Mengenal Autoimun, Penyakit Langka yang Menjangkit Ashanty

Penyakit Autoimun yang Umum Terjadi dan Gejalanya


1. Lupus


LupusSource: Hopkinsmedicine
Lupus

Lupus dapat memengaruhi hampir seluruh sistem organ dan menimbulkan gejala, seperti demam, ruam kulit, nyeri sendi, sariawan, kulit sensitif, bengkak pada tungkai, kejang, sakit kepala, berat badan turun, rambut rontok, nyeri dada, sesak nafas, pucat, dan pendarahan. Lupus atau lupus eritematosus sistemik bisa terjadi saat antibodi yang dihasilkan tubuh menempel pada jaringan di seluruh tubuh, seperti ginjal, paru-paru, sel darah, saraf, kulit, dan sendi. 

2. Rematik


rematikSource: Medicalnews
Rematik

 

Rematik merupakan penyakit autoimun yang menyerang sendi. Rematik atau radang sendi di mana sistem kekebalan tubuh menghasilkan antibodi yang menempel di lapisan sendi. Hal itu membuat sel imun menyerang sendi dan sebabkan radang, pembekakan, dan nyeri. Gejala dari rematik sendiri meliputi, sendi sakit, bengkak, dan kaku sehingga dapat mengurangi ruang gerak tubuh. Jika dibiarkan, rematik dapat sebabkan kerusakan sendi permanen secara bertahap. 

Baca Juga: Mengenal Glioblastoma, Kanker Mematikan yang Diderita Agung Hercules

3. Psoriasis


https://www.healthline.com/health/photos-types-psoriasisSource: Healthline
Psoriasis

Psoriasis merupakan penyakit akibat pertumbuhan sel kulit baru yang sangat cepat sehingga menunpuk di permukaan kulit. Penyakit ini membuat kulit menjadi kemerahan, lebih tebal, bersisik, dan terlihat bercak putih-perak. Penyakit ini juga dapat menyebabkan gatal dan nyeri pada kulit. 

4. Radang Usus


radang ususSource: Deherba
Radang Usus

Radang usus merupakan penyakit yang menyerang usus sehingga menyebabkan radang kronis pada saluran pencernaan. Gejala dari penyakit ini, ialah gejala diare, pendarahan pada dubur, buang air besar yang mendesak, demam, sakit perut, mudah lelah, dan berat badan turun. 

Baca Juga: Bayi Kembar Irish Bella Meninggal Akibat ISK? Ini Bahaya dan Pencegahannya!


5. Diabetes Mellitus Tipe 1


diabetesSource: Jalan sehat
Diabetes

Penyakit diabetes mellitus tipe 1 merupakan penyakit yang disebabkan oleh antibodi sistem imum yang menghancurkan atau menyerang sel penghasil insulin (hormon untuk mengkontrol kadar gula darah) di pankreas. Hal itu membuat kadar gula darah menjadi tinggi karena tubuh yang tidak bisa menghasilkan insulin. Tingginya gula darah ini dapat memengaruhi penglihatan, saraf, ginjal, dan gusi. Dibutuhkan pengobatan rutin dengan suntikan insulin untuk mencegah penyakit ini semakin parah. 

Baca Juga: Hiperandrogen, Jenis Jerawat Berbahaya Karena Sulit Disembuhkan


Pengobatan Penyakit Autoimun

 

Penyakit AutoimunSource: Scientificanimations
Penyakit Autoimun

Penyakit autoimun umumnya belum bisa disembuhkan, namun masih bisa dicegah dengan pengobatan dini. Pengobatan untuk menangani penyakit ini tergantung pada jenis penyakit yang diderita, gejala yang dirasakan, dan tingkat keparahannya. Atasi nyeri dapat dengan mengonsumsi aspirin atau ibuprofen. 

Pasien bisa menjalani terapi pengganti hormon jika terkena penyakit autoimun yang hambat prokdusi hormon. Seperti yang dijelaskan di atas pada penderita diabetes mellitus tipe 1, pengobatannya membutuhkan suntikan insulin untuk atur kadar gula darah. 

Usahakan juga konsumsi obat penekan sistem kekebalan tubuh, seperti kortikosteroid (dexamethasone) untuk hambat perkembangan penyakit dan menjaga fungsi organ tubuh. Obat -obatan, seperti infliximab (jenis anti TNF) dapat cegah peradangan yang diakibatkan penyakit autoimun.