Mengapa Banyak Orang Bermarga Kim di Korea Selatan?

Sep 4, 2019 9:30 AM

Sekitar 20 persen populasi Korea Selatan yang berjumlah 49,3 juta (perkiraan pada tahun 2015) memiliki nama keluarga Kim. Itu sekitar 10 juta orang. Lee adalah nama kedua yang paling umum, dan Park (atau Pak) adalah yang ketiga. Menurut data, sekitar 45 persen orang Korea memiliki satu dari tiga nama ini! Tetapi mengapa orang bermarga Kim sangat banyak? Dan apakah mereka memiliki hubungan darah satu sama lain?

Kamu akan mengetahuinya jika belajar tentang sejarah Korea. Di kerajaan Silla tahun 57 SM - 935 M, ada banyak pertempuran di semenanjung Korea dan akhirnya menyatukan sebagian besar Korea pada tahun 668. Saat itu, Kim (yang berarti "emas") adalah nama sebuah keluarga yang menonjol dan menjadi penguasa Silla selama 700 tahun.

Baca Juga: Alasan Orang Korea Makan Pakai Sumpit Logam

Selama berabad-abad di Korea, nama keluarga hanya dimiliki oleh bangsawan dan aristokrat. Keadaan ini berlangsung sampai pada tahun 1392 saat raja dinasti Goryeo mengijinkan setiap orang untuk mendapatkan nama keluarga sebagai tanda kebaikan raja.


Mengapa Banyak Orang Bermarga Kim di Korea Selatan? Sejarah marga Kim di Korea SelatanSource: www.ancient.eu
Kim nama penguasa keluarga di Silla
Kemudian, selama akhir dinasti Joseon, tepatnya pada tahun 1894 (setelah sistem kelas dihapuskan), beberapa rakyat jelata mengadopsi nama keluarga untuk mendapatkan keuntungan sosial dan ekonomi. Ditambah lagi, penjajah Jepang memaksa masyarakat Korea untuk memiliki nama keluarga. Rakyat jelata kebanyakan memilih nama-nama keluarga bangsawan seperti Kim, Lee, atau Park.

Tetapi tidak semua orang yang memiliki marga sama adalah keluarga. Hal ini dikarenakan sistem kekerabatan tradisional Korea adalah klan, atau bongwan, sebuah kelompok marga yang menandakan “asal geografis yang sama”. Dengan demikian, marga Kim dapat melacak garis keturunan mereka ke tempat yang berbeda, terutama Gimhae. Kota tenggara adalah tempat kelahiran Kim Su-Ro, pria yang dikenal sebagai pemilik asli marga Kim dan pendiri Gaya, salah satu kerajaan Korea kuno lainnya. Ada sekitar 300 klan Kim lainnya, termasuk mereka yang berasal dari Gyeongju, Andong (yang sebenarnya memiliki dua klan Kim), dan Gwangsan.

Baca Juga: Alasan Mengapa Budaya Korea Kini Sangat Populer

Apakah semua orang Korea yang memiliki nama keluarga dianggap terkait satu sama lain? Saat ini, asal mula klan Korea cukup jauh sehingga orang-orang yang leluhurnya berada di desa yang berbeda dianggap memenuhi syarat untuk menikah satu sama lain. Namun demikian, sudah ada hukum yang berlaku untuk melarang pernikahan antara orang-orang dengan nama keluarga dan asal ayah leluhur yang sama. Namun, pada tahun 1997, Mahkamah Konstitusi Korea Selatan memutuskan bahwa undang-undang tersebut tidak konstitusional, dan hukum perdata diubah pada tahun 2005 untuk melarang hanya pernikahan antara orang-orang yang memiliki hubungan dekat. Jadi, seorang Tuan Kim dan Nona Kim yang bertemu dan jatuh cinta serta belum pernah mengenal satu sama lain sebelumnya tetapi mengetahui bahwa mereka berdua adalah Kim dari Gyeongju, sekarang dapat menikah, tidak ada lagi larangan!

Baca Juga: Alasan Mengapa Idol Korea Selatan Tidak Boleh Pacaran