Menekan Tombol Snooze dalam Alarm Ternyata Berdampak Buruk Bagi Tidur Seseorang. Kok Bisa?

June 11, 2019 4:30 AM

Saat kita tidur dan menghadapi suasana akan bangun dari tidur, tombol snooze atau tunda yang ada di dalam alarm jam terkadang digunakan jika kita ingin menunda untuk bangun tidur. Namun ternyata ada dampak buruk yang terjadi jika terus-menerus menekan tombol snooze saat ingin menunda waktu bangun tidur.

Tombol snooze sendiri biasanya digunakan oleh orang-orang yang memasang alarm tidur untuk sedikit menunda waktu bangun tidur mereka. Apalagi untuk kalian yang tidak mau terburu-buru beranjak dari tempat tidur meski alarm sudah berbunyi.
alarmSource: The Sleep Doctor
Ilustrasi saat seseorang hendak mematikan alarm jam
Dengan menekan tombol snooze, alarm bangun tidur kita bisa sedikit dimundurkan dan orang yang terbangun karena bunyi alarm tersebut bisa kembali tidur hingga alarm kembali berbunyi di waktu berikutnya yang telah diatur. Namun sayangnya kegiatan tersebut justru mengurangi kualitas tidur dan bahkan memicu rasa kelelahan seperti kurang tidur.

Baca juga: Adakah Pengaruh saat Mengganti Jam Tidur ke Akhir Pekan?

Dengan kata lain, menggunakan tombol snooze saat ingin melanjutkan tidur bisa dibilang tidak baik untuk kesehatan tubuh. Apalagi saat kita benar-benar ingin kembali berada di alam mimpi sejenak.

Dikutip dari berbagai sumber, menyalakan snooze setelah alarm pertama berbunyi memiliki dampak yang buruk bagi kelangsungan kegiatan tidur seseorang. Termasuk pula untuk kualitas tidur karena bisa menyebabkan tubuh lebih lemas bahkan pusing.
alarmSource: A Healthier Michigan
Menekan tombol snooze pada alarm berdampak buruk bagi kualitas tidur seseorang
Selain itu dampak dari tombol snooze sendiri bisa berhubungan dengan sejumlah gangguan kesehatan seperti tekanan darah tinggi hingga pengendalian berat badan yang buruk. Penyebabnya balik lagi ke dalam kebiasaan kita saat alarm berbunyi waktu bangun tidur lalu menekan tombol snooze sembari kembali terlelap hingga alarm kedua berbunyi.

Pada dasarnya tubuh memiliki siklus tidur. Dilansir dari hellosehat.com dan WebMD, siklus tidur manusia terus berputar antara tidur non-REM dan tidur REM. REM sendiri adalah rapid eye movement, yaitu masa di mana Anda tertidur cukup pulas, tetapi otak Anda sedang bekerja aktif. Karena itulah mimpi, mengigau, atau tidur sambil berjalan biasanya terjadi pada fase tidur ini.

Baca juga: Waspada! Main Gadget Sebelum Tidur Bisa Membuat Tubuh Cepat Lelah

Sedangkan pada fase tidur non-REM, otak sedang menyesuaikan diri untuk beristirahat. Non-REM masih dibagi jadi tiga tahap, yaitu tidur ayam (setengah sadar), menjelang tidur pulas, dan tidur pulas (tidur yang sangat dalam).

Jika alarm bunyi saat Anda berada pada fase non-REM yang sangat dalam, Anda akan merasa semakin berat untuk bangun. Bahkan Anda bisa merasa linglung, uring-uringan, dan kurang enak badan.
alarmSource: Health Magazine News
Mengantuk adalah salah satu dampak dari buruknya kualitas tidur seseorang
Maka dari itu saat kita terbangun dari tidur karena alarm berbunyi jangan langsung menekan tombol snooze untuk kembali tidur. Meskipun hal tersebut cukup sulit untuk dilakukan karena sudah menjadi kebiasaan, tapi dengan bangun saat alarm berbunyi dan tidak kembali tidur bisa membuat kondisi tubuh setidaknya sudah siap untuk kembali beraktivitas ketimbang yang lanjut tidur kembali.

Jadi, masih ada yang berani tekan snooze di handphone kalian saat alarm berbunyi ketika bangun tidur?