Melipat Origami Bisa Bantu Kesehatan Mental Lho!

Oct 10, 2019 7:15 AM

Merayakan #WorldMentalHealthDay yang jatuh pada hari ini, Kamis (10/10), seberapa penting sih kesehatan mental itu? banyak dari kita mungkin masih menyepelekannya dan tak jarang orang hanya berpikir orang sehat adalah yang jarang sakit secara fisik. Itu sebenarnya tidak benar karena orang sehat seharusnya memenuhi dua aspek penting, yaitu kesehatan jasmani dan rohani (mental). 

Kita kerap menemukan beberapa kasus, misalnya kasus seorang ibu berinisial FM (29) yang tega membunuh bayinya berumur 3 bulan dengan cara menggorok lehernya pada 1 September 2019 lalu. Sang ibu disebut depresi atau terkena serangan "baby blues". 

Kasus itu sempat diperbincangankan karena sang ibu sama sekali tidak menunjukkan sikap depresi sebelumnya, malah dirinya kerap memamerkan potret bahagia dirinya dengan sang buah hati di media sosial. Kasus itu menunjukkan seseorang yang terlihat sehat secara jasmani ternyata tidak baik-baik saja secara mental bahkan berhasil ia tutupi. 

Baca Juga: Bahaya Bullying Pada Kesehatan Mental


ibu di bandung gorok bayi 3 bulanSource: hipwee
Ibu gorok bayi

Menurut survey yang dilakukan World Health Organization (WHO), ada sekitar 20 persen anak-anak dan remaja di dunia mengalami permasalahan mental. Bahkan lebih dari 800.000 orang meninggal akibat bunuh diri setiap tahunnya. Orang yang mengalami gangguan mental umumnya, seperti stress, depresi, bipolar, gangguan kecemasan, Attention Deficit and Hyperactivity Disorder (ADHD), dan masih banyak lagi.

Dengan mengerti tentang kesehatan mental baik diri sendiri ataupun orang lain adalah sesuatu yang penting dan tidak boleh diabaikan. Jangan takut untuk berbicara, mengutarakan kalau mentalmu sedang tidak baik-baik saja. Jika kamu merasa sehat, coba peka terhadap lingkungan terdekat atau sekitar. Jangan ragu untuk bertanya pada keluarga, teman, pasangan, apakah dia baik-baik saja atau tidak sehingga orang yang mengalami kesehatan mental tidak sampai depresi hingga bunuh diri. 

Berbicara mengenai kesehatan mental, tau kah kamu jika origami (atau seni melipat kertas) bisa meningkatkan kesehatan mental? 

Baca Juga: WHO Resmi Menyebut "Gaming Disorder" sebagai Penyakit Kesehatan Mental


pentingnya kesehatan mentalSource: Pixabay
Mental health

Ialah Samuel Tsang, guru, dan penulis buku The Book of Mindful Origami, mengatakan bahwa origami menyatu dengan konsentrasi setiap orang. Setiap bentuk origami yang dibuat seseorang dapat memperlihatkan pertanyaan yang bersifat refleksi diri. Menurut Tsang, melipat origami mampu melepas stres. Melipat origami yang mudah sehingga bisa dilakukan oleh siapa saja. 

Menurut Tsang juga, origami adalah hobi yang menyatukan kedamaian, seni, sains, dan meditasi. Mungkin bagi pemula melipat origami terlihat sulit dan rumit, namun sebaikanya pikiran seperti itu dibuang. Justu yang dilakukan seharusnya melatih diri dan belajar terlebih dahulu, dari model yang paling simpel hingga yang paling sulit. 

Tsang mengatakan, meskipun ia sudah lama belajar origami, model yang dibuatnya masih belum sempurna. Namun, menurutnya itulah guna melipat origami, mengajarkan jika tidak ada yang sempurna. Semua orang perlu menyadari hal itu sehingga menerima kekurangannya.


origamiSource: Pixabay
Origami

Dalam penelitian juga menunjukkan bahwa origami mampu menjadi cara agar anak bisa meningkatkan kemampuan persepsi dan spasial, belajar matermatika, memperbaiki ketangkasan, kekompakan tangan serta mata, dan mampu meningkatkan konsentrasi. Tak heran jika di Jepang dan beberapa negara, menjadikan origami sebagai kurikulum wajib di sekolah anak. 

Penelitian lain juga membuktikan bahwa origami dapat meningkatkan visualisasi spasial dan kemampuan matematika anak SMP. Origami bisa meningkatkan kemampuan menghitung anak yang mengalami masalah mental. 

Sama seperti latihan mental dan konsentrasi lainnya, seperti yoga atau meditasi, melipat origami kuncinya adalah mengesampingkan perfeksionisme, kritikan terhadap diri sendiri, atau menghakimi diri sendiri. 

Baca Juga: Menanam Pohon di Ruang Kota Berpengaruh Terhadap Kesehatan Mental? Ini Alasannya!


Membuat OrigamiSource: Pixabay
Membuat Origami

Langkah pertama ketika memutuskan meditasi lewat origami, kamu perlu mengerti cara melipatnya. Setelah mengerti, kamu bisa mencoba melipat lewat pendekatan meditatif dan fokus. Kegiatan ini membantu kita bemeditasi serta mencapai perspektif dan kesabaran. 

Menurut penelitian, anak-anak tertarik melihat model-model origami karena merasa takjub melihat sebuah kertas bisa berubah bentuk menjadi berbagai macam hal. Bahkan, anak-anak menganggapnya sebagai sesuatu yang magis. Hal ini penting, karena sekarang semuanya serba teknologi. Bukan hanya visual yang penting, namun juga kemampuan mewujudkan sesuatu menggunakan tangan.

Origami sendiri adalah sebuah seni lipat yang berasal dari Jepang. Bahan yang digunakan adalah kertas atau kain yang biasanya berbentuk persegi. Sebuah hasil origami merupakan suatu hasil kerja tangan yang sangat teliti dan halus.